
"Eh eh.. kalian udah tahu nggak??" tanya Sisi yang baru datang dengan heboh.
"Ada apa emang??" tanya Marsha.
"Tiga senior yang waktu itu berantem sama kita itu loh Sha. Mereka diskors, terus ya.. kalau mereka ngebully orang lagi, mereka bakal di DO terus di blacklist namanya.." jelas Sisi dengan senang dan semangat yang berapi-api.
"Bagus dong kalau gitu. Tapi kamu tahu darimana berita kayak gini?" tanya Runa.
"Gue nguping. Si Funny kan pergi keruang BK tuh buat jelasin dan nggak sengaja gue denger pembicaraan mereka." jawab Sisi.
"Terus apa lo tahu? mereka bakal bawa Funny ke rumah sakit atau enggak?" tanya Marsha.
"Itu mah gue nggak tahu.. lagian pas gue denger itu udah ditengah pembicaraan.." jawab Sisi. Tak lama Funny datang kedalam kelas.
"Eh itu Funny datang..!!" seru Runa. Funny pun berjalan kearah mejanya dan duduk disamping Runa.
"Gimana Pung!! Mereka kena hukuman kan??" tanya Marsha antusias. Padahal Marsha sudah dapat jawaban dari Sisi sebelumnya.
"Pung??" tanya Sisi dan Runa bingung.
"Hehe.. gue kasih nama panggilan khusus buat Funny, yaitu Pung. Nggak apa kan Pung?." tanya Marsha melirik Funny. Sisi, Runa hanya ber-oh ria, sedangkan Funny mengangguk membolehkan Marsha memanggil nya dengan sebutan Pung.
"Jadi gimana??" Tanya Marsha ke pertanyaan awal.
"Ya gitu.. Sesuai keinginan kamu Sha.." jawab Funny. Marsha tersenyum senang.
"Terus apa mereka bakal bawa kamu kerumah sakit nanti, buat obati luka kamu?" tanya Runa.
"Aku menolak pergi ke rumah sakit." jawab Funny.
"Kok lo tolak?? Nanti lo bisa diperiksa luka lebam di badan lo itu parah atau enggak!! " Marsha protes.
"Nggak parah kok Sha.. lagian lukanya udah mau sembuh. Jadi menurut aku nggak perlu kerumah sakit. Tapi kata orang tua Kak Yasmin, mereka bakal tanggung jawab dengan biaya rumah sakit untuk dua orang yang disebutin Kak Tiara kemarin." kelas Funny.
"Bagus deh kalau gitu. Tapi kondisi kamu benar-benar baikkan?" tanya Runa. Funny menjawab dengan tersenyum.
"Kantin kuy. Laper nih.. nanti bel masuk lagi.." ajak Sisi.
"Kuy..!!" sahut Marsha. Empat gadis itupun pergi kekantin.
Di kantin terlihat begitu ramai. Begitu lama Marsha dkk mendapat bakso pesanannya. Setelah bakso mereka sudah ditangan, tentunya empat gadis itu mencari tempat duduk. Untungnya mereka dapat tempat duduk yang berada dipojokkan.
"Huuh.. panas banget ya disini.." Sisi mengeluh.
"Ya wajarlah Si.. lagian kantin lagi rame juga.." seru Runa.
__ADS_1
"Selamat makan bakso!!" seru Marsha. Namun, belum juga Marsha menyuapkan bakso ke mulutnya. Tiba-tiba sebuah tangan langsung menarik mangkok baksonya. Dan betapa kesalnya ia mengetahui pemilik tangan itu.
"RADDIIIIITT!!!" teriak Marsha.
"Balikin bakso gue!!" Marsha mengejar pria itu yang berlari menghindari Marsha.
"Gue itu senior lo!! panggil gue Kak Radit!!" seru Radit.
"Ogah!! Balikin bakso gue ****!!" Marsha terus mengejar pria itu.
" Kalau lo nggak panggil gue Kak Radit, gue nggak bakalan balikin baksonya." Radit juga kekeuh ingin sekali dipanggil dengan embel-embel Kakak oleh Marsha.
"Nggak mau!! balikin baksonya!!" Marsha juga begitu keras kepalan. Dan tanpa disangka-sangka..
Praaannngg..
Kaki Radit menginjak kulit pisang yang membuat nya terjatuh. Begitupun semangkok bakso yang ia pegang tumpah, dan betapa sialnya kuah bakso itu mengenai pakaian sekolah pria itu. untungnya kuah bakso itu sudah dingin, jadi Radit tidak akan lebih menderita lagi.
