
Haaaay.... haaay.... haaaay.....
Balik lagi diceritanya "MASA MUDAKU"
Bantu VOTE, LIKE and COMEN yaaa guys...
Sebelum kecerita, gue berterimakasih dulu nih udah sempetin mampir 😘
Maaf kalau ada TYPO yaaa, Maklum. namanya juga manusia, juga ada salahnya 😂
.
.
.
.
#Happy Reading
**
3 Hari sebelum keberangkatan kepuncak
#Kediaman Rumah Pradipta
"Abang, sabtu ini kita berangkat kepuncak "Ucap ayah disela makan malam.
"Ngapain kepuncak yah "Tanya nanda minta penjelasan.
"Kok ngapain sih bang " Ucap bunda membuat nanda bingung.
"lah kan nanda nggak tau bun mau ngpain kepuncak " Ucap nanda
"Emang ngapain sih yah "Tanyanya lagi.
"Jodohin abang sama anak buk eni yang dipuncak " Ucap ayah lolos membuat nanda tersedak makanannya.
Uhuuk... Uhuuuk...
"Hati hati dong bang makannya, sampai kesedak gitu " Kata bunda sambil menyodorkan minuman pada nanda.
"Gimana nggak kesedak bun, kemaren bilangnya mau jodohin nanda sama dinda, sekarang malah sama anak ibuk eni yang dipuncak. Emangnya nanda barang apa, di opor kesana kemari "Cerocos nanda kesal.
Haahahhaah.... " Tawa kedua orang tua nanda pun pecah mendengar celotehan anak semata wayangnya.
"Kok ketawa sih bun, yah. Abang serius ini, kalau ayah jodohin abang sama anak ibu eni, abang bakalan minggat dari rumah "Ancam nanda yang sudah mulai kesal.
"emang berani ninggalin bunda " Tanya bunda disela ketawanya.
"Berani " Ucap nanda lantang.
Mendengar penuturan nanda, bunda langsung terdiam. Ia tidak mau anak semata wayangnya harus lari dari rumah karna perjodohan yang tidak mungkin ada.
Karna takut bercandaan ayah di anggap serius, dengan sigab bunda langsung memberi kode agar tidak bercanda lagi.
"Hmmmm.... Ayah bercanda "Ucap ayah menepuk pundak nanda.
"Nggak lucu yah, hati ini " Kata nanda masih dengan rasa kesal.
"Oke.. oke.. kali ini ayah serius, maafin ayah yang tadi oke "ucap ayah
"iyaaa yah, Abang maafin, asalkan perjodohan dengan dinda nggak dibatalin " Kata nanda tanpa rasa malu
__ADS_1
Toni dan Lia hanya mengeleng melihat kelakuan anaknya. Sampai segitu bucinnya sama dinda.
"ngapain kita kepuncak.? " Tanya nanda lagi
"Untuk acara lamaran kamu dengan din... "Nanda pun langsung memotong ucapan ayaaah nya.
"Beneran yaaah, serius " Ucap nanda semangat
Pletak...
"Orang tua belum selesai ngomong malah ditikung "Ucap bunda kesal sekaligus geli melihat kelakuan anaknya.
Aduuh bun, sakit ini " Ucap nanda mengaduh.
Toni yang melihat pertengkaran kecil antara ibu dan anak hanya ketawa geli melihat kelakuan anaknya yang udah bucin itu.
"Gaak sabar nih Untuk kawin sama dinda "Ucap nanda tanpa sadar karna semangatnya.
" Astafirullah bang ighstifar... "Perkataan bunda membuat nanda bingung.
"Bagus, ntar kalau udah kawin langsung ayah nikahin " Ucap ayah langsung mendapat pelototan dari bunda.
"Nikah dulu.!! Baru kawin.!! "Teriak bunda dengan kesal.
"Biar cepat dapat cucu bun, emang nggak mau apa gendong cucunya " Timpa ayah mengedipkan matanya kebunda.
"Anak sama bapak nggak ada akhlak emang "Kesal bunda meletakkan piring sisa makanan ke wastafel.
Nanda pun langsung tersadar dengan apa yang diucapnya tadi, hal itu membuatnya amat sangat malu kepada kedua orang tuanya.
Dengan langkah besar nanda pergi menuju kamarnya, karna takut mendapatkan godaan dari sang ayah atas ucapan memalukan nya tadi.
.
.
.
.
"Gini sayang, mamih, papih, tante sama om udah sepakat buat jodohin kalian berdua “ucap mamih yang membuat gue juga nanda saling berhadapan.
"Dan besok Hari dimana nanda akan Melamar kamu "Timpa papih
"Jangan bercanda deh mih, pih " Ucap gue cemas, karna gue belum siap untuk dijodohkan. Apalagi dengan orang yang nggak pernah terfikirkan sama sekali dengan gue.
