
Dan, waktu pun berlalu, hari demi hari, pekan demi pekan, Maria yang pelahan tapi pasti akhirnya mulai menerima takdirnya menjadi seonggok hantu pengangguran,
Hampir setiap hari ia bingung mencari kegiatan untuk mengisi waktu senggangnya,
Ah yeah, ia bahkan tidak menyangka, jika menjadi hantu ternyata hidupnya begitu tidak jelas,
Bukan hanya tidak sekolah, hantu juga tidak ada tempat gaulnya, seharian benar-benar hanya uplek-uplek di tempat saja,
Maria sebetulnya kadang sengaja keluar rumah dan duduk bertengger di atas atap rumah peristirahatan keluarganya,
Kadang duduk saja sambil menatap bulan atau bintang saat malam sudah tiba, kadang juga hanya menatap danau dan hutan belantara yang sepi senyap,
Tak jarang Maria berharap kerajaan ular yang dulu sempat ia lihat itu akan kembali muncul,
Sayangnya, entah kenapa kerajaan itu tak pernah menampakkan diri lagi sejak terakhir kali Maria membicarakannya bersama Yusuf,
Maria kini tampak melayang dari lantai dua rumah peristirahatan keluarganya yang besar lagi bangunannya sangat kokoh itu,
Rumah dengan begitu banyak kamar, yang memang sudah biasa untuk orang-orang Belanda membangun tempat demikian,
Hari sudah cukup siang, matahari di luar sana bahkan sinarnya sudah mulai memasuki rumah peristirahatan keluarganya Hubrecht melalui kisi-kisi jendela dan dari kaca-kaca jendelanya,
"Tumben Yusuf belum datang,"
Gumam Maria yang melayang mendekati pintu rumah peristirahatannya,
Tampak ia kemudian menembus pintu utama rumah peristirahatannya itu, di lihatnya ke sekeliling rumahnya yang sepi, lalu ia pun melayang ke arah jalanan kampung yang terbentang di depan rumah,
Sepi, benar-benar sepi,
Tak ada sama sekali bayangan dan tanda-tanda Yusuf akan datang,
Hmm, ke mana dia? Batin Maria bertanya-tanya jadinya,
Maria kemudian terbang ke arah salah satu pohon paling besar yang ada di sana,
__ADS_1
Pohon yang mungkin usianya sudah ratusan tahun, yang penunggunya merupakan sosok kakek tua yang hobinya duduk di bawah pohon sambil bermain bersama tikus,
Maria meminta ijin pada sang kakek untuk ikut naik ke atas pohon besar yang merupakan daerah kekuasaan si kakek,
Maria ingin bisa melihat dengan lebih jelas ujung jalan yang terhubung dengan kampung Yusuf,
"Pacarmu tidak datang?"
Tanya si kakek tiba-tiba, Maria yang ditanya jadi terkejut dan cepat-cepat menggeleng,
"Tidak Kek, tidak begitu hubunganku dengan Yusuf,"
Kata Maria gugup,
Sang kakek pun jadi terkekeh, menurutnya ada hantu gugup itu terlihat begitu bodoh,
"Kalau pacaran juga tidak apa-apa, yang penting kalau nanti pacarnya menikahnya dengan sesama manusia, kamu nya tidak lantas bunuh diri karena frustasi,"
Kata si kakek,
Bunuh diri?
Kenapa aku harus bunuh diri, aku kan sudah mati, untuk apa aku harus susah-susah bunuh diri?
Maria menggeleng-gelengkan kepalanya,
Ini kakek pasti karena lebih sering bergaul dengan tikus, jadi tidak sadar kalau Maria ini sudah sama seperti dirinya, hantu pengangguran yang tak jelas masa lalu, masa kini, dan masa depannya,
"Kami tidak pacaran Kek, jangan jadi biang gosip,"
Kata Maria sambil melayang ke atas dahan pohon lalu duduk di sana, matanya mengawasi sekitar, kalau-kalau tampak bayangan Yusuf,
"Banyak anak muda dinaikkan ke dalam truk-truk besar semalam,"
Ujar si hantu kakek,
__ADS_1
Maria menengok ke bawah di mana hantu kakek duduk sambil bermain dengan tikus-tikus gaib,
"Maksudnya apa Kek?"
Tanya Maria,
"Tentara bermata sipit itu, mereka memaksa banyak laki-laki dan pemuda kampung-kampung sini naik ke atas truk dan entah di bawa ke mana,"
Si hantu kakek bercerita,
"Be... benarkah?"
Tanya Maria,
"Ya, aku melihatnya semalam sepulang dari sawah mengajak tikus-tikus ku jalan-jalan,"
"Haiiish, mendingan juga pelihara kucing,"
Kata Maria,
"Hey, jangan sebut kucing!"
Marah si kakek, karena seketika itu para tikus kakek langsung lari terbirit-birit,
"Tikuuuskuuuu... tikuskuuu..."
Si kakek lari pontang-panting mengejar tikus peliharaannya,
Maria yang melayang turun dan sebetulnya mau mengajak ngobrol lebih lanjut jadi menggeleng-gelengkan kepalanya,
"Dasar tidak jelas, hantu apa sih dia,"
Oceh Maria memandangi si hantu kakek yang makin jauh dan kemudian menghilang.
...****************...
__ADS_1