Masa Mudaku

Masa Mudaku
Episode 14


__ADS_3

Sebelum kecerita


Bantu VOTE ya guys 😘😘


.


.


.


.


Happy Reading..


🍃🍃🍃🍃


Tok.. tok.. tok...


"Dek udah bangun.? ntar telat loh kesekolahnya " teriak mamih dari balik pintu kamar.


"Uughhh "Leguhan keluar dari bibir gue, meraba raba disekitar dengan mata masih terpejam. Baru kali ini nyenyak tidur gue dimobil " Pikir gue.


Ceklek..


"Dek bangun gih, mamih sama papih pagi ini mau berangkat keluar kota " Suara mamih membuyarkan pikiran gue.


Dengan reflek gue langsung terduduk, memandang sekeliling berhenti tepat kearah mamih dengan perasaan bingung. "Kok gue udah dikamar.? "ucap gue lirih yang masih bisa didengar mamih.


"Emang adek nggak ingat.? kan abang yang gendong kamu" Tanya mamih menaikkan sebelah alisnya.


"Apa mih.!! adek nggak salah dengar kan " tanya dinda kaget dengan apa yang diucapkan linda.


"Kamu tuh ya, emang beneran nggak ingat.? " tanya mamih penuh selidik


"Beneran deh mih, ngapain adek boong " ucap dinda yakin


"Bagus deh kalau nggak ingat, kalau kamu ingat. yang ada nanti kamu sendiri yang malu " Ucap mamih membuat gue berpikir ulang


"Malu.? emang apa yang udah gue lakuih.? " gue pun mencoba mengingat kejadian kemaren.


"Aaarrrgh, apa yang gue lakuin sih... G****K "ucap dinda setelah mengingat apa yang dilakukannya, menutupi kembali tubuhnya dengan selimut, betapa malunya gue ngelakuin itu didepan nanda.


"Malas bat gue kesekolah, kalau kesekolah bakalan ketemu nanda dong. kalau ketemu diketawain dong gue, kalau diketawain kak bian penasaran dong, terus nanya ke nanda, nanda kasih tau dong, diejek dong. Atau bahkan dia bisa ilfil lihat gue, Ya Allah malu bat gue " ucap gue heboh sendiri tanpa memperdulikan mamih melihat gue aneh


"Udah heboh nya "Tanya mamih masih setia lihat kelakuan absurd gue


" Heheheee, mih. adek nggak sekolah ya hari ini "ucap gue mengunakan jurus andalan seperti anak bayi


"Kenapa.? malu ketemu nanda yang ngeliat kamu buka dalaman atas didalam mobilnya, dimobilnya loh dek, hanya kalian berdua " Ucap mamih sukses membuat muka gue merah.


"Mamih.!!! Aaaaaaa adek nggak kesekolah ya mih, pliish "ucap gue dengan mata yang sudah berkaca - kaca. Memeluk pinggang mamih lebih kuat menahan rasa malu yang tidak bisa gue tahan lagi. Rasanya mau gue kubur diri gue kelubang semut.


"Mau menghindar uh " Tanya mamih mengusap kepala gue.

__ADS_1


"Percuma aja kamu menghindar sekarang, besok juga bakalan ketemu. "ucap mamih ada benernya


Nggak mungkin kan gue nungguin nanda lulus baru kesekolah lagi, yang ada tinggal kelas dong gue. kagak naik.


"Tapi mih " ucap gue memelas


"Nggak ada tapi - tapi, nanda juga udah didepan tuh nungguin kamu " kata mamih membuat gue spot jantung.


"APAAA !!! " Teriak dinda yang membuat linda kaget.


"Kanget mamih ni dek, suaranya kek toa mesjid tau nggak" ucap mamih mengelus dada.


"Kenapa dek, kenapa adek teriak mih" Tanya papih tiba - tiba masuk kekamar gue dengan wajah khawatir. Sambil memutar tubuh gue kekiri dan kekanan.


Gue yang merasa bersalah nyengir kuda lihat papih dan mamih bergantian.


"Anak kamu nih pih, lebay banget. Mamih cuman bilang nanda nungguin dibawah malah teriak, kan spot jantung mamih dibikinya " ucap mamih


"Kirain papih apaan tadih dek, bikin khawatir ajaa, udah sana siap - siap. Ditungguin nanda tuh " ucap papih


"Iyaaa pih"


.


.


.


.


"Bang, kamu tiga hari ini nginap disini ya, temanin putri om dirumah "ucap papih memecahkan keheningan


"Abang mau aja pih, dindanya gimana " Tanya nanda ngelirik gue


"lah somplak banget, napa bawa gue. "Bathin dinda.


