MARIA

MARIA
26. Selamat Datang


__ADS_3

"Jadi benar, di sini ada banyak makhluk halus yang menempati?"


Tanya Tuan Salim pada Pak Andi Yakub,


"Ya, betul Tuan Salim, banyak rumor tentang bangunan bekas orang Belanda ini juga sempat akan di kelola namun gagal karena makhluk-makhluk halus yang menempati wilayah ini tidak mengijinkan, bahkan ada cerita juga jika orang yang dianggap sakti oleh penduduk sekitar sini menghilang di saat hari pengusiran makhluk-makhluk halus itu,"


Tutur Pak Andi bercerita tentang sejarah tempat yang akan mereka kelola tersebut,


"Tapi ini juga yang cukup membuat banyak orang tertarik Pak Andi, cerita horor semacam ini nyatanya menjadi daya tarik untuk masyarakat kita, yang biasanya justeru ini pula yang akan membuat banyak orang merasa penasaran dan tertantang,"


Kata Tuan Salim, dan Pak Andi pun mengangguk mengiyakan, keduanya setelah itu tampak berjalan beriringan menuju bangunan rumah peristirahatan milik keluarga Hubrecht yang telah diambil alih pemerintah,


"Besok proyek akan mulai dikerjakan, apa tidak sebaiknya kita meminta tolong orang pintar atau yang dianggap sakti untuk membersihkan tempat ini lebih dulu Tuan Salim?"


Tanya Pak Andi sambil pelahan mendorong pintu rumah peristirahatan keluarga Hubrecht,


Keduanya sejenak berdiri di depan pintu rumah peristirahatan tersebut, menatap suasana di dalam bangunan peninggalan keluarga Belanda yang telah sekian puluh tahun terbengkalai,


"Kabarnya penampakan hantu None Belanda juga sering ada di tempat ini bukan Pak Andi?"


Tanya Tuan Salim hati-hati menjaga nada bicaranya, ia pun terlihat sambil celingak-celinguk mengawasi sekitar,


"Betul Tuan Salim, itu sebabnya mungkin memang ada baiknya kita melakukan pembersihan,"


Mendengarnya Tuan Salim menggeleng,

__ADS_1


"Tidak Pak Andi, saya sudah diwanti-wanti oleh Tuan Zion agar tak perlu melakukan hal semacam itu,"


"Tapi Tuan..."


Pak Andi Yakub ingin mengatakan sesuatu, namun rasanya entah kenapa tengkuknya seperti merasa merinding,


"Awas kalo berani bicara yang tidak-tidak,"


Hantu Maria yang sejak tadi tanpa mereka sadari menimbrung,


Meskipun Tuan Salim dan Pak Andi Yakub tidak bisa melihat keberadaan hantu Maria yang kini ada di samping Pak Andi, namun jelas kehadiran makhluk halus di sekitar manusia sebetulnya akan selalu bisa dirasakan,


"Tapi apa Pak Andi?"


Ia terlihat tersenyum bingung sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal,


"Ngg... tidak apa-apa Tuan, tidak apa-apa, lupakan saja,"


Ujar Pak Andi yang semakin merasa tengkuknya merinding karena kini Maria mendekatkan wajahnya di dekat wajah Pak Andi,


"Ngg... kita... kita ikut saja dari pusat,"


Ujar Pak Andi pula,


Tuan Salim pun mengangguk,

__ADS_1


"Aku sudah mengatakannya kemarin bukan Pak? Karena memang ini adalah pesan Tuan Zion sendiri, bukan keputusan ku secara pribadi,"


Kata Tuan Salim,


"Ya... Baik, saya mengerti Tuan,"


Ujar Pak Andi akhirnya,


Hal itu tentu saja membuat hantu Maria terlihat senang, karena dengan tidak ada pengusiran dan juga tidak ada pembersihan makhluk halus, posisinya di tempat itu masih aman,


Hantu Maria pun melayang masuk mendahului Tuan Salim serta anak buahnya,


Saking cepatnya hantu Maria melayang, ia tanpa sengaja tangannya mengenai tempat lilin di meja kayu yang ada di depan kaca ruangan depan, yang kemudian membuat tempat lilin itu terjatuh,


"Hah, apa... itu?"


Pak Andi nyaris melompat karena kaget tak ada angin tak ada apa tempat lilin jatuh ke lantai,


Tuan Salim melihat Pak Andi yang ketakutan jadi tersenyum simpul,


"Tidak apa-apa Pak Andi, mungkin penghuni di sini ingin mengucapkan selamat datang kepada Pak Andi,"


Kata Tuan Salim yang membuat Pak Andi tersenyum kecut sambil bergidik.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2