Marsha

Marsha
2. Melanjutkan Sekolah Kemana?


__ADS_3

"Sayang.. nanti jadi kan kita pemotretan..?" tanya Meysha.


"Iya lah.." jawab Yogi.


"Enak banget ya kalian berdua. Jadi iri gue.." sahut Radit.


"Makanya cepet punya cewek dong.." seru Meysha.


"Ck.. Lo kan tahu gimana.. Susah banget gue dapet cewek yang pas.." Radit berdecak kesal.


"Pas apanya??" tanya Yogi dan Meysha tersenyum dengan alis naik turun.


"Kalian mah lain arti. Maksudnya itu yang cocok gitu loh sama gue, yang tipe gue gitu.." jelas Radit tambah kesal. Meletakkan kepalanya di atas kedua tangannya yang ditumpuk diatas meja.


"Sayang cabut yuk. Manager udah nelpon terus." seru Meysha.


"Ya udah yuk.." seru Yogi bangkit dari kursinya.


"Dit gue cabut dulu ya.. Sudah lah.. Nggak usah galau lagi. Nanti gue bantu lo nyari deh.." seru Yogi.


"Beneran??" tanya Radit dengan mimik wajah semangat.


"Iya.. Tahun ini adiknya si Meysha bakal masuk SMA. Mana tahuan dia mau masuk sekolah disini. Dia imut loh.." kata Yogi.


"Beneran lo ya.. Awas kalau bohong!!" peringat Radit.


"Suer gue mah.. Udah nggak usah galau lagi.. Nanti gue bantu elo."


"Makasih sahabat gue Yogi.. ay lop yuuu..." seru Radit lebay.


"Iiy.. jijik gue.." Yogi bergidik jijik sambil berjalan menyusul Meysha yang sudah pergi terlebih dahulu, sedangkan Radit tertawa lepas.


****


"Sha? Kamu udah pikirin kemana masuk SMA?" tanya Runa pada Marsha. Mereka sedang asik duduk-duduk di kantin sembari ngemil.


"Udah lah.." jawab Marsha dengan senyum mengembang.


"Kemana?" tanya Runa.

__ADS_1


"Ketempat dimana Kak Yogi sekolah juga.." ucap Marsha dengan senyum mengembang.


"Ck.. Aku nggak habis pikir deh. Kenapa kamu sebegitu suka nya sama Kak Yogi?! Padahal kamu tahu Kak Yogi itu pacar kakak kamu sendiri." seru Runa berdecak kesal.


"Lagian ya Runa.. Kak Yogi itu selalu baik sama aku, dia juga ganteng.." Marsha menerawang.


"Kamu itu adiknya Kak Meysha, yang berarti calon adik iparnya. Wajar aja Kak Yogi baik sama kamu.. Bukan berarti dia juga punya hati sama kamu Marsha!!"


"Isshh.. Bukannya kasih aku semangat gitu biar Kak Yogi beneran jadi milik aku seorang. Ini malah buat aku terjun kedalam jurang!!" ucap Marsha memanyunkan bibirnya.


"Bukan gitu Sha.. Memangnya kamu mau jadi pelakor gitu? Kamu kan tahu sikap Kak Meysha sama kamu sekarang ini kayak gimana?! Apalagi kalau dia tahu kamu itu suka sama pacarnya. Bisa-bisa kamu nggak dianggap adiknya." kata Runa yang cukup menohok.


"Perkataan adalah doa. Kamu kalau mau doain aku itu yang baik aja deh Run.." seru Marsha.


"Nggak gitu Sha.. Mana ada aku do'ain kamu yang jelek-jelek, nggak pernahlah!! Ah.. udahlah seharusnya sekarang kita daftar ke sekolahan SMA. Ngapain juga sih kita masih nongkrong disekolah SMP ini lagi Sha.. Pergi yuk!!" ajak Runa.


"Emang kamu lanjut SMA dimana?" tanya Marsha berdiri dari duduknya.


