
Seperti biasa, Marsha bersama Runa dan Sisi memasuki kantin dan duduk ditempat biasanya.
"Oh ya.. gue baru nyadar. Si Funny kemana ya?" Tanya Sisi sambil meminum jus jeruknya.
"Iya juga ya.. nggak seperti biasanya. Belum lagi, pas tadi di absen juga nggak ada keterangan apapun. Sakit? Izin? Atau apa gitu?" Seru Runa.
"Kenapa perasaanku nggak enak ya.." gumam Marsha yang dapat didengar dua temannya.
"Nggak enak kenapa Sha?" Tanya Runa.
"Ya.. nggak enak aja gitu. Kayak ada sesuatu yang buruk terjadi.." jelas Marsha kurang jelas. Setelah itu Marsha melamun.
"Sha." Panggil seorang pria membuat Marsha tersadar dari lamunannya.
"Ck.. ngapain lo kesini? Udah deh ya.. gue udah muak lihat lo tahu nggak!! Pergi sana!!" Usir Marsha saat menatap mata orang itu.
"Iihh.. Marsha.. kok lo usir kak Radit sih.." seru Sisi, mendekati pria itu dan menggandengnya. Memang, ternyata orang itu Radit.
Radit yang digandeng oleh Sisi tentu saja berusah menepis lengan Sisi.
"Sha.. gue mau ngomong sama lo." Pinta Radit masih berusaha melepas lengan Sisi yang memebelit sebelah lengannya.
"Nggak!!" Jawab Marsha singkat.
"Please Sha.. bentar aja, atau lo denger gue aja ya.." seru Radit.
"Gue juga nggak mau denger!!" Kata Marsha kini menutup telinga dengan kedua tangannya.
Radit menatap Sisi yang masih menggandeng lengannya. Ia tahu harus apa sekarang.
"Sisi.." panggil Radit dengan nada lembut.
"Iya.." jawab Sisi dengan senyum mengembang.
"Boleh nggak lepasin tangan gue dulu?" Pinta Radit baik-baik.
"Nggak!! Yang ada nanti kak Radit malah kabur." Jawab Sisi malah tambah mempererat gandengannya.
"Nggak kok. Gini aja deh.. gue bakal duduk disini.." Tunjuk Radit pada bangku kosong di depan Marsha.
"Ok deh.." Sisi mengalah dengan perasaan senang. Gadis itu kembali duduk di bangkunya dan Radit duduk didepan Marsha, yang ternyata disamping Sisi.
"Ok.. meskipun lo tutup telinga, gue yakin lo masih denger." Kata Radit.
"Gue.. cuman mau munta maaf dengan kejadian kemarin. Gue janji deh nggak bakal mengulanginya lagi." Kata Radit.
__ADS_1
"Bacot!!" Seru Marsha yang masih menutup kedua telinganya.
"Gini deh.. gue bakal traktir lo, sepuasnya. Lo boleh beli apa aja biar gue yang bayar." Kata Radit. Mendengar itu, Marsha melepas lengannya dari telinganya.
"Beneran?" Tanya Marsha memastikan. Radit mengangguk sebagai jawaban.
"Ya udah kalau gitu. Gue beli makanan sekarang dan lo yang bayar." Kata Marsha berdiri dari duduknya.
"Iya .. gue yang bayar kok. Lo beli apa aja yang lo mau." Kata Radit. Pria itu menduga Marsha tidak akan membeli makanan dengan porsi banyak, karena ia tahu dari Runa, bahwa Marsha punya penyakit pencernaan. Dengan begitu kantongnya tidak akan terkuras. Namun, dugaan pria itu salah besar. Justru Marsha mengambil kesempatan itu untuk balas dendam.
"Mbok.." panggil Marsha.
"Apa neng? "Tanya si mbok.
"Aku pesen makanan 50 porsi ya mbok." Seru Marsha.
"Beneran neng?" Tanya si mbok memastikan.
"Beneran mbok, Marsha nggak bohong. 50 porsi ya mbok nanti yang bayar si Radit. Terus nanti Marsha jemput sepulang sekolah ya mbok." Kata Marsha.
"Beneran nih neng? Neng nggak ngerjain mbok kan?" Tanya si mbok tidak percaya.
"Ya enggak lah mbok. Emng mbok Jumi pernah denger Marsha ngerjain orang?" Mbok Jumi menggeleng, tapi tetap saja mbok Jumi belum percaya sepenuhnya. Melihat respon mbok Jumi, Marsha pun memanggil Radit.
"Radit!! Lo yang bayarin kan?" Tanya Marsha, sengaja agar mbok jumi percaya.