"Ahahaha.. syukurin !! Emang enak jatuh kayak gitu. Makanya jangan iseng jadi orang!! Langsung dapat karma kan?!" Marsha tertawa. Beberapa orang disekitar juga ikut tertawa kecil, tak berani menertawakan Radit seperti Marsha yang tertawa dengan lepas.
Marsha yang merasa puas menertawakan Radit pun, kembali lagi ke meja dimana teman-temannya berada.
"Sial!!" gerutu Radit. Karena pria itu merasa malu, ia langsung saja pergi ke toilet dan membersihkan bajunya.
Setelah membersihkan bajunya itu, rasanya tidak mungkin juga Radit memakai baju yang basah. Pria itu memutuskan untuk meminta bantuan Yogi agar membelikannya baju di ruang tata usaha.
Yang tak lama Yogi datang dengan baju pesanan Radit ditangannya.
"Kok lo malah mandi disekolah Dit? Lo belum mandi dirumah ya tadi..??" canda Yogi.
"Sialan lo!!" timpal Radit tambah kesal.
"Ya elah Dit.. makanya jadi orang jangan iseng. Lo harus ingat satu hal ya. Kalau si Marsha udah kesel sama satu orang, dia bakal cap orang itu sebagai orang yang dia benci sebisa usahanya." kata Yogi.
"Sebisa usahanya? Maksud lo?" tanya Radit bingung.
"Ya maksudnya sampai rasa benci itu hilang sendiri." jawab Yogi.
"Lagian elo mah.. gue kan mau comlangin elo sama dia, kenapa lo cari masalah sama dia coba? lo bilang lo bosen ngejomblo.. ya kan?" tanya Yogi.
"Ya.. gue rasa seru aja kalau buat si Marsha itu kesel. Kan ada cerita benci jadi cinta. Mana tahuan, pertamanya si Marsha itu benci gue terus dia bakal suka sama gue. Ya kan bisa aja terjadi kan!!" ucap Radit bangga.
"Iya deh terserah lo.." timpal Yogi malas.
Sedangkan diwaktu bersamaan di tempat Marsha berada, gadis itu masih merasa kesal. Karena bakso yang ia beli, sedikit pun belum ia cicipi. Dan lagi Marsha menunggu lama untuk memesan bakso itu.
__ADS_1
"Kok murung gitu? Bukannya kamu tadi udah seneng ngeliat Kak Radit jatuh?" tanya Runa.
"Emang seneng tapi kan bakso yang tadi belum aku makan sedikitpun. "keluh Marsha.
"Ya udah nih makan punyaku" Runa menyodorkan semangkok bakso nya yang sudah ia makan separuh.
"Emang kamu udah kenyang?" tanya Marsha.
"Udah kok sana makan aja bentar lagi bel masuk!!" kata Runa. Marsha pun meraih mangkok Runa dan memakan sisa bakso itu.
"Sisi!!" panggil Marsha. Sisi pun langsung menatap Marsha.
"Kenapa Sha?" tanya Sisi.
"Elo suka kan sama si Radit?" tanya Marsha.
"Iya. Emang kenapa?" tanya Sisi balik.
"mau nggak lu bantuin gue?"
"bantuin apa emang?"
"bantuin gue buat gangguin si Radit itu." kata Marsha.
"Lo kan tahu gue suka sama Kak Radit. Nggak mungkin lah gue bantu elo buat ganggu dia.." tolak Sisi.
"Ganggu nya nggak bakal buat dia menderita kok percaya deh.." seru Marsha.
"Ganggu dia tapi nggak sampai menderita?? maksud lo??" tanya Sisi bingung.
"Udah deh ya.. lo nggak perlu banyak tanya. Yang jelas lo harus terus deketin si Radit. Maksud nya, karena lo suka sama dia lo pasti kejar dia kan?" tanya Marsha.
"Ya pastilah.. Gue bakal terus kejar Kak Radit sampai dia juga suka sama gue.." ucap Sisi semangat.
"Ya itu.. makanya lo harus terus deketin si Radit, biar dia nggak ganggu gue. Disisi lain lo deket sama si Radit dan disisi lain lo juga bantu gue.." ucap Marsha.
"Iya juga ya.. Kalau bantu lo dengan cara kayak gini baru gue mau.." ucap Sisi.
Sisi nggak sadar kalau dengan dia deketin si Radit itu, bakal ganggu tuh cowok. Kelihatan juga kalau si Radit emang nggak suka sama Sisi dan hal ini bisa gue manfaatin..- batin Marsha tertawa senang dalam hati.
TBC...
Jangan lupa vomentnya..
Ig: @fasya1616
__ADS_1