
Jangan lupa VOTE ya guys 😘😘
.
.
.
.
HAPPY READING
***
Dimana baju kebaya bewarna navi yang melekat ditubuh dinda dengan perpaduan rok songket dengan warna senada. Melihat pantulan wajahnya di cermin yang sudah dipolesi makeup membuat dinda tidak percaya bahwa sebentar lagi ia akan dilamar oleh nanda orang yang selama ini yang selalu berdebat dengan nya.
Dengan langkah hati hati, dinda di bimbing oleh mamih menuju tempat resepsi lamaran lebih tepatnya ditaman belakang yang sudah didecor secantik mungkin.
Acara lamaran yang hanya di hadiri keluