Marsha

Marsha
9. Saingan


__ADS_3

Rencana Marsha ternyata tidak sesuai dengan ekspetasi. Yang tadinya Marsha ingin membuat Radit terganggu oleh Sisi yang selalu mengikutinya dan tidak akan mengganggu Marsha lagi, tapi Radit masih bisa saja mencari waktu supaya bisa menganggu Marsha.


"SAKIT RADIT..!!" teriak Marsha kesal, karena sedari tadi pria itu tidak hentinya mencubit pipi chubby Marsha. Entah kenapa lengannya yang biasanya bisa saja memukul Radit, mendadak lemah seperti saat ini.


"Nggak bisa Marsha. Gue itu gemes banget deh sama pipi lo yang gembul ini.." Radit terus menarik kedua pipi Marsha, bahkan sampai memerah.


"Lepasin ih.. kalau enggak gue bakal..-" ucapan Marsha terpotong saat Radit langsung menyahut.


"Apa? Lo bakal apa?" tanya Radit terus mengunyel pipi Marsha dengan gemas. Tanpa aba-aba, langsung saja Marsha menggelitik pinggang Radit dengan dua lengannya yang mungil.


"Hahaha.. Marsha berhenti!! Geli.. Hahaha.." tawa Radit. Tanpa ampun Marsha terus menggelitik pinggang Radit.


"Marsha berhenti ih.. aduh tegang perut gue!! Hahaha berhenti Marsha!!" Radit terus tertawa karena Marsha tak kunjung berhenti menggelitik pinggang Radit.


Karena sudah tak tahan lagi. Radit langsung bergerak cepat dengan menangkap kedua lengan Marsha sambil terengah-engah.


"Kenapa lo diem hah?? Lo nggak bisa lagi gelitikin gue!!" seru Radit dengan nada suara dibuat-buat sangar.


"Karena gue juga capek.." ucap Marsha santai dengan senyuman yang mengartikan sesuatu.


"KAK RADIIIT.." teriak seorang gadis yang begitu dikenali oleh telinga Radit.


"Aduh.. Sial banget sih gue!!" gumam Radit yang langsung saja lari terbirit-birit.


"Kak Radit mau kemana?? tungguin Sisi.." ucap gadis itu yang ternyata memang Sisi dan langsung saja mengejar Radit. Marsha yang melihat Radit lari seperti itu tersenyum senang.


"Makasih Sisi.." teriak Marsha agar Sisi mendengarnya, padahal teriakannya itu sia-sia.


"Ish.. kenapa sih si Radit itu tiap hari ganggu gue terus. Nggak bisa apa dia istirahat sebentar aja gitu gangguin gue!!" gerutu Marsha.


"Mungkin Kak Radit suka sama kamu.." celetuk Funny.


"Nggak mungkin lah.." seru Marsha.


"Kenapa nggak mungkin? Ya mungkin aja Sha. Kayak cerita novel yang sering aku baca gitu loh. Benci jadi cinta.." seru Runa.


"Dasar korban cerita novel!!" kata Marsha membuat Funny dan Runa tertawa.


"Aduh pipi gue jadi panas.." kata Marsha mengipas-ngipas wajahnya.


"Sini aku bantu.." ucap Runa yang langsung mengipasi wajah Marsha dengan buku yang ia bawa.

__ADS_1


"Kantin kuy.. haus nih.." ajak Marsha yang mendapat anggukan dari Funny juga Runa.


Sesampai di pintu kantin, Marsha celingak-celinguk.


"Kenapa Sha?" tanya Funny.


"Hehe.. Nggak apa-apa. Cuman lihat situasi, mana tahuan nanti ada si Radit. Nanti dia ganggu gue lagi.." jawab Marsha.


"Kalau gitu kita duduk dipojokan sana yuk. Biar Kak Radit nggak lihat kamu disini.." seru Runa menunjuk meja kosong yang sedikit tertutup.


"Kalau gitu aku duduk duluan ya.. aku minta tolong beliin teh pucuk yang dingin ya Runa.." seru Marsha menatap Runa penuh harap.


"Iya.. Ya udah sana!! nanti keburu ada Kak Radit." suruh Runa yang langsung saja dipatuhi Marsha juga diikuti Funny.


Tak lama Runa pun datang dan ia tidak sendirian.


"Kalian ke kantin nggak ngajak gue sih?" sahut orang yang datang bersama Runa.


"Kamu kan tadi ngejar Kak Radit.. Gimana kita mau ngajak kamu Sisi?!" seru Funny. Orang itu memang Sisi.


"Nuh Sha.. teh pucuk nya.." sahut Runa memberikan pesanan Marsha tadi.


"oh ya Si.. Lo kesini nggak sama si Radit kan?" tanya Marsha.


