
Setelah menunggui si kakek tikus yang menghilang tak kembali lagi, Maria pun akhirnya memutuskan kembali ke rumah peristirahatannya,
Rumah bangunan Belanda yang kokoh yang kini akan menjadi bangunan terbengkalai,
Maria tampak melayang dengan lemas masuk ke dalam bangunan rumah peristirahatannya itu,
Ia tampak tak bersemangat, karena mengetahui Yusuf yang kemungkinan tak akan datang lagi,
Tentu saja, kenyataan jika Yusuf pergi dan kemungkinan tak akan datang lagi membuat Maria jadi merasa kembali sedih karena telah menjadi hantu,
Ia benar-benar tidak akan ada teman lagi jika memang benar Yusuf telah pergi, dan itu pasti akan terasa sangat menjemukan,
Dan...
Benar saja, hari itupun berlalu dengan jarum jam yang seperti berputar sangat lambat bagi Maria,
Ya, ketidak hadiran Yusuf di hari itu nyatanya membuat kehidupan Maria sebagai hantu semakin terasa membosankan,
Persis seperti apa yang Maria bayangkan, ketika baru mendengar Yusuf dibawa memakai truk besar, ia langsung terbayang bagaimana membosankannya sendirian di dalam rumah peristirahatan yang dimana bukan hanya tidak memiliki kegiatan, namun juga kini ia tak memiliki teman bicara,
Ah, dibawa dengan truk besar oleh tentara sipit? Dibawa ke mana Yusuf dan yang lain oleh para tentara? Apa negeri ini tidak jadi merdeka? Batin Maria penasaran,
Karena rasa penasaran yang memenuhi dirinya, Maria pun lantas memutuskan malam ini ia akan kembali pergi ke perkampungan di mana Yusuf tinggal,
Ia ingin tahu sebetulnya apa yang terjadi dengan abdi setia keluarganya tersebut,
Meskipun, Maria sejatinya juga tidak tahu akan mencari informasi dengan cara apa, tapi itu adalah masalah yang bisa ia pikirkan nanti saja, yang penting ia sampai ke perkampungan Yusuf tinggal lebih dulu,
Selain ia penasaran tentang nasib Yusuf, nyatanya Maria juga penasaran dengan para tentara yang berasal dari negeri matahari terbit itu,
Gaung kemerdekaan yang mereka janjikan, apa sungguh akan mereka berikan pada warga pribumi setelah mereka membunuhi bangsa Belanda yang di mana itu adalah termasuk Maria dan keluarganya,
Auuuu...
Auuuuu...
Suara lolongan anjing-anjing hutan terdengar dari tengah hutan seberang danau, ketika akhirnya malam pun tiba,
Suasana malam yang memang sejak dulu seperti itu, terasa begitu horor, namun dulu tak begitu karena biasanya setelah keluarga Maria datang, maka keluarga Papi dan Mami Maria akan menyusul hingga seluruh kamar di rumah peristirahatan mereka akan penuh,
Mereka akan menggelar banyak acara keluarga, yang dari makan besar seperti acara pesta, hingga menyetel musik untuk dansa-dansa, hal itu jelas membuat suasana sehoror apapun di luar jadi tak terasa sama sekali,
__ADS_1
Auuuuuu...
Auuuuu...
Suara lolongan-lolongan anjing hutan terus terdengar memecahkan keheningan di sekitarnya,
Maria pun cepat akan bersiap menuju ke perkampungan di mana Yusuf tinggal seperti yang telah ia rencanakan,
Namun, tiba-tiba, belum lagi Maria sampai ke pintu utama, telinganya sayup-sayup menangkap suara banyak tangisan dan jeritan perempuan yang juga bersamaan dengan itu terdengar pula suara deru mesin truk yang mendekat,
Merasa janggal, Maria pun lantas melayang lebih cepat ke arah pintu dan menembusnya,
Tepat saat itu sebuah truk besar benar datang ke halaman rumah peristirahatan keluarganya dan kemudian berhenti di sana,
"Tolooong, ampuuun... tolooong Tuan, ampuuun, jangaaan..."
