
Malam ini terasa sepi,karan Dian keluar untuk urusan mendadak,katanya dari sekretarisnya.
Akupun menyibukkan diri dengan menonton serial drama dari negeri ginseng itu berasal.
Cukup lama aku menonto membuat aku bosan,kulirih jam sudah menunjukkan pukul 11 malam,namun tanda tanda kedatangan Dian belum ada.Aku sedikit khawatir,karna hujan sepertinya akan turun.
Tiba tiba rasa haus mendera,aku turun untuk mengambil minum.Air minum selalu tersedia di kamar,namun karna ingin melihat keadaan saaja aku jadi turun,siapa tau Dian sudah sampai.
Mataku tak bisa terpejam.Aku mencoba berbagai cara seperti mendengarkan musik menonton sampe bosan namun tak ada hasil.
Hingga aku berpindah tempat dari kamar ke ruang tamu,namun sia sia mataku tetap tak mau terlelap.
Tiba tiba aku merasa sebuah tangan yang dingin menyentuh pipiku,aku mengerjapkan mata,melihat Dian sudah rapi dengan baju koko dan sarung yang sudah ia pakai.Akupun melirik jam ternyata sudah jam 5 subuh.
Aku berusaha mengingat bahwa semalam sempat diserang imsonia,tapi mengapa tiba tiba sudah ada di dalam kamar.
"Bangun yuk,salat subuh barang?"
"Gak kemesjid?"
"Diluar lagi gerimis,solatnya di rumah aja"
"Aku ko disini? perasaan semalam..?
Aku menggantung ucapan ku.
"Iya,semalam pas aku datang kamu tertidur di sofa ruang tengah,gak tega bangunin yaudah auku angkat deh"
Aku cukup kaget mendengarnya.Pasti badan ku terasa berat,ditambah kamar kami berada di lantai atas.
"Kenapa gak bangunin?"
"Aku gak tega,kamu tudur pulas bangat.
__ADS_1
Yaudah bangun gih,kita solat subuh jamaah"
Akupun mengagguk lalu berjalan ke kamar mandi.Setelah selesai membersihkan diri,ku bentang kan sajadah lalu kami pun salat berjamaah dengan khusyuk.
Aku begitu terharu mendengar lantunan doa Dian yang begitu merdu di telinga.Tak di pungkiri saat kami sekolah dulu,Dian termasuk aktifis yang bergerak di bidang agama.Membuat ia semakin pandai dalam memaikan nada setiap bacaan dan doa.
Setelah selesai shalat,akupun beranjak kedapur untuk memasak sarapan,Dian memintaku memasak nasi goreng saja.Karna hari ini aku harus berangkat sedikit lebih pagi ke butik.
Setelah sarapan,kami masih ada waktu setengah jam lagi untuk siap siap.Kugunakan waktu itu untuk bersih bersih,karna kami sepakat untuk tidak menyepa pembantu.Kami merasa pekerjaan rumah masih ringan untuk kami kerjakan.
Dian turut membantu,aku menyapu dia mengepel lantai.Lanjut ku bersihkan kaca kaca dari debu.Sambil menunggu cucian di mesin cuci,kucuci piring yang sudah menumpuk.
Terakhir menjemur pakaian.Setelah semua pekerjaan selesai,kami siap siap untuk ke tempat kerja masing masing.
"Nanti jemput jam berapa?"Tanya Dian saat ku mencium tangannya.
"Sedikit sorean,jam lima"Ucapku dengan senyum.
"Kebetulan hari ini tidak ada pekerjaan yang berat di kantor,dibilang sedikit santai.Nanti aku datang lebih awal"Ucapnya lalu mencium keningku lama.
"Wa'alaykum salam"
Setelah kepergian Dian akupun masuk kedalam butikku yang sudah dibuka Santi.
"Bagaimana dengan hasil yang kemarin?"Tanyaku pada Santi,selaku kepercayaanku.
"Belum ada konfirmasi kak,katanya mereka akan datang hari ini"
"Jam berapa"
"Sepertinya pagi ini"
Aku mengagguk.
__ADS_1
"Baiklah persiapkan alat dan bahan untuk langganan kita"
Saat kami sibuk memeriksa data bulanan,tiba tiba salah satu karyawan memanggil.
"Permisi kak,ada yang datang mencari kakak"
"Siapa?"
"Gak tau kak,dia pria katanya penting"
Aku mengernyitkan alis,berasa tak ada janji dengan seseorang,lalu siapa yang datang sepagi ini ke butikku.Kalau hanya masalah fashion atau buat janji temu pasti melalui Santi,karna ia sudah terbiasa menangani nya.
Akupun melihat kearah santi,iapun mengedikkan bahu tak tau.
"Baiklah,katakan sebentar lagi aku datang"Ucapku karna pekerjaanku berasa nanggung.
"Baik bu"
Setelah karyawan itu pergi,Santi pun menyarankan ku untuk menemui tamu kami itu.
"Udah kak,temui aja dulu siapa tau benar benar penting kan?"
"Tapi ini kan nanggung"
"Udah,aku bisa kak kan aku biasa memeriksanya sendiri"
"Yaudah,aku tinggal ya?"
"Iya kak"
Setelah keluar dari ruangan kulihat seseorang telah duduk menyilang sambil memainkan handphone nya,aku memicingkan mata untuk memperjelas siapa pria itu,dan alangkah terkejut nya aku ternyata dia adalah Revan,lelaki yang pernah dekat namun hanya sebagai pelampiasan nya padaku.
Aku ingin memutar tubuh kembali ke ruanganku,aku enggan untuk menemuinya lagi.Setelah apa yang telah ia perbuat padaku.Namun langkah ku urung karna ia telah melihatku,dengan berat terpaksa ku temui dia.
__ADS_1
Mohon dukungan nya man teman 😊