
"Makasih Marsha..." Teriak Frans berlari menghampiri Marsha dan duduk disamping gadis itu yang sibuk makan nasi goreng. Frans juga merangkul pundak Marsha.
"Ih.. awas deh ah!! Ganggu aja!!" Kata Marsha berusaha melepas rangkulan itu.
"Sensi amat sih lo. Btw.. makasih ya sha.. gue sayang deh sama lo." Kata Frans kembali merangkul Marsha. Kata terakhir Frans mengundang perhatian dari penduduk kantin.
"Heh!! Lo nggak usah ya rangkul-rangkul Marsha!!" Radit yang menyahut. Pria itu juga menepis lengan Frans yang bergelayut dipundak Marsha.
"Apaan sih lo!! Emang lo siapa?? Larang-larang gue?" Frans tak terima berdiri dari duduknya dengan membusungkan dada.
"Lo nggak perlu tahu siapa gue. Yang jelas lo nggak boleh deketin Marsha!!" Timpal Radit mengikuti gaya Frans.
"Lo bener-bener cari masalah ya sama gue!!" Frans menarik kerah baju Radit. Bukannya takut, Radit malah menantang Frans dengan menarik kerah baju Frans juga.
"Lo bener-bener nantang gue ya hah!!" Kata Frans dengan nada tinggi.
"Iya!! Emang kenapa hah?!"
"DIAAAMM!!" Teriak Marsha kesal sambil menggebrak meja. Bahkan temannya Runa, Funny dan Sisi terlonjak kaget.
"Kalian bisa nggak sih tenang gitu hah?? Gue lagi makan!! Kalau kalian mau berantem, sana dilapangan!! Jangan ganggu gue!!" Kata Marsha emosi.
"Sorry Sha.." kata Frans menarik lengannya dari kerah baju Radit.
"Alah.. cemen banget sih lo!! Dibentak si Marsha aja langsung ciut lo!!" Sahut Radit.
"Radit!! Lo pergi!!" Usir Marsha.
"Kok lo malah usir gue sih? Gue nggak mau!! Gue mau disini!!" Kata Radit.
"Ya udah. Lo bisa diem kan? Kalau lo mau makan, makan aja. Kalau lo mau minum, beli sendiri. Jangan berisik!!" Kata Marsha.
"Iya.. gue nggak bakal berisik lagi.." kata Radit juga menciut, pria itu juga duduk ditempatnya semula. Marsha pun memakan nasi gorengnya kembali.
"Heh!! Urusan kita belum selesai!!" Kata Radit pada Frans.
"Lo bener-bener nantang gue ya!! Ya udah kita bertarung sekarang!!" Kata Frans berdiri.
"Ayo. Siapa takut!!" Radit dan Frans pun pergi menuju lapangan sekolah. Se-isi kantin pun langsung mengikuti dua pria itu, termasuk Sisi dan Funny. Funny jangan ditanya kenapa dia ikut, tentu saja karena Sisi memaksa.
"Sha.. mereka mau berantem!!" Seru Runa.
"Udah.. nggak usah khawatir. Mereka nggak bakal adu jotos kok. Percaya deh.." seru Marsha santai.
"Tapi Sha.."
__ADS_1
"Udah deh Runa.. kak Frans nggak bakal macem-macem. Kamu tahu kan kalau dia buat masalah lagi, papanya bakal hukum dia lebih berat lagi. Tuh habisin makanan kamu dulu, mubazir tahu!!" Meskipun dengan perasaan khawatir, Runa tetap melakukan apa yang disuruh Marsha.
Setelah makanan habis dan membayarnya, Marsha dan Runa barjalan menuju lapangan tempat Frans dan Radit bertarung katanya. Sesampai dilapangan, tampak orang-orang bergerombol.
"Tuh kan Sha.. gimana kalau mereka beneran berantem.." seru Runa.
"Ya udah.. kita lihat aja mereka.." kata Marsha.
"Kok cuma dilihat sih. Lerai mereka juga Sha.." kata Runa.
"Iya.. kita lihat dulu mereka bener-bener berantem atau enggak Runa.." Marsha berjalan mendekati gerombolan itu. Dengan mudahnya, Marsha menerobos gerombolan itu bersama Runa.
"Lihat!! Mereka nggak berantem kan?" Marsha melirik Runa. Runa hanya bisa tersenyum malu.
Ya. Frans dan Radit tidak bertarung benaran. Mereka bertarung lewat game.
"Nggak nyangka gue, ternyata Radit gamers. Padahal gue nggak suka cowok gamers." Sahut Yasmin.
"Ya udah.. kalau gitu lo mundur aja. Gue kan jadi nggak punya saingan lagi." Sahut Sisi.
"Nggak!! Gue nggak bakal mundur!! Gue bakal terima Radit apa adanya!!" Kata Yasmin.
" Ya udah.. kita lihat aja nanti. Gue yakin, lo yang bakal mundur lebih dulu." Kata Sisi percaya diri.