Rintihan suara-suara perempuan kembali terdengar dari arah belakang truk, termasuk juga suara pekikan-pekikan beberapa perempuan lain,
Maria cepat melayang ke arah bagian belakang truk, yang mana kini tampak beberapa perempuan dengan baju compang-camping, terbuka di sana-sini tampak meringkuk dengan tangan yang saling terikat tambang besar,
Maria menatap para perempuan itu dengan iba, jelas mereka telah mendapatkan pelecehan dan juga kekerasan secara fisik,
"Tuhaan, lebih baik aku dibunuh saja, aku tidak mau dikotori seperti ini..."
Seorang tentara sipit mendekat lalu memukulkan ujung senapannya ke arah wajah perempuan itu,
Dak!
Perempuan itu seketika tampak mengeluarkan darah dari hidungnya,
Maria tampak benar-benar kesal melihat perlakuan tentara tersebut,
Dari luar, kunci penutup truk tampak dibuka, lalu para tentara yang ada di atas truk pun melompat turun sebagian, sedangkan sebagian yang tertinggal menarik tambang yang untuk mengikat para perempuan yang mereka bawa macam binatang,
"Kita pesta hari ini,"
Begitu salah satu dari tentara itu bicara sambil menyeringai menjijikan,
Tentara yang ada di bawah tampak menunjukkan beberapa botol minuman yang sepertinya hasil mereka menjarah dari bangsa Belanda karena Maria tahu sekali bentuknya,
Perempuan-perempuan itu ditarik turun dari atas truk tanpa peduli mereka saat turun ada yang jatuh tersungkur, dan ada pula yang jatuh terkilir,
__ADS_1
Tentara-tentara itu tampak tertawa-tawa bahagia karena mereka berpikir akan benar-benar berpesta malam ini,
"Yang paling belakang itu untukku!"
Kata salah satu tentara yang memegang tongkat, tampaknya ia adalah yang memiliki pangkat paling tinggi di dalam kesatuannya,
Maria menatap perempuan yang ditunjuk si tentara berpangkat paling tinggi,
Perempuan yang tadi dipukul karena menangis ingin mati dibunuh saja,
Perempuan itu tampak kemudian ikatannya dilepaskan, lalu ditarik dengan kasar menuju rumah peristirahatan milik keluarga Maria,
Sudah jelas apa yang akan mereka lakukan, dan mereka akan melakukannya di tempat Maria tinggal,
Biadab! Batin Maria,
Bahkan setahu dirinya, bangsanya jika ingin menikmati para wanita pribumi adalah pergi ke tempat yang memang di sana mereka menjual diri,
Andai katapun ada yang dijadikan gundik di dalam rumah, mereka tetap mendapatkan makanan tak sampai diperlakukan seperti binatang seperti itu,
Ah tidak! Ya tidak, setidaknya itulah yang Maria tahu, dan melihat apa yang para tentara itu akan lakukan pada para perempuan pribumi yang dibawa entah dari mana itu, membuat Maria sangat marah rasanya,
Para tentara itu tampak mendobrak pintu rumah peristirahatan keluarga Maria, lalu menarik para perempuan yang mulai mereka kembali lecehkan,
Beberapa dari perempuan itu ada yang hanya bisa menangis saat digerayangi, ada yang berani meludahi wajah tentara yang melecehkannya hingga harus rela dipukul beberapa kali,
"Bawa dia ke kamar di lantai atas, dan jangan ada yang berani menggangguku!"
Kata seorang tentara yang pangkatnya paling tinggi sambil menunjuk perempuan yang tadi ingin dibunuh saja,
Perempuan yang wajahnya paling cantik di antara yang lain, yang kulitnya kuning langsat dan memakai kebaya yang sepertinya bukan kebaya biasa,
"Sudah lama aku mengincar isteri Lurah Karangrejo ini, hahahaha..."
Si tentara dengan pangkat paling tinggi di sana itu terbahak-bahak sambil melihat perempuan yang kini berusaha meronta saat ditarik paksa ke lantai atas,
Maria pun cepat melayang ke lantai atas pula, dan kemudian berdiri di ujung anak tangga di lantai atas,
Maria dengan mengumpulkan seluruh energinya, akhirnya menampakkan diri,
"Jangan harap tempat tinggal ku kau kotori tengik!"
__ADS_1
Teriak Maria.
...****************...