
Sejak hari di mana dua makhluk penguasa sekitar rumah peristirahatan keluarga Hubrecht berebut jasad Ki Ronggo, tak ada satupun manusia yang berani lagi menginjakkan kaki di sekitar tempat itu,
Rumah peristirahatan keluarga Hubrecht pun lambat laun semakin hari semakin usang dan rusak di sana-sini,
Bangunannya yang kokoh khas bangunan Belanda terlihat utuh berdiri namun ilalang yang tumbuh di sekitar nya sama sekali tak ada yang berani membersihkannya,
Maria sendiri hanya sesekali saja tampak muncul di sana, jika ia tengah benar-benar bosan, ia biasanya akan berdiri saja di depan rumah peristirahatannya,
Atau kadang ia juga duduk di atas atap rumah peristirahatannya sambil menatap jalanan desa yang dari tahun ke tahun semakin tampak rapih dan mulai sering dilintasi kendaraan umum pengangkut manusia maupun sayuran dan ternak di siang hari,
Maria sendiri belum pernah meninggalkan rumah peristirahatannya sama sekali, ia merasa sudah terjebak di sana dan tak tahu lagi harus ke mana,
Bertahun-tahun bahkan mungkin sekarang sudah berpuluh-puluh tahun sejak ia akhirnya mati gentayangan, Maria pun kini pelahan mulai lupa kenapa ia jadi hantu yang seolah tak memiliki masa depan dan cita-cita,
Ia juga semakin tak tahu kenapa ia jadi satu-satunya yang menjadi hantu di antara anggota keluarganya yang lain,
Maria semakin lama semakin pikun, dan semakin hari iapun juga semakin tak ingat apapun lagi karena rasanya ia sudah sangat jenuh dengan semuanya,
Hingga...
__ADS_1
Di tahun yang entah ke berapa sejak ia mati, tiba-tiba saja, ada rombongan manusia-manusia yang entah datang dari mana,
Mereka bukan lagi seperti orang-orang yang dulu pernah datang, yang anak-anak buah laki-laki bermata sipit,
Kali ini, rombongan itu terdiri dari tiga mobil van hitam dan satu mobil sedan hitam mengkilap,
Rombongan tersebut terdiri dari beberapa laki-laki muda dengan seragam setelan jas rapi dan juga menggunakan pin bertuliskan Alpha Centauri,
Mereka terlihat memotret sekitar rumah peristirahatan keluarga Hubrecht, selain itu mereka juga tampak berbicara dengan alat berbentuk kotak tipis yang aneh,
"Bangunan masih bagus, akses jalan oke, lokasi sangat cocok dijadikan tempat penginapan,"
Terdengar seorang laki-laki yang paling tua bicara dengan alat kotak tipisnya,
Mau apa mereka?
Sedang apa mereka?
Siapa mereka?
__ADS_1
Batin Maria,
Maria, si hantu None Belanda tampak menghampiri laki-laki tua yang sedang bicara sendirian dengan alat kotak tipis yang didekatkan di telinga,
Tampaknya ia agak kurang waras karena bicara seorang diri, tapi anehnya beberapa laki-laki muda yang datang bersamanya terlihat sangat sopan dan menghormati laki-laki tersebut,
"Baiklah Paman Salim, pastikan semuanya diurus dengan baik, sebelum kita ke Jepang,"
Terdengar suara laki-laki lain dari alat kotak yang dipegangi si laki-laki tua,
Maria menggeleng-gelengkan kepalanya,
Apa iya mereka mahluk luar angkasa? Batin Maria,
Tak lama, tiga sepeda motor tampak datang mendekat, yang kemudian si laki-laki tua langsung menyambut dengan ramah orang-orang yang datang dengan motor tersebut,
"Selamat sore Pak Kepala Desa, maaf... maafkan kami datang mendadak karena pihak Tuan Zion ingin proyek ini bisa segera diurus,"
Laki-laki tua itu bicara sambil berjabat tangan dengan seorang laki-laki yang dipanggil dengan sebutan Pak Kepala Desa,
__ADS_1
Hmm yah... kepala desa, entah laki-laki itu adalah kepala desa yang ke berapa sejak Maria jadi penduduk tak terlihat di sana, penduduk yang tak pernah didata, tak pernah punya NIK, tak pernah ikut coblosan, dan juga tidak pernah dapat bantuan raskin.
...****************...