"Kita nggak bercanda sayang, ini udah kesepakatan kita, " ucap mamih
"Kalian dari kecil sudah kami jodohkan, jadi papih berharap, adek mau terima perjodohan ini " Ucap papih
"iyaaa sayang, tante sama om hanya mau kamu yang jadi menantu tante, mau ya nak. "Bujuk lia
Air mata yang sedari tadi gue tahan akhirnya luruh juga, nggak habis fikir sama jalan pikiran kedua orang tua gue termasuk tante sama om toni.
Apa nggak bisa gue sendiri yang nentuin kebahagiaan gue.? kenpa mereka seenaknya jodohin gue walaupun itu dengan nanda.
"Ta-- tapi mih, pih, din-- dinda ka--n masih sekolah " Ucap gue sesegukkan.
"Ini baru lamaran sayang, belum nikah. turutin sekali ini saja permintaan mamih, mamih sama papih hanya bisa percayain nanda buat jagain kamu " Kata mamih lembut yang menggenggam tangan dinda.
Nanda yang sedari tadi hanya memperhatikan pembicaraan mereka akhirnya bukak suara.
"Boleh nanda bawa dinda sebentar om, tan " tanya nanda dibalas anggukkan oleh orang tua dinda.
__ADS_1
Nanda pun langsung mengenggam tangan dinda dan mengajaknya ketaman belakang. Dengan hati hati nanda menuntun dinda untuk duduk di bangku dekat kolam renang.
"Gue tau lu nggak bisa terima perjodohan ini, bahkan gue juga gitu" terang nanda yang duduk bersebelahan (Nggak bisa terima lo nolak perjodohan ini) "Sambungnya membathin.
"Tapi gue belum siap" Cicit dinda
"Emang lo pikir gue siap.? enggk, gue sama kayak lo. Tapi gue bisa apa, ini udah kemauan orang tua lo sama orang tua gue (Juga kemauan gue) dan gue juga nggak bisa nolak permintaan orang tua gue.
Helaan nafas berat keluar dari mulut dinda, mau bagai mana lagi, sekeras apapun ia menolak perjodohan ini bakalan tetap dilangsungkan oleh orang tuanya. Dengan mengambil keputusan yang berat akhirnya dinda mengalah dan menyakinkan diri kalau ini yang terbaik.
Okey... Gue bakalan terima perjodohan ini, ini semua gue lakukan demi papih dan mamih gue, sama kayak lo. Demi orang tua kita. "Final dinda lalu berjalan menuju ketempat orang tua berada.
Mendengar keputusan dinda yang akhirnya menerima perjodohan membuat senyum nanda mengembang, mengikuti langkah dinda yang lebih dulu menyusul orang tua mereka, dari belakang nanda terus memandangi punggung dinda lalu berbisik "Calon Istriku" dengan senyum yang masih melekat di bibir tebalnya.
.
.
.
.
**
Pagi pun datang, suara kicauan burung dan sinar matahari yang menembus sela jendela membuat gue terbangun dari tidur. Meraih benda pipih yang berada dinakas sebelah tempat tidur dan menghidupkannya.
Foto yang sudah beberapa tahun belakangan ini yang selalu menghiasi layar ponselnya, dengan wajah sendu dinda berkata
"Adeek bakalan dilamar sama cowok lain tae, Cowok yang mirip tae versi indonya. Ikhlasin adek ya. mungkin dikehidupan ini adek nggak dijodohkan sama tae, tapi dikehidupan berikutnya semoga tae jadi jodoh adek" Ucapnya
Tok.. Tok.. Tok...
Suara ketukkan pintu membuat dinda mengalihkan pandangannya.
Ceklek..
''Udah bangun sayang" Ucap mamih masuk menghampiri anaknya.
"He'em" ucap dinda dengan senyum yang dipaksakan.
"Mamih tau kamu kecewa, tapi kamu percaya ini semua mamih lakukan demi kebaikkan kamu" Ucap mamih sambil memeluk dinda.
"iyaa, adek percaya sama mamih"
"Terimakasih sayang, yaudah sekarang kamu mandi, sebentar lagi mbak yang akan merias kamu bakalan datang" yang dibalas dengan anggukkan oleh dinda.
"Mamih kebawah dulu mau bantuin tante lia"
"Iyaa mih"
Setelah mamih pergi, dinda pun terdiam sehingga dia sadar, nggak ada gunanya buat bersedih. Semua yang dilakuin mamih dan papih yang terbaik.
"Fighting.. "Ucapnya menyemangati diri
Hay Guys
Gimana sama alur ceritanya.? masih banyak yang kurang kah.? 😠gue ngerasa iyaa masih banyak.
jadi maafkan diriku yang banyak kekurangan ini..
jangan lupa bantu VOTE ya guys 😘😘😘
Salam Sayang
__ADS_1
Mrs.Kim