"Gimana dek, mau kan ditemani abang dirumah, papih sama mamih tiga hari diluar kota loh " Tanya papih


"Emang adek bisa nolak.? " tanya dinda yang langsung dijawab mamih.


"Kagak "ucap mamih


"Iyaaa deh, adek mau. Terpaksa tapi " ucap dinda memalingkan pandangannya


"Emang berani dirumah sendiri " ini bukan papih atau mamih yang nanya, melainkan nanda.


"kagak " ucap gue enteng. Karna emang gue kagak berani kalau tinggal sendirian dirumah, takut gue, fikiran gue udah kemana - mana kalau sendiri.


"Yaudah, nanti abang temenin " kata nanda melirik gue. Bikin gue salting aja ngelirik kek gitu "Bathin dinda


"Eeheeem... papih percayain ke abang ya, jangan macem - macem sama anak gadis papih "ucap papih memegang sebelah pundak nanda


"Ingat, belum ada kata SAH nya itu " Timpa mamih

__ADS_1


"Pokoknya papih sama mamih tenang aja, percayain aja sama abang" ucap nanda meyakinkan orang tua gue.


🍃🍃🍃🍃


Sudah hampir setengah jam gue nungguin nanda disekolah, udah hampir setengah jam yang lalu juga bel pulang sekolah telah berbunyi. Tapi orang yang ditunggu - tunggu tak kunjung datang.


Walaupun tadi dia bilang agak telat pulang karna ada rapat osis untuk memilih anggota osis baru.


"Kemana sih tu kunyuk, udah lumutan nih gue nunggu nggak datang - datang. "Protes gue sesekali melirik jam dipergelangan tangan


" Kalau tau gini mending gue terima ajakkan lisa pulang bareng tadi, tapi kan gue takut dirumah sendirian"


"liat aja ntar kalau datang pasang WATADOS nya (Wajah Tanpa Dosa) gue pites ntar " Protes gue yang udah kesekian kalinya~


.


.


.


.


Sudah 1 jam lebih gue nungguin nanda datang, kasih kabar juga nggak. Ditelpon juga nggak aktif. "Apa perlu gue samperin kali yaa "Pikir gue.


"Tapi kalau gue samperin dilihat anak - anak yang lain gimana.? Gue kan nggak mau jadi bahan gosib, masa iya "Cintaku bersemi untuk musuh" atau "Kukejar kamu hingga keruang osis" wkwkkwk kan nggak lucu "Pikiran absurd gue udah merajalela.


Tanpa melanjutkan khayalan gue, takut nya lebih parah, gue pun memilih untuk menyusul nanda keruang osis. Diperjalanan gue menghentikan langkah kaki gue, dengan perasaan kalut gue melihat nanda sedang berciuman dengan riri di depan ruang osis.


"Baj***an, gue udah capek - capek nunggu dia malah enak - enakkan pacaran "ucap gue penuh emosi mengepalkan kedua tangan gue menahan amarah.


Gue memegangi dada gue yang sesak melihat nanda berciuman dengan riri "Kok sakit yaa" ucap gue lirih dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


Dengan pikiran yang kacau gue berbalik meninggalkan nanda dan riri yang entah sadar apa enggak dengan kehadiran gue.


Air mata yang sedari tadi gue tahan akhirnya tumpah, gue pun mempercepat langkah gue menuju gerbang sekolah menuju taxi yang sempat gue pesan tadi.


Untung aja sekolah udah sepi dari 1jam yang lalu, jadi gue nggak perlu khawatir dengan orang yang akan melihat keadaan gue.


Dalam perjalanan pulang, gue terus dibayang - bayangi dengan adegan yang gue lihat tadi, "Sesak mih, pih. Adek nggak tahan "ucap gue memukul - mukul dada gue yang sakit.


"Nggak apa - apa non " Tanya supir taxi cemas nelihat keadaan gue.


"Saya nggak apa - apa pak, nggak usah peduliin saya "ucapku memberikan senyum simpul kepada supir taxi.


Mendapat jawaban dari gue, supir taxi mengangguk dan melanjutkan perjalanan.


Sampainya dirumah, gue langsung mengurung diri dikamar tak lupa untuk menguncinya, benda pipih yang sedari tadi berbunyi pertanda ada masuk pesan dan panggilan itu gue acuhkan tanpa ada niat untuk membalas atau mengangkatnya.


Membersihkan diri, dan merebahkannya dikasur, dimana tempat ternyaman untuk menenangkan pikiran, melihat foto yang terpajang didinding dan tersenyum " Hanya kamu yang mengerti aku " ucapku sebelum menuju kealam mimpi.


****


Maaf baru sempat update 🙏

__ADS_1


Salam Sayang


Mrs.Kim


__ADS_2