Masa Mudaku

Masa Mudaku
Liburan


__ADS_3

POV HILDA


Hari ini Dian libur kerja,rencananya dia akan mengajak aku ke suatu tempat,aku gak tau tempat nya dimana,selesai mengemasi barang aku bermain ponsel sambil menunggu Dian yang sedang mandi.


Tiba tiba bahu ku terasa dingin,lalu setitik air jatuh tepat di ubun ubunku.Aku tau itu Dian,baih harum shampo mengeruak di hidung.


Aku membalikkan badan dan seketika terpaku dengan penampilan Dian yang nyaris tak pernah seperti ini.


Dada yang bidang,perut sispack ala roti sobek dan handuk yang melilit di pinggangnya membuat ia terlihat gagah.


"Hei"Dian mengagetkan ku.


"Astaga Dian"Ucapku geram,entah berapa lama aku terdiam,hingga tak mendengar Dian yang memanggil namaku.


"Kamu kenapa sih? Liatin aku yang tampan ini?"


Tanya nya dengan membuat ibu jari telunjuknya berbentuk V lalu menempelkan ke dagunya dengan pede.Tak dipungkiri,dia memang terlihat tampan dan gagah.


"Apaan sih,kamu kalo keramas keringin rambutnya di kamar mandi dong.Liat, sampe netes kemana mana,kan lantai jadi basah"


Ucapku mengalihkan pembicaraan.


"Gak papa,biar terlihat tampan" Ucapnya


"Tapi kan lantainya basah,liat ini lincin"Ucapku sambil menggosok lantai dengan kaki ku.


"Oia...Tapi aku terlihat tampan kan?"


"Gak,kamu terlihat biasa saja"


"Oia..?"


Seketika ia mengibaskan rambutnya kearahku,aku kaget dengan dinginnya air yang menetes dari rambutnya.


"Dian,kamu ganti baju sana,aku dah lama nungguin"Ucapku sedikit geram.


"Ia..ia bentar sayang"Ucapnya sambil meraih baju yang sudah aku siapkan.


...****************...


Tak tau sudah berapa lama aku tertidur,berlahan aku merasa ada yang mengelus pipiku lembut,berlahan aku bangun dan mengerjapkan mata.


"Kamu sudah bangun,ayo kita sudah sampai"


Aku celingukan melihat sekitar,aku tak tau kami dimana,karna tertidur saat di jalan tadi.Aku hanya melihat pemandangan alam yang asri,pohon tinggi teratur dan bunga bunga yang terawat.


"Ayo turun,apa perlu ku gendong"Ucap Dian.


"Ng..nggak,gak usah aku bisa,kita dimana?"

__ADS_1


"Kita dipuncak sayang,kita bermalam disini"


Setelah keluar dari mobil,Dian menuntunku untuk berjalan menuju sebuah Vila besar,sangat asri dan nyaman,halaman dipenuhi bunga,kolam kecil yang di isi dengan ikan hias pilihan dan juga ayunan di sisi teras Vila.


"Ayo masuk"Ajak Dian


Aku terlalu sibuk memperhatikan sisi dari Vila sehingga tak sadar kami sudah sampai.


"Kamu kanapa dari tedi tidak fokus,ada apa?"


Dian menyadari ke bengongan ku.


"Aku belum pernah ketempat seperti ini sebelumnya,pemandangan nya menyenangkan.Aku suka tempat alami seperti ini,jauh dari pemukiman warga"


"Kalo bagitu,aku tambah libur deh buat nemenin kamu sampai puas disini"


"Ja..jangan bagaiman nanti kalo kamu libur,kerjaan pasti menumpuk,aku gak mau repotin kamu"


"Tapi kamu suka disini"


"Iya...semalam aja cukup ko,lain kali ada libur lagi kita balik kesini"


Dia tersenyum mendengar ucapanku.


"Kamu lapar? biar kupesan makanan"


"Uumm..ia deh"


"Kayaknya udara sejuk gini enaknya makan nasi goreng pedas deh,ia...aku pengen nasi goreng aja"


"Yang lain?"


"Gak itu aja"


"Minumnya?"


"Kopi satu"


"Kamu suka kopi?"


"Kadang aja"


"Kamu gak boleh minum kopi,bahaya"


"Kenapa? jarang ko gak sering sering"


"Ia pokok nya gak boleh, kamu lagi program hamil kafein berbahaya buat janin"


Seketika mataku terbelalak mendengar ucapan Dian.Saat ku memandangnya,wajahnya datar seakan merasa tak berdosa.

__ADS_1


"Kenapa?"Tanya nya.


"Kata siapa aku program hamil?"


"Aku"


"Tapi aku belum mau"


"Kenapa?"


"Ya...belum siap"


"Harus,karna tujuan kita kesini untuk itu"


Aku kaget mendengar ucapannya,dengan ringannya ia tersenyum jahil padaku.


Bibirku mencebik tanda kesal.


"Dasar mesum"


"Biarin,aku mesum sama istriku sendiri"


"Udah ah.. nasi gorengnya jadi di pesan gak?"Tanyaku mengalihkan pembicaraan,karna ia mulai terlihat menjengkel kan dengan ekspresi wajah mengejekku.


Tak butuh waktu lama nasi goreng pesanan kami datang.


"Uummm...nasi goreng disini enak"Pujiku pada makanan yang sedang ku kunyah.


"Mau lagi?"


"Gak...ini aja belum habis"


"Sini aku suapin".


Dia menyuapiku,rasanya beda.Tambah enak tentunya.


Tiba tiba hujan datang gerimis,lalu berganti dengan hujan lebat.Terlihat jelas air yang mengalir dari dinding kaca,tumbuhan yang bergoyang karna terpaan angin dan sesekali kilat manampakkan cahayanya.


Tiba tiba aku terasa kedinginan karna hanya memakai gamis tanpa jaket yang ku pakai saat tertidur tadi.


"Kamu kedinginan?"


Aku mengangguk,lalu Dian beranjak untuk mengambil jaket yang tergantung di bahu sofa,lalu memkaikannya untukku.Tak lupa ia peluk erat tubuh ini,rasanya hangat,bahagia.


"Masih dingin?"


Aku menggeleng.


Tiba tiba ia mengecup pipiku lembut.Kemudian mengeratkan pelukannya kembali.

__ADS_1


Mohon dukungannya 😊


__ADS_2