Teeeett..
Dengan tiba-tiba, Marsha merampas handphone Frans juga Radit.
" Sha.. gue belum selesai!!" Kata Radit dan Frans serentak. Mereka juga tampak kaget dan kesal.
"Semuanya bubar!! Bel masuk udah bunyi." Kata Marsha tidak menghiraukan Radit dan Frans. Dua pria itu hanya bisa berdecak. Bukannya mendengar Marsha, orang-orang masih berdiri pada tempatnya.
"Kalian ini kekanak-kanakan banget deh. Kalian berdua itu udah tua!! Bahkan lebih tua dari gue. Bisa nggak sih bersikap selayaknya orang yang seumur kalian?" Marsha menarik nafas sejenak.
" Kak Frans? Lo tahukan bentar lagi lo bakal tamat sekolah terus kuliah, seharusnya kak Frans itu bersikap lebih dewasa. Tinggalkanlah kenangan yang buat orang bangga, menginspirasi. Bukan kenangan buruk yang bakal Kakak tinggalin disini!! " Kata Marsha menatap Frans. Tatapannya pun beralih pada Radit.
"Lo Radit!! Lo juga bentar lagi bakal jadi senior paling tua, berikan lah contoh yang baik buat adik-adik kelas lo nanti!!" Marsha berhenti sejenak.
"Aneh deh gue sama kalian berdua!! Karena masalah kak Frans rangkul gue, lo nggak terima. Terus kalian berantem?"
"Lagian kan nggak adu jotos kali. Cuma battle di game doang." Seru Radit.
"Gue tahu!! Tapi kalian itu kan nggak perlu memperbesar masalah yang menurut gue itu nggak penting sama sekali." Marsha menghela nafas.
"Udah.. SEKARANG BUBAR!! KALIAN NGGAK DENGER APA KATA GUE TADI? BEL MASUK UDAH BUNYI!!" teriak Marsha yang membuat orang-orang bubar dan masuk kelasnya masing-masing.
__ADS_1
Marsha kembali menatap dua pria didepannya datar. Lalu menyerahkan handphone mereka pada pemiliknya dan pergi menuju kelasnya diikuti ketiga temannya.
***
"Si.. kamu kenapa?" Tanya Runa melihat Sisi hanya melamun.
"Iya.. lo kenapa? Sejak jam masuk tadi lo ngelamun aja, nggak fokus belajar lagi!!" Tanya Marsha.
"Gue lagi mikirin sikap kak Radit tadi." Jawab Sisi.
"Emangnya kenapa Kak Radit?" Tanya Funny.
"Gimana ya gue jelasinnya. Menurut gue sih, kak Radit itu suka deh sama lo Sha." Kata Sisi.
"Lo ngomong apaan sih? Nggak mungkin lah si Radit itu suka sama gue. Lo juga tahu kan kalau tiap gue ketemu sama dia itu, kayak kucing ketemu anjing." Kata Marsha.
"Ya bisa jadi aja. Gimana kalau jalan cerita cinta lo itu kayak film ftv yang sering gue tonton. Benci jadi cinta!!" Kata Sisi.
"Entah lah gue nggak ngerti."
"Apa jangan-jangan lo juga suka sama Kak Radit?" Tebak Sisi yakin.
"Untuk saat ini gue emang nggak punya perasaan apa-apa." Jawab Marsha santai.
" Berarti bisa aja lo suka sama kak Radit?" Tanya Sisi heboh.
"Mungkin. Bisa jadi juga sih." Jawab Marsha.
"Iiihh.. Marsha!! Kok lo jawabnya bisa jadi sih!!" Sisi tak suka.
"Kenapa emang?" tanya Marsha.
"Nggak boleh.. lo kan tahu gue suka sama Kak Radit. Dan lo bilang bisa jadi suka sama dia, lo itu melukai perasaan gue tahu!!" Kata Sisi dengan gaya lebay.
"Gini ya Si.. gue itu nggak mau kemakan sama ucapan gue sendiri. Kayak di film ataupun diberbagai cerita yang benci jadi cinta. Gue itu nggak suka kayak gitu.. jadi gimana nantinya aja. Hanya waktu yang bisa menjawab" Jelas Marsha.
"Kalau lo suka juga sama Kak Radit, saingn gue nambah dong.. gue sama si Yasmin aja belum selesai, sekarang nambah elo!!" Sisi mengerutu.
" Sisi.. Marsha kan bilangnya gimana nantinya aja.. belum tentu kan dia bakal suka sama kaka Radit." Sahut Funny.
"Iya juga sih.." gumama Sisi.
"Oh iya gue baru inget!! Funny.. nanti pulang gue ikut kerumah lo ya. Ada yang mau gue selidiki.." pinta Marsha. Funny hanya mengangguk tanpa banyak tanya.
TBC...
__ADS_1
JANGAN LUPA VOMENT NYA..
Ig: @fasya1616