"Sama kayak kamu." jawab Runa.


"Ciiieee.. Yang nggak bisa jauh dari aku.." Marsha menggoda Runa.


"Hehe iya.. kamu bener juga. Makasih Runa." seru Marsha memeluk Runa.


"Buat apa?" tanya Runa menatap Marsha.


"Udah pengertian sama aku.. muuaaahh.." seru Marsha memeluk sahabatnya kembali, tak lupa ia juga mengecup pipi Runa. Marsha dan Runa memang sudah seperti saudara.


"Iiihh Marsha.. basah nih.." kata Runa mengelap pipinya yang basah karena Marsha.


"Hehe.. maaf. Sini aku ulang" kata Marsha mulai memonyongkan bibirnya untuk kembali mencium pipi Runa.


"Enggak ah!!" tolak Runa.


"Ya udah.. kuy daftar ke SMA Kak Yogi.." kata Marsha dengan semangat.


Runa yang melihat itu hanya bisa ikut tersenyum. Runa hanya merasa jika Marsha adalah gadis yang kuat dan pembohong yang unggul dimata orang lain, tapi tidak dimatanya. Marsha bisa menutupi kesedihannya dengan senyuman yang selalu ia kembangkan diwajah imutnya.


***

__ADS_1


"Eh Gi.. gue lihat di komik ya. Ada artikel kalau persahabatan lebih dari tujuh tahun bakal abadi. Berarti kita jodoh dong!! Makanya sampai sekarang gue nggak dapet cewek!!" sahut Radit.


"Apaan sih lo.!! Gue cowok normal. Gue punya cewek, yaitu si Meysha. Nggak mungkin lah jodoh gue elo!! Iihh.. jijik gue denger nya!!" kata Yogi bergidik.


Jika dipikir-pikir, mungkin sahabatnya si Radit itu emang cowok yang kurang normal. Ia tak pernah memperlihatkan gebetan atau teman-teman cewek yang bertegur sapa dengannya. Setiap ia datang pasti bersama laki-laki, katanya sih teman. Tapi entah teman sekelas, beda kelas bahkan beda sekolah. Yang jelas Yogi tidak pernah melihat Radit jalan berdua dengan perempuan.


Perempuan yang dekat dengannya juga hanya Meysha, itupun karena Meysha pacar dari Yogi.


"Jadi gimana Gi..? apa lo udah tahu adiknya si Meysha lanjut sekolah dimana?" tanya Radit.


"Dengernya sih disekolah kita.." jawab Yogi.


"Bagus dong.." kata Radit.


"Iya.. Tapi lo harus bener-bener deketin dia. Jangan teman laki-laki dia.!!" canda Yogi.


"Ya elah.. Lo pikir gue apaan deketin teman cowoknya!! Nggak bakalan lah!! Gue cowok normal!!" kata Radit dengan bangga.


"Oke.. Gue harap ucapan lo beneran." gumam Yogi yang masih terdengar oleh Radit.


"Ck.. Gue beneran cowok normal tahu!!" Radit masih tak terima dianggap cowok aneh.


"Terserah lo deh.. sana pergi!! Gue lagi sibuk jangan ganggu!!" Usir Yogi.


"Sok sibuk lo!"


"Woi.. Beberapa hari lagi kedatangan siswa baru bakal dimulai. Gue sebagai ketua OSIS harus mempersiapkan semuanya.." kata Yogi.


"Halaahh.. paling lo bakal telat pas hari H. Apalagi lo kan model, sama kayak si Meysha." ucap Radit meremehkan.


"Pas disitulah elo ganti posisi gue. Lo kan wakil ketua OSIS. Berarti lo juga harus bertanggung jawab dalam kegiatan ini!!" kata Yogi penuh penekanan.


"Yah.. Terserah lo dah.. Gue mah pasrah!!" ucap Radit.


"Bagus kalau gitu.." gumam Yogi.


TBC..


Jangan lupa vomentnya

__ADS_1


ig: @fasya1616


__ADS_2