Marsha

Marsha
6. Funny lagi, Funny lagi!!


__ADS_3

"Udah Sha.. jangan emosi lagi.." ucap Runa menenangkan Marsha yang ia dudukan di bangkunya.


"Aku kesel Runa.. hiks.. Bisa-bisanya si Radit itu buat aku kayak gini. Aku capek lari kesana kemari buat cari kelas. Tapi dia dengan seenak jidatnya jahilin aku!!" Marsha menangis, sebenarnya ia memang ingin menangis dari tadi karena tidak menemukan kelasnya.


"Iya aku ngerti.. Udah jangan nangis lagi ya.. Orang-orang lihatin kita tahu. Kamu jadi sorotan.." seru Runa memeluk sahabatnya itu, ia juga menghapus jejak air mata dipipi chubby Marsha. Mendengar ia jadi sorotan Marsha langsung menghentikan tangisnya dengan paksa, meskipun masih sedikit sesenggukan.


"Apa lo lihat-lihat!!" ucap Marsha pada orang-orang yang menatapnya. Orang-orang yang menatap Marsha tadi pun langsung mengalihkan pandangannya.


"Ya udah.. kamu cari tempat duduk gih. Ini tempat aku." perintah Runa.


"Tapi aku pingin disini sama kamu.." timpal Marsha.


"Aku udah ada teman duduk. Kamu cari yang lain gih.." suruh Runa. Marsha langsung mengalihkan pandangannya pada bangku disebelah ia duduk. Disana sudah ada seorang gadis yang asik dengan bukunya.


"Eh.. Kita pernah ketemu kan? Lo si kacamata, siapa nama lo?? gue lupa." tanya Marsha pada gadis disebelahnya itu.


"Iya.. kemarin kamu yang selamatin aku waktu di bully.." jawab gadis itu sedikit menjelaskan.


"Oh iya.. Funny? nama lo Funny kan?" tanya Marsha memastikan jika tembakkannya tak salah.


" Iya.." jawab gadis itu dengan senyumannya.


"Sha.. sekarang kamu pindah gih. Aku juga mau duduk. Pegel kaki aku tahu..!!" seru Runa.


"Iya iya.. Karena aku lagi baik hati. Aku biarin dia sebangku sama kamu. Aku pindah sekarang.." ucap Marsha berdiri dari duduknya. Kebetulan dibelakang bangku Runa tampak masih kosong, Marsha pun memilih untuk duduk disana.


"Runa.. disini masih kosong kan?" tanya Marsha.


"Iya.. kamu duduk aja." jawab Runa.


"Yeeyy.. masih deket sama kamu.." ucap Marsha langsung membanting bokongnya dikursi. Runa yang mendengar ucapan Marsha tadi hanya tersenyum melihat sahabatnya kembali tersenyum.


Karena tidak ada kegiatan lain. Marsha mengeluarkan ponselnya dan memainkannya.


Tak lama setelah itu seseorang menghampiri Marsha.


"Gue boleh duduk disini nggak?" tanya orang itu.


"Boleh.." jawab Marsha sembari melihat pemilik suara.


"Eh elo Sisi kan ya?" tanya Marsha tersenyum melihat orang yang mendekat itu ternyata Sisi. Gadis centil yang ia temui beberapa hari lalu. sedangkan gadis itu malah melipat mulutnya kedalam, sepertinya si Sisi sedang malas bicara.


"Ya udah. Silahkan duduk.." Marsha mempersilahkan Sisi duduk. Bahkan ia menggeser untuk memberi bangku duduk pada Sisi. Tapi gadis itu masih berdiri tak bergerak.


"Duduk dong Si.. gimana sih lo!! nggak pegel apa!!" Marsha menarik lengan Sisi agar duduk disampingnya.


"Wah.. ternyata kita sekelas ya.. gue jadi bisa pantau elo terus biar nggak ngebully orang lagi." seru Marsha.


"tapi.. kenapa elo telat masuk. apa lo juga tadi kesusahan cari kelas ya kayak gue?!" tanya Marsha.


"E--enggak.. gue nggak kesulitan kok. Cuman tadi gue telat masuk, terus guru langsung antar gue ke sini." jawab Sisi gugup juga kaku.


"Kaku banget sih lo.. Gue nggak bakal gigit lo kali. Santai aja.." seru Marsha santai. Sisi hanya merespon dengan tersenyum kecil.


***


"Runa kantin kuy!!" ajak Marsha.


"Tunggu dulu Sha.. tugas aku belum selesai semua!!" jawab Runa.


"Aku udah laper nih.. cepet dong Run!!" ajak Marsha memaksa.

__ADS_1


"Iya iya ah.. nggak sabaran banget deh!!" ucap guna sedikit kesal.


"Sisi ikut nggak?" ajak Marsha.


"boleh emang?" tanya Sisi.


"iya boleh lah kuy.." ajak Marsha. Sisi tersenyum dan berdiri dari duduknya.