"Tuh.. lihat kan mbok? Si Radit yang bakal bayar." Mbok Jumi mengangguk sambil tersenyum.
"Ya udah kalau gitu. Neng Marsha pesen makanannya apa aja?" Tanya mbok Jumi yang sudah siap dengan buku catatan kecilnya.
"Terserah aja mbok. Mau nasi goreng, mie goreng, bakso atau apapun itu. Yang jelas harus sampai 50 porsi ya mbok. Oh ya.. ditambah 3 porsi bakso buat dimakan sekarang ya mbok." Jelas Marsha.
"Berarti jadi 53 porsi ya neng?" Tanya mbok Jumi. Marsha mengangguk sebagai jawaban.
"Kalau gitu mbok ambilin yang tiga porsi itu dulu ya neng.." mbok Jumi pun menyiapkan pesanan Marsha yang tiga porsi. Tidak lama kemudian mbok Jumi sudah siap dengan makanan milik Marsha, wanita paruh itupun memberikan nya pada Marsha.
"Jangan lupa ya mbok. Sepulang sekolah Marsha jemput pesanan 50 porsi tadi." Marsha mengingatkan.
"Siap neng.." seru mbok Jumi. Marsha pun berjalan kembali menuju meja dimana teman-temannya berada. Lalu memberikan dua porsi bakso untuk Runa dan Sisi.
"Gue nggak dipesenin?" Tanya Radit.
"Enggak. Lo kan bilangnya mau traktur gue semau gue. Jadi.. ini ketiganya lo yang bayar" seru Marsha mulai menyuapi bakso kedalam mulutnya.
"Iya gue tahu." Jawab Radit seadanya.
__ADS_1
"Yeee.. makasih kak Radit. Udah traktir aku.." seru Sisi. Radit hanya memutar mata malas.
" Ya udah gue bayar dulu ya.." pamit Radit beranjak dari duduknya.
"Eh Radit!!" Panggil Marsha. Radit pun berhenti dan melirik Marsha.
"Tadi gue bilang sama mbok Jumi. Lo bayar nya sepulang sekolah. Jadi lo bayarnya nanti aja sepulang sekolah." Kata Marsha. Tentunya saja Marsha menahan pria itu, takutnya Radit akan menyadari apa yang dia lakukan.
"Ya udah kalau gitu." Jawab Radit seadanya, pria itu juga melanjutkan langkahnya dan keluar dari kantin.
"Huuh.. untung aja." Gumam Marsha yang hanya dapat didengar Runa.
"Kamu ngerjain kak Radit ya?" Tebak Runa sambil berbisik. Marsha hanya nyengir kuda.
"Ya ampun.." seru Runa menggeleng kecil.
"Kali-kali nggak apa-apa kali Run.. lagian kan dia lebih sering buat aku kesel. Jadi aku bales sekarang." Bisik Marsha.
"Iya deh.. terserah kamu aja. Aku larang juga kamu nggak bakal dengerin kan?" Tebak Runa yang sudah tahu bagaimana sifat sahabatnya itu.
"Oh ya. Btw.. tumben banget kak Radit traktir lo Sha, ada apa emang?" Tanya Sisi.
"Oh itu karna dia kan sering buat gue kesel. Lo tahu ngak kemarin? Dia ngurung gue dikamar, trus nggak kasih gue makan sampai gue pingsan dua kali!! Bayangin deh, jahat banget kan dia.." jelas Marsha singkat.
"Oh.. gitu. Terus traktiran sekarang itu cuman buat minta maaf gitu sama lo?" Tanya Sisi.
"Ya.. bisa jadi." Jawab Marsha.
"Sebenarnya gue iri. Lo yang ditraktir kak Radit, tapi ya.. gue nggak jadiin masalah juga sih. Karena gue kecipratan." Kata Sisi.
"Oh ya.. nanti lo bantu gue mau nggak?" tanya Marsha.
"Bantuin apa nih? kalau yang aneh-aneh gue nggak mau." kata Sisi.
"Nggak aneh kok. Gue cuman mau minta bantu elo buat bagi-bagikan makanan buat anak-anak jalanan." jelas Marsha.
"Idih.. lagi banyak duit ya lo? Mau bagi-bagi sama anak jalanan segala." seru Sisi.
"Enggak juga sih. Cuman ya.. gue lagi dapet rezeki aja, jadi mau bagi-bagi dikit." jawab Marsha.
"Ok deh kalau cuman bantu bagiin mah. Gampang." seru Sisi.
"Ya udah. Lanjutin aja makannya. Lo nikmati aja.." seru Marsha. Sisi dan Marsha pun melanjutkan acara makannya.
Tbc..
__ADS_1
Jangan lupa vomentnya
@fasya1616