
Jangan lupa meninggalkan jejak ya kak
VOTE dan COMEN 😘
.
.
.
.
HAPPY READING~
###
Assalamualaikum bun "Sapa nanda yang baru pulang sekolah.
Waalaikum salam " Balas Lia bunda nanda
Nanda pun menyalami tangan bundanya.
Loh yah, Tumben jam segini udah dirumah "Tanya nanda kaget
Ada yang mau ayah bilang sama kamu " Ucap Toni ayahnya nanda
Emang mau bilang apaan yah "Tanya nanda penasaran, karna emang jarang ayah nya pulang cepat kecuali kalau ada masalah penting.
Ganti baju dulu gih sana " Perintah bunda
Oke bun "
.
.
.
.
Jadi masalah apa yang mau ayah bilang.? "Tanya nanda yang sudah balik berganti pakaian.
Kamu ada pacar, atau orang yang kamu sukai gitu.? " Tanya ayah To The Point
Haa.? "Ucapan ayah membuat nanda kaget
Jawab aja, nggak usah Haa Hii Huu Hee Hoo " Ucap bunda tak sabaran
Apaan sih bun, sewot wae "Ucap nanda
Yaudah tuh, jawab pertanyaan ayah " Pinta bunda.
Belum yah "Jawab nanda singkat
Orang yang disuka.? " Tanya ayah
Ada "Jujur nanda
Siapa .? " Tanya ayah lagi
Bunda yang mendengar anak nya bilang menyukai seseorang semakin kepingin tau siapa wanita yang di sukai anaknya (Alias pura pura kagak tau).
Kok ayah nanya terus sih "Kesal nanda, karna emang dia nggak mau orang tuanya tau kalau dia selama ini menyukai dinda. Yang dimana sudah dianggab anak oleh mereka.
Ayah mau jodohin kamu " Ucap ayah langsung tanpa jeda
Nanda pun kaget dengan penuturan ayahnya, yang bilang mau menjodohkannya dengan seseorang yang mungkin belum ia kenal.
Apa apaan sih yah, nanda nggak mau dijodohin. ini bukan zaman SITI NURBAYA ayah "Ucap penolakkan nanda.
Bunda nggak mau tau, kamu harus mau dijodohin " Ucap bunda tanpa penolakkan
Bun, pokoknya nanda nggak mau, titik.!!! "Ucap nanda yang hendak pergi.
Sama DINDA "Kata kata bunda berhasil membuat langkah Nanda berhenti.
Nanda pun memutar badannya menghadap kedua orang tuanya, dan berjalan kembali mendekati orang tuanya.
Apa yang bunda bilang barusan " Tanya nanda yang mau memperjelas lagi perkata bundanya.
Ayoook yah kita pergi, orangnya juga udah nolak tadi "Sindir bunda pada nanda.
__ADS_1
Bun, jangan gitu dong. Duduk lagi yaaa " Ajak nanda
Toni dan Lia yang melihat tingkah anaknya senyum senyum mengejek, karna mereka tau anaknya sudah lama menyukai anak sahabatnya itu.
Bun, Pokoknya nanda nggak mau, titik "Ejek bunda mengulangi penuturan putranya
Nanda yang mendapat ejekan dari bundanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Kita lanjut ngobrol " Ucap ayah yang disambut semangat 45 oleh nanda
Jadi ayah sama bunda mau jodohin nanda sama dinda.? "Tanya nanda memastikan omongan bundanya
Tadinya iya, tapi sekarang nggak minat lagi " Ucap bunda melirik putranya
Loh, kok gitu bun "Tanya nanda dengan nada kecewa
Kan udah nolak tadi " Ucap ayah yang melanjutkan drama bunda
Kalau tau sama dinda, Nggak bakalan nolak "Bisik nanda yang masih bisa didenggar oleh kedua orang tuanya
Hmm... Hmmm.. " Deheman ayah membuat nanda mengalihkan pandangannya.
Jadi gimana.? "Tanya ayah lagi
Ya kalau ayah sama bunda maksa, nanda bakalan nurutin kemauan kalian " Ucap nanda dengan nada melemah
Eh curut, yang maksa siapa.? Sok sok kayak dipaksa aja lo, padahal lo sendiri mau kan.? "Ngomel bunda alah emak emak
Mau dong bun " Ucap nanda sambil nyengir kuda dengan wajah tak berdosa
Sekitar dua minggu lagi ayah bakalan omongin masalah ini pada Reza "Timpa toni
Dua minggu yah.? " Tanya nanda
Iyaa, emang kenapa.? Kecepatan.? "Tanya ayah balik
Kelamaan yah, " Ucap nanda sambil nyengir kuda melihatkan senyum kotaknya.