Tiga gadis itu pun keluar dari kelasnya menuju kantin. Namun sebelum mereka sampai kantin, mereka mendengar sesuatu yang janggal dalam sebuah ruang kelas kosong yang mereka lewati. Karena penasaran Marsha dan Runa juga Sisi memutuskan untuk menghampiri ruang itu.


Tampak oleh Marsha, Runa dan Sisi, ada tiga perempuan yang mereka kenal sebagai senior, sedang memukuli seseorang.


"BERHENTI!!" teriak Marsha. Sontak tiga orang itu melirik kearah Marsha dan membuat Marsha juga Runa bisa melihat orang yang dipukuli itu yang ternyata adalah Funny.


"Funny?" ucap Marsha, Runa, dan Sisi serentak.


"Ngapain kalian ke sini?" tanya salah seorang senior itu dengan rambut digerai.


"kakak yang ngapain mukulin dia?" tanya Marsha balik.


"bukan urusan lo!! " sahut salah satu senior itu juga dengan rambut disanggul.


"Sha.. lebih baik kita pergi yuk. Daripada kita kena masalah!! "bisik Sisi.


"Kalau lo takut. Lo aja yang pergi!!" kata Marsha. Meskipun sudah mendapat jawaban dari Marsha, Sisi masih berdiam diri di tempat itu. Karena sebenarnya ia juga ragu meninggalkan Marsha sendirian.


"Tunggu.. lo adiknya Meysha?" tanya yang rambutnya dikuncir satu.


"Iya. Emangnya kenapa?" tanya Marsha. tiga senior itu tersenyum meremehkan.


" Eh bocah..Udahlah mendingan lo pergi sebelum nama baik lo dan nama baik Kakak lo itu jadi jelek!!" kata orang yang bersanggul.


"Apa urusannya sama Kakak gue? Lagian ya kalau kalian jelek-jelekin nama gue ataupun kakak gue, nggak bakalan ngaruh. Yang ada kalian sendiri yang bakal malu bukan gue. Belum lagi mungkin kalian bakal diskors dan yang lebih parahnya lagi kalian di DO dari sekolah!!" kata Marsha santai.


"Oh ya? Seyakin itu kah kalian bisa merusak nama baik gue? Siapa sih nama kalian?" tanya Marsha sedikit menyipitkan matanya untuk melihat nama mereka pada nametag yang terpasang dibaju mereka.


" Yasmin, Vivi juga Dona. dengar ya kalian bertiga!! Gue punya bukti loh kalau kalian yang nge-bully Funny bukan gue!!" seru Masha masih dengan gaya santainya. Ketiga senior itupun marah dengan sikap santai Marsha. Apalagi Marsha menyebut nama mereka secara langsung, tidak menggunakan embel-embel Kakak.


"Sialan!! pukul dia!!" perintah Yasmin si rambut bergerai emosi. Langsung saja dituruti oleh Vivi si rambut dikucir. Vivi berjalan dengan cepat kearah Marsha.


Dengan persiapan juga perkiraan yang matang Marsha berhasil menghindar dari Vivi, sedangkan si Vivi itu malah tersungkur. Marsha pun tertawa.


"AWAS YA LO!!" teriak Dona yang bersanggul, ia juga mendekati Marsha dan menjambak rambutnya. Marsha hanya diam. Ia memang sengaja membiarkan tiga senior nya itu untuk memukulnya sedikit. Marsha bahkan masih bersikap santai, karena ia sudah terbiasa bertengkar seperti ini pada saat zaman SMP. apalagi kalau bukan Marsha ikut campur urusan orang orang yang mem-bully orang lemah.


"MARSHA!!" teriak Sisi kaget. dengan tiba-tiba Yasmin juga malah menyerang Sisi dengan menjambaknya.


"aww... Kak gue nggak ikutan sumpah. Sakit kak ampun.." kata Sisi menahan rasa sakit pada kepalanya.


"oh ya? tapi sayangnya gue nggak percaya!!" seru Yasmin tambah menarik jambakannya. Sisi tak terima, padahal ia sudah meminta ampun tapi Yasmin tak mendengar. Ikut emosi, Sisi juga menjambak rambut Yasmin yang tergerai dan terjadilah saling jambak menjamak antara Yasmin dengan Sisi.


Marsha yang sudah dari tadi diam, ia mulai jengah, dengan satu kali gerakan Marsha mendorong Dona hingga tersungkur. dan untungnya juga Sisi kuat dan bisa mengalahkan Yasmin yang ikut tersungkur. sedangkan si Vivi hanya bisa menonton begitu juga dengan Funny.


"SEBARIN VIDEONYA SEKARANG!" teriak Marsha yang bertujuan untuk memberitahu Runa yang sudah merekam sebelumnya. Runa yang mendengar langsung saja mematuhi apa yang diperintahkan Marsha. Yasmin, Vivi dan Dona yang tidak mengerti hanya mengabaikan saja.


" Gue rasa masalah ini selesai. Karena kalian yang nyerang gue duluan, kalian bakal tahu akibatnya! "kata Marsha membenarkan rambut nya yang acak-acakan, ia pun pergi mengajak Sisi juga menarik lengan Funny yang hanya berdiri diam.


