MARIA

MARIA
13. Sebuah Kisah Masa Lalu


__ADS_3

Maria tampak terdiam menatap sosok-sosok di kerajaan berlapis emas yang begitu berkilauan,


"Jadi kau tidak bisa melihatnya ya Suf?"


Tanya Maria,


Tampak Yusuf mantuk-mantuk,


"Iya Non, saya tidak bisa melihat,"


Jawab Yusuf,


"Tapi bukan katarak kan Suf?"


Maria menoleh ke arah Yusuf yang tentu saja langsung menggeleng cepat,


"Jangan dong Non, malah nyumpahin saya katarak sih gimana ini Nona Maria,"


Yusuf pun protes, Maria tampak cekikikan di tempatnya, ini tentu adalah kali pertama ia bisa tertawa setelah menjadi hantu,


"Tapi, saya memang pernah dengar sih. Non, kalau di belakang rumah peristirahatan Tuan Hubrecht ada kerajaan siluman ular, konon sih dari sejak pertama runtuhnya kerajaan Galuh purba Non, jamannya Jawa dan Sunda baru ada,"


Ujar Yusuf kemudian,


Maria yang sejatinya suka dengan sejarah kerajaan-kerajaan di bumi Nusantara pun jadi antusias mendengarkan,


"Oh bagaimana ceritanya?"


Tanya Maria yang lantas melayang ke arah tempat tidur yang ada di kamar tempat mereka melihat kerajaan yang ada di danau belakang rumah peristirahatan,

__ADS_1


"Ya ini sih dulu cerita dari orang-orang tua Non, soal benar atau tidak juga saya tidak tahu,"


Kata Yusuf,


Maria mantuk-mantuk,


"Tidak apa kalau tidak benar juga, yang penting aku ingin dengar,"


Kata Maria,


Yusuf pun lantas menyusul Maria duduk, tapi ia duduk di kursi kayu yang ada di dekat meja,


Meski Maria kini hanyalah seonggok hantu yang tidak mungkin membuat Yusuf jatuh cinta, tapi tetap saja Maria adalah hantu perempuan, yang kehormatannya tetap akan Yusuf jaga,


"Begini Non ceritanya,"


Kata Yusuf, sambil duduk dengan gaya macam kakek-kakek yang akan berkisah-kisah pada cucunya,


"Hmm kurangajar, dasar laki-laki buaya,"


Maria langsung cepat berkomentar, tentu saja ia tak bisa menahan diri kalau untuk urusan menghujat,


"Perselingkuhan mereka kemudian akhirnya diketahui orang-orang, dan karena itulah akhirnya terjadi pertumpahan darah di dalam kerajaan Non, termasuk akhirnya kematian si pemuda tampan dan juga saudaranya,"


Tutur Yusuf bercerita, tampak sejenak iapun menarik nafas lebih dulu untuk kemudian melanjutkan lagi,


"Salah satu dari pemuda itulah Non yang konon jadi siluman ular, karena saat ia bertempur dan terluka parah, ia lari ke pantai selatan lalu iapun berubah menjadi ular,"


"Oh ya? Ada yang seperti itu ya?"

__ADS_1


Maria tampak takjub, meski kini ia sendiri telah menjadi hantu, tapi rasanya mengetahui ada manusia-manusia yang menjadi siluman terasa masih luar biasa di mata Maria,


"Ya Non, kalau tidak salah nama pemuda itu adalah Jaka Lengleng,"


Ujar Yusuf kemudian, namun suaranya kali ini dibuat sangat lirih, hingga lebih mirip dengan bisikan saja,


"Jaka Lengleng?"


Maria terdengar mengulang menyebut nama yang disebutkan Yusuf,


"Ya Non, Jaka Lengleng, yang konon saat bulan purnama tiba, ia sering menampakkan diri di dekat danau, sosoknya adalah pemuda berbadan tinggi tegap, rambutnya panjang terurai, ia memakai pakaian kebesaran seperti seorang raja besar, dialah sang penguasa kerajaan ular,"


Mendengarnya Maria pun kemudian melayang ke arah jendela kembali, ia tampak melongok ke arah belakang rumah peristirahatan keluarganya,


Namun, aneh, sekarang tak lagi tampak kerajaan berlapis emas yang Maria lihat tadi,


Kali ini di belakang rumah peristirahatan kembali tampak hanya danau dan juga hutan alam saja,


Maria yang terheran-heran tampak melayang keluar dari jendela kamar di mana ia tadi mengintip cukup lama di sana,


"Non, mau ke mana Non?"


Yusuf memanggil-manggil Maria dari jendela takut ditinggalkan,


Maria yang tahu Yusuf takut tampak hanya menoleh dan nyengir, lalu...


"Tunggulah sebentar,"


Kata Maria yang melayang mendekati danau,

__ADS_1


Jaka Lengleng? Raja ular yang berkuasa di sini? Batin Maria sambil menatap danau yang airnya terlihat sangat tenang.


...****************...


__ADS_2