Ya Allah bang, nggak sabaran amat sih "Ucap bunda tak percaya dengan kelakuan putranya
Yaudah, besok ayah omongin " kata toni yang membuat senyuman diwajah nanda semakin mengembang
Biar itu nanti jadi urusan bunda "Timpa bunda
Ayah Bunda emang yang terbaik "Ucap nanda mencium pipi kedua orang tuanya
Toni dan Lia pun merasa bahagia melihat putra sulungnya bahagia, walaupun ada resiko yang mereka hadapi nantinya.
Mungkin bagi mereka untuk memberi tahu rencana menjodohkan anak mereka kepada orang tua dinda bakalan lancar, tapi belum tentu dengan dinda nya.
Karna Lia tau persis gimana kondisi anak anak mereka kalau sudah bertemu, tidak pernah damai. Yaaa walaupun dalam artian emang nanda yang memulai duluan
Tapi Lia tau, itu merupakan salah satu cara putranya untuk mengambil perhatian dinda.
Nanda yang lagi merasakan bahagia pun langsung menuju kekamarnya, siapa yang nggak bahagia coba dijodohin sama orang yang selama ini kita sayang, bahkan cinta.
Nanda nggak menyangka orang tuanya bakalan melakukan perjodohan ini, apa selama ini do'a nanda dikabulkan oleh tuhan.?
.
.
.
.
Dilain Tempat
Gue yang sekarang berada dikamar, melihat surat kemaren yang belum sempat gue baca..
Gue pun membuka surat tersebut, yang berisikan tentang Undangan Perlombaan Balap yang akan dilaksanankan malam ini
Gimana gue mau ikutan.? pikir gue
Sedangkan papih udah ngelarang gue untuk nggak ikut balapan lagi.?
**Atau gue mintak izin aja ya sama papih, lagian kemaren gue juga bilang bakalan pelan pelan meninggalkan hobi gue.?
Iyaaah, gue bakalan mintak izin. Siapa tau di izinin**.
__ADS_1
Gue pun berjalan menuju kamar mamih dan papih.
Tok... Tok.. Tok...
Ceklek...
Kenapa sayang "Tanya mamih
Mih, Boleh ngomong.? " tanya gue rada takut, takut nggak dibolehin
Mau ngomong apa sih, kok wajahnya kek takut gitu "Tanya mamih yang melihat mimik wajah gue.
Gue pun menyerahkan surat yang ada ditangan gue pada mamih, mamih menerim surat itu dan membacanya.
Sumpah, gue takut mamih bakalan marah, bakalan nggak ngizinin gue.
Udah bilang ke papih " Tanya mamih membuyarkan lamunan gue
*Belum mih..
Kamu tanya papih dulu yaa, kalau mamih izinin aja. Lagian ini juga Balapan untuk amal kan*.? "Kata mamih yang membuat gue sedikit rilex
Tapi nanti mamih bantuin ngomong sama papih yaa " Pinta gue yang di angguki oleh mamih
.
.
.
Gimana ngomongnya yah, kok susah banget ngomong sama papih sekarang, karna kemaren dapat perintah dilarang, jadi susah buat izin sekarang "Bathin gue
Papih, Mamih, dan gue sekarang berada di ruang makan. Suapan demi suapan gue ngelirik papih, berharap papih peka dengan lirikkan gue.
Kenapa sayang, dari tadi perhatiin papih terus " Tanya papih
Hmmm,,, Gini pih... Mih bantuin "Ngadu gue ke mamih
Jadi gini ya pih, kemaren kan dinda dapat surat undangan, tapi surat undangan balapan. " Ucap mamih pelan diakhir kalimat
Dia mau minta izin buat balapan nanti pih, "Sambung mamih
Terus kenapa nggak ade aja yang izin langsung ke papih " Tanya papih
Takut "Cicit gue menunduk
Hahahaaaaaaaa, kenapa harus takut sayang, papih kan kemaren cuman minta kamu berhenti pelan pelan. Bukan menyuruh kamu untuk berhenti sepenuhnya langsung " Jelas papih
Gue pun mendongakkan wajah menghadap papih..
Jadi, kalau dinda mau balapan masih dibolehin pih.? "Tanya gue semangat
papih pun mengangguk " Tapi, kalau bisa ini yang terakhir kali nya ya "Pinta Papih
Oke, siap bos " Ucap gue senang
.
.
.
.
**Hay hay hay hay hayyyyyyy
Wah wah, udah jam segini (02:30)
Udah dulu deng, Lanjut bab lainnya besok ajaaa.
Mau bokcan dulu
***Jangan lupa VOTE and COMEN ya guys 😘
TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA GUYS, PERTANDA KALIAN PERNAH MAMPIR DICERITA KU YANG BANYAK KEKURANGAN INI
Salam Sayang
Mrs.Kim
20/9/20
__ADS_1
(02:30**)