"Kalau ada Kak Radit gue nggak bakal kesini nyariin kalian.." jawab Sisi dengan nada emosi.


"Bagus deh kalau gitu" gumam Marsha.


"Ngomongnya biasa aja kali.. nggak usah emosi gitu. Cepet tua nanti.." celetuk Funny.


"Ya habis gue sebel!!" Sisi mendesah kesal.


"Kenapa lagi sih Sisi? Tiap hari aku sering lihat kamu kesal kayak gini. Kenapa? hm?" tanya Runa.


"Gue kesel karena Kak Radit selalu aja


menjauh dari gue. Gue kurang apa coba?! Cantik? Iya. Berkelas? iya juga. Pinter? aku ragu sih. Tapi kenapa Kak Radit menjauh dari gue?? Kenapa Ya Tuhan?? Kenapa??" ucap Sisi dramatis.


"Sabar aja.. Jodoh nggak bakal kemana.." sahut Marsha.


"Tunggu dulu!! selama ini Kak Radit juga lebih suka ganggu elo kan?? Apa jangan-jangan Kak Radit suka sama elo Sha!!" tebak Sisi.

__ADS_1


"Kalau emang iya si Radit itu suka sama gue. Ya.. Gue juga nggak bisa apa-apa.." kata Marsha lalu meneguk teh pucuknya.


"Nggak bisa gitu dong Sha!! Gue udah suka sama Kak Radit duluan.. Lo nggak bisa rebut Kak Radit begitu aja!!" kata Sisi heboh.


"WAIT!! Siapa tadi yang ngomongin pujaan hati gue Radit hah!!" sahut seorang gadis yang datang dengan dua orang lainnya. Menggebrak meja yang ditempati Marsha dan teman-temannya.


"Apa elo hah??" tanya gadis itu menunjuk Marsha


"Heh Yasmin!! Lo pikir aja deh.. Lo juga tahu kalau si Radit itu menyebalkan bagi gue!! buat apa gue ngegibah dia?! Najis tahu nggak!!" kata Marsha dengan santai.


"Lagian ya.. Kalau lo mau cari saingan.. Tuh si Sisi, dia juga suka sama si Radit. Gue ikhlas kok, buat kalian berdua deh si Radit itu!!" kata Marsha.


"Lo ngapain kasih tahu ke dia sih Sha.. Masalah lagi ini mah.." bisik Sisi.


"Gue kan jujur aja Si.." Marsha ikut berbisik.


"Oh jadi elo juga suka sama Radit?? dengar ya.. Lo lebih baik mundur, karena udah dipastikan lo nggak bakal bisa disukai oleh Radit. Dan gue pastikan lo bakal menyesal seumur hidup!!" seru Yasmin dengan percaya diri, ia juga memainkan rambut Sisi.


"Sebesar itu kah keyakinan lo??" tanya Sisi menepis tangan Yasmin.


"Yasmin!! Lo pikir gue takut sama lo?? Lo mau menindas gue gitu?? Hello.. Dalam kamus kepribadian gue nggak ada yang namanya kata takut!! Yang ada lo yang harus berhati-hati sama gue. Lo nggak ingat waktu kita berantem terus masuk ruang BK? Apa lo lupa siapa yang kalah dan mendapat hukuman dari kejadian itu? Dan apa lo lupa, kalau lo ketahuan menindas orang lagi lo langsung bakal di DO? Lo lupa semua itu ya..?" tanya Sisi dengan senyuman kemenangan, ia juga berdiri dari duduknya. Sedangkan Yasmin tampak menghindari tatap mata langsung dengan Sisi dan dua temannya malah menunduk.


"Hei.. Dari pada kalian kayak gini.. mending kalian itu bersaing secara sehat." sahut Funny yang mengudang tatapan Yasmin, Sisi, Marsha, Runa juga dua temannya Yasmin alias Dona dan Vivi.


"Maksud kamu?" tanya Runa.


"Masa nggak ngerti sih.. Maksudnya itu, Sisi sama Kak Yasmin itu berlomba-lomba untuk mendapatkan hati Kak Radit. Dan biar Kak Radit yang memilih, siapa yang berhak berada disampingnya." jelas Funny secara singkat dan padat.


"Bener tuh!! Gue setuju!!" sahut Marsha.


"Itu cukup adil!!" seru Runa.


"Ok.. Siapa takut!!" ucap Sisi menatap Yasmin dengan dagu terangkat.


"Lo pikir gue takut?? enggak kali!!" ucap Yasmin juga dengan kepercayaan diri yang tinggi.


TBC..


Jangan lupa vomentnya dan Follow..


Ig: @fasya1616

__ADS_1


__ADS_2