Marsha

Marsha
5. Cari kelas..!!


__ADS_3

"Huuuh.. Akhirnya selesai juga PLS.. Capek aku.." ucap Marsha telentang diatas kasur milik sang sahabat.


"Ya.. Alhamdulillah.." seru Runa meletakkan tasnya diatas meja belajarnya.


"Besok kita mulai belajar ya Run?" tanya Marsha merubah posisinya jadi duduk.


"iya lah Marsha.." jawab Runa.


"Kita bakal sekelas nggak ya?? aku harap kita


sekelas terus sebangku lagi kayak kita SMP." ucap Marsha membanting tubuhnya ke kasur lagi.


"Aku nggak mau sekelas lagi sama kamu.." sahut Runa menahan senyum nya.


"Kok gitu??" tanya Marsha tak terima. Ia juga kembali mendudukkan dirinya.


"Aku bosan tahu, sama kamu terus!! Aku pingin punya teman baru. Bukan cuma kamu aja.." ucap Runa santai sambil membuka hijabnya. Runa memang terbiasa membuka hijab didepan sahabatnya itu. Hanya orang tua dan Marsha yang sering melihat Runa tanpa hijab.


"Hem.. Bilang aja mau cari temen baru yang bisa jadi pendamping kan??!!" tanya Marsha menggoda sahabatnya itu.


"Ihh.. Enggak ya.. Mana ada!!" kata Runa dengan wajah memerah.


"Maca cih..?? Kalau enggak kok mukanya merah gitu??" Marsha terus menggoda Runa.


"Enggak Marsha ih.. Apa-apaan sih.."


"RUNA MAU CARI TEMAN PENDAMPING HIDUP.. HAHAHA.." tawa Marsha meledak melihat wajah sahabatnya itu tambah memerah.


"Awas ya kamu.." Runa mengejar Marsha yang langsung lari. mereka pun kejar-kejaran dikamar Runa, kadang kala Marsha maupun Runa saling melempar bantal. Membuat kamar itu menjadi acak-acakan.


Sungguh menyenangkan cerita persahabatan mereka.


"Astaghfirullah.. Runa!! Marsha!! ini kenapa kamar berantakan gini?!." Umi Citra alias ibunya Runa datang. Otomatis membuat Marsha dan Runa terhenti dari kegiatan nya.


"Hehe maaf Umi.. nanti Marsha bantu Runa beresin deh.." Marsha cengengesan.


"Kenapa kalian lari-larian tadi?? jadi berantakan kamarnya kan?! " ucap Umi Citra.


"Maaf Umi nanti Runa beresin deh." seru Runa menunduk.


"Ck.. kalian ini. Ya udah.. cepat bereskan. Umi udah siapin makanan tuh. Kalian langsung makan nanti ya.." ucap Umi ramah.


"Iya.. makasih Umi. Umi Citra emang yang terbaik.." seru Marsha dan Runa memeluk pinggang Umi Citra. Marsha memang terbiasa memanggil ibunya Runa dengan sebutan Umi, juga Marsha sering menganggap ibu dari Runa itu sebagai ibunya juga.


" Nanti kalian langsung makan ya. Oh ya.. Umi juga mau keluar dulu, kalian dirumah aja kan??" tanya Umi Citra.


" Iya Umi..kita dirumah aja." jawab Runa.


" Ya udah.. Umi pamit dulu ya.. " pamit Umi Citra. Wanita berhijab itu juga mengecup kening kedua gadis didepannya sebelum pergi.


***


Esoknya. Marsha bersama Runa memasuki lingkungan sekolah seperti biasa. Sebelum memasuki kelas dan memulai pelajaran, semua murid ajaran baru dikumpulkan dilapangan.

__ADS_1


"Selamat datang untuk murid ajaran baru!!" sambut dari seorang ketua OSIS didepan panggung.


"Yeeeeeyyy.." Teriak senang semua murid ajaran baru. Tak lupa dengan tepuk tangan yang meramaikan lapangan.


Sedangkan Marsha memilih untuk menutup kedua telinganya dengan wajah datar. Jujur saja, ia memang tidak suka keributan.


"Oke.. adik-adik semuanya bisa mulai mencari kelas kalian masing-masing ya. Kami sudah menempelkan nama kalian disetiap jendela ruangan kelas. Jika kalian tidak menemukan nama kalian pada satu ruangan, kalian harus segera mencari lagi diruangan lain. Dalam hitungan ketiga kalian harus langsung lari dan cari kelas kalian. Siap semuanya..??" tanya Yogi dengan semangat.


"SIAP KAAAAKK..!!" teriak para murid baru.


"SATU... DUA... TIGA.."


Otomatis semua orang dilapangan langsung berlarian untuk mencari ruang kelas masing-masing. Sedangkan Marsha malah terduduk dilapangan, karena tertabrak oleh orang-orang yang berlarian. Runa? Jangan tanya lagi. Gadis itu juga sudah ngacir entah kemana.


Dengan perasaan yang kesal. Marsha berjalan menuju ruang kelas terdekat. Ia mulai mencari namanya meskipun sedikit kesulitan.


"Yah.. nama aku nggak ada disini!! Sedangkan Runa ada. Berarti aku sama Runa nggak sekelas dong.." mimik wajah Marsha tambah cemberut. Ia kembali berjalan, lebih tepatnya berlari keruang kelas lain. tapi tetap saja tidak ada namanya.


beberapa menit kemudian, seluruh siswa baru sudah masuk pada kelas mereka masing-masing, namun berbeda dengan Marsha yang masih berlarian di koridor kelas mencari namanya.


