
Sepanjang acara makan,kami hanya banyak diam,dari sudut mataku terlihat sesekali Revan melirikku dengan tajam.
Hingga acara selesai,kami pun mukai bubar dari restoran menuju kendaraan masing masing.
Tiba tiba Revan datang mengahmpiri kami.
"Dian,kamu memang hebat.Selalu bisa menarik simpati para klain yang ingin bergabung,saya salut denganmu."
"Ahh..terlalu berlebihan,terima kasih.Itu hanya sebagai seuntai kata biasa agar suasana mencair"Ucap Dian,kala mengingat kegigihan Dian dalam menyampaikan perkata untuk mengajak klain bekerja sama dengannya.Sungguh luar biasa.
"Tidak tidak kamu memang hebat,kalau begitu saya pamit.Sampai jumpa lagi"Ucapnya.
Sebelum berlalu dia sempat mengedipkan mata padaku.Mataku membola takut Dian melihat dan salah sangka.
Dian memandang ku dengan raut wajah bingung.
"Kenapa dia?"Tanya Dian terkekeh.
Aku yang awalnya gemetar ikut tertawa karna ternyata Dian menyangka dia tidak serius.
"Aku tak tau"Jawabku santai.
Pagi ini saat tiba butik,aku kedatangan seorang tamu wanita,sepertinya dia kalangan orang kaya,terlihat perhiasan,juga pakaian yang ia kenakan.
__ADS_1
Aku pun mempersilahkan wanita itu untuk duduk,awalnya aku mengira ia berkunjung untuk masalah pakaian,nyatanya aku salah.
"Aku Winda,aku ada perlu denganmu.Kamu Hilda kan?"Tanya nya tanpa basa basi.
"Iya,ada apa ya?"
"Aku hanya ingin mengenal seorang wanita yang membuat calon suamiku itu mendadak berubah fikiran,awalnya kami akan tunangan bulan depan,tapi batalkan karna tak bisa melupakan kamu,apa yang kamu perbuat sehingga dia begitu sulit melupakan mu hah?!"
Aku terkejut maksud dari winda,aku tak faham,karna selama ini aku merasa tak pernah ada buat masalah hingga sampai menghancurkan hubungan org lain.
"A..aku tak mengerti,karna aku merasa tak pernah ada hubungan dengan siapapun"
"Kamu mengelak lagi? apa kamu ingin lari dari perbuatan kamu?"
"Perbuatan apa?"
Degg..
Ternyata Revan.Apa jangan jangan wanita inilah yang ia sebut pacar yang menghianatinya?
"Bertahun tahun aku berusaha untuk setia,aku menjaga hati agar tidak menduakan dia,nyatanya apa? dia malah kepincut dengan wanita sepertimu yang nyatanya jauh cantikan aku"Ucapnya ber api api.
Ternyata Revan membohongiku,dulu dia bilang dia di tinggalkan pacarnya karna pria lain tanpa hati.Nyatanya dia lah yang berhianat.Aku tak habis fikir,betapa bodohnya aku sempat menerimanya.
__ADS_1
"Maafkan aku,tapi aku dan Revan sungguh tak ada hubungan apa apa.Aku sudah menikah,Sudah punya suami jadi untuk apa aku mengurusi kehidupan orang lain yang jelas tak ada paedahnya untukku"Ucapku se santai mungkin,namun hatiku sudah menjerit ingin melampiaskan kekesalanku.
"Apa aku bisa percaya,tidak akan"
"Ini buktinya"Ku tunjukkan sebuah foto pernikahanku dengan Dian padanya.
"Di.."
Terlihat di awal wajahnya pucat,namun seketika dia pergi tanpa pamit.
Aku yang melihatnya cukup bingung,namun lega akhirnya dia bisa pergi dari runganku.
Sore harinya akupun beranjak ingin pulang sendiri,karna Dian tak akan jemput,sedangkan Santi ada janji dengan pacarnya.
Jalanan cukup lengang,namu terik matahari begitu panas.Membuat aku kegerahan ingin segera pulang.
Sampai di rumah,kuputuskan untuk mandi.
"Sudah lama aku tidak berendam,aah..berendam aja kali ya biar capeknya ilang"Gumam.
Cukup lama aku berendam,hingga tak menyadari kepulangan Dian.Hingga membuka pintu kamar mandi.
"Kamu sudah pulan?!"
__ADS_1
"Iya,di panggil panggil gak nyahut.Ternyata lagi mandi,dah lanjutin aja.Aku kedapur dulu,haus"
Setelah Dian pergi,akupun membersihkan diri,lalu berlalu ke kamar untuk mengambil baju.