Marsha menarik Funny ke ruang UKS yang diikuti Sisi dan tak lama Runa datang.


"Sha.. kamu nggak apa-apa kan?" tanya Runa khawatir.


"Aku baik-baik aja Run, tapi Funny nih lihat deh ujung bibirnya berdarah." jawab Marsha.

__ADS_1


"Ya ampun biar aku obatin ya.." ucap Runa pada Funny.


"Nggak usah aku bisa sendiri kok" kata Funny.


"Udahlah nggak usah sungkan. Biar Runa obatin elo. sok tegar banget sih.." celetuk Marsha.


"Makasih.." seru Funny.


"tapi kamu Sisi? kamu nggak apa-apa?" tanya Runa pada Sisi yang asik main ponsel.


"Gue baik-baik aja kok. Santai aja.." jawab Sisi kembali memainkan ponselnya.


"Tapi kenapa sih lo kena bully terus? Kemarin Sisi sekarang tiga senior itu. Ada apa sih sama orang-orang yang ngebully lo itu?" tanya Marsha pada Funny.


"Tadinya kakak senior itu nyuruh aku buat belikan pesanannya. Tadinya aku yakin kalau barang yang aku bawa dengan pesanan mereka itu benar, tapi mereka bilang barang yang aku bawa salah dan memaksa aku untuk menggantinya. sedangkan aku enggak punya uang untuk menggantinya." jelas Funny.


"Dengan kata lain kalau di palak kan?" Funny hanya diam.


"Ya elah.. Funny.. Funny.. kenapa lo nggak ngelawan sih hah!!" kata Marsha kesal melihat sikap Funny yang hanya pasrah di bully.


"Mereka mengancam aku.. kalau aku nggak nurutin mereka. Mereka bakal buat nenek aku malu. Aku ini orang nggak punya jadi aku hanya bisa menuruti apa kata orang-orang" kata Funny menunduk, matanya juga berkaca-kaca.


"Gue tahu lo bukan orang yang punya segalanya. Tapi lo harus bisa tunjukin sama semua orang kalau lo itu nggak bisa diinjak-injak sama mereka hanya karena lo nggak punya harta yang melimpah kayak. lo harus kuat, lo harus tegas!! Jangan hanya pasrah!! kalau hidup kayak gini lu bakalan bunuh diri karena nggak tahan!!" kata Marsha berapi-api. Funny yang mendengar itu menatap Marsha tak percaya. Ternyata masih ada orang yang peduli dengannya, memberinya semangat juga inspirasi.


"Kamu benar Marsha. Seharusnya aku melawan mereka bukan hanya pasrah dan membiarkan mereka menginjak injak aku. seharusnya juga aku buktikan pada mereka kalau aku tidak lemah. Baiklah kalau begitu, esok hari aku akan lawan mereka!!" kata Funny dengan bersungguh-sungguh.


"Nah gitu dong itu baru yang namanya semangat.." kata Marsha.


"Eh lihat deh!! Ada video kita lagi berantem sama senior tadi!! Wih.. gila viwers nya langsung banyak. tapi lo kok nggak ngelawan Sha?" celoteh Sisi.


" Sengaja. Biar mereka yang kena hujat netizen +62. hahaha" tawa Marsha.


"tapi.. ni video kapan diambilnya? secara ini baru tadi banget kan!!" tanya Sisi.


"Gue itu nggak ****!! Tentu aja gue suruh sahabat gue yang tercantik ini ambil video nya.. Dan kita yang jadi pahlawannya.." jawab Marsha memeluk Runa yang masih mengobati Funny.


"iya.. kalian enak. padahal yang paling berjasa itu aku.." seru Runa.


"Apa jangan-jangan. waktu gue malak Funny Runa juga yang rekam?" tanya Sisi.


"Betul itu..!!" jawab Runa dan Marsha serentak.


"nyebelin banget sih kalian.." kata Sisi. sedangkan Marsha dan Runa pura-pura tidak mendengar.


"Perhatian kepada siswi kelas XI bernama Yasmin, Vivi dan Dona diharap datang keruang BK. Juga siswi kelas X bernama Marsha, Sisi dan Funny juga datang keruang BK. Terima kasih.. " seru suara seseorang yang keluar dari speaker disetiap sudut sekolah.


"Lah.. kok kita dipanggil ke ruang BK juga. padahal kan yang buat masalah tiga senior itu." seru Sisi.


"palingan kita jadi bakal ditanyai dikit. Pastinya mereka yang kena hukuman.." jawab Marsha.


"Ya udah kalian keruang BK gih!!" suruh Runa yang sudah selesai mengobati Funny.


"Berarti nggak jadi kekantin dong!!" protes Marsha.


"Udah.. nanti aku beliin makanan sebelum masuk. Nanti aku tunggu kalian dikelas aja ya.."


"Ok deh.." jawab Marsha dan Sisi sedangkan Funny hanya diam.


TBC...


Jangan lupa vomentnya dan Follow..

__ADS_1


ig: @fasya1616


__ADS_2