"Aduuhh.. kelas ku dimana sih. dari semua kelas kok nggak ada nama aku yang tertera!!" Marsha mengeluh. Ia benar-benar sudah lelah. Berkali-kali ia bolak-balik mencari namanya, Namun tak ada satupun ruang kelas yang tertera namanya.


Marsha sudah lelah. Kakinya bergetar karena lelah. Apalagi beberapa menit lagi wali kelas akan masuk ke setiap kelas. Rasanya Marsha


ingin sekali menangis.


Ia pun memutuskan untuk mendatangi ruang kelas dimana Runa berada. Sesampai diruang kelas ia hanya berdiri dilubang pintu. Runa yang melihat keberadaan Marsha, menghampiri gadis itu.


"Gimana? Apa udah ketemu ruang kelasnya? " tanya Runa. Marsha menggeleng sebagai jawaban.


"Mana kutahu!! Aku udah capek Run." ucap Marsha lemah. Tampak oleh Runa, jika tubuh Marsha bergetar. Runa tahu jika Marsha memang memiliki tubuh yang sedikit lemah. Jika ia kepanasan lama-lama, Marsha akan merasa pusing dan jika ia kecapean atau kedinginan tubuh Marsha akan bergetar.


Runa pun membawa Marsha untuk duduk di bangku yang ada di koridor sekolah.


"Loh kalian kok masih diluar? Kenapa belum kedalam kelas?" tanya seorang laki-laki yang nyatanya Yogi. Pria itu memang mendatangi setiap kelas untuk melihat apakah seluruh siswa baru sudah menemukan kelasnya.


"Marsha belum tahu kelasnya di mana Kak? " jawab Runa.


"Lah? bukannya kamu ditempatin di kelas ini??" tanya Yogi menunjuk kelas dimana Runa di tempatkan.


"Enggak kak.. kalau aku dikelas ini pasti nama aku ada di daftar absen yang nempel di jendela itu.." jawab Marsha.


"Kalau gitu kamu tunggu bentar ya.. biar kakak bantu kamu cari kelas kamu." kata Yogi dengan senyuman ramahnya seperti biasa.


"Beneran Kak?" tanya Marsha kembali semangat.


"Heem.. Kamu tunggu bentar ya. Kakak pergi sekarang!!" pamit Yogi.


"Iya kak.. Makasih Kak Yogi.." ucap Marsha. Yogi hanya tersenyum untuk merespon.


Tak lama setelah itu, Yogi datang dengan membawa seluruh buku absen.


"Nih.. Kakak udah bawa buku absen dari setiap kelas. Kita cari sama-sama ya.." kata Yogi.

__ADS_1


"iya kak.." jawab Marsha dan Runa bersamaan. Merekapun mulai menyusuri setiap buku. Belum lama, Yogi sudah menemukan nama Marsha dalam buku absen yang ia pegang.


"Marsha.. lihat deh!! Ini nama kamu kan??" tanya Yogi dengan menunjukkan buku absen tersebut.


"Iya kak.. ini nama aku.." jawab Marsha.


"Kamu di kelas ini. sama kayak Runa.." seru Yogi.


"Tapi kak.. kok disana nggak ada!!" tunjuk Marsha pada jendela yang ditempeli kertas.


"Masa sih? Coba di lihat lagi.." suruh Yogi. Marsha pun melakukan apa yang disuruh Yogi. Dengan teliti gadis itu mencari namanya.


"Hhaaa.. ini dia ketemu.." kata Marsha. Runa dan Yogi menghampiri.


"Tapi kok kayak pakai tip-x ya?" tanya Runa.


"Iya ini pakai tip-x!! siapa sih yang jail??!!" Marsha mulai marah.


"Wah.. udah ketemu ya kelas nya??" sahut seseorang yang membuat Marsha, Runa dan Yogi menatap si pemilik suara.


"Radit?" gumam Yogi.


"Kak Radit??" gumam Runa dan Marsha.


"Maksud Kakak apa? oh.. apa jangan-jangan elo sengaja hapus nama gue pakai tip-x?" tanya Marsha dengan emosi.


"Kalau iya gimana??" tanya Radit santai.


Karena sudah marah tingkat tinggi, Marsha langsung menyerang Radit dengan pukulan-pukulan pedasnya.


"Marsha berhenti!! Sha.. udah!!" Runa terus berusaha untuk melerai. Sedangkan Yogi asik menyaksikan. Dan Radit yang menjadi korban hanya bisa mengaduh kesakitan.


"Marsha!! Udah!!" bentak Runa yang akhirnya menghentikan Marsha.


"Udah Marsha lebih baik kita ke dalam." bisik Runa langsung menarik lengan Marsha tanpa menunggu jawaban dari Marsha. sebelum manusia masuk ke dalam kelas, iya menatap Radit dengan tatapan tajam.


"Gimana? Enak di pukulin??" tanya Yogi.


"Sialan lo!!" ucap Radit kesal.


"Makanya jadi orang jangan iseng. Lihatkan akibatnya.." nasihat Yogi.


"Btw.. Cewek tadi itu adiknya Meysha loh!! Yang gue ceritain kemarin!!" kata Yogi.


"Hah? Seriusan lo?" tanya Radit tak percaya. Yogi mengangguk sebagai jawaban.


"Gimana? Emang imut kan?" tanya Yogi dengan senyuman mengembang.


"Iya sih gue suka.."kata Radit dengan tersenyum.


Suka jailin nya..- batin Radit.


TBC..

__ADS_1


Jangan lupa vomen dan juga follownya..


Ig: @fasya1616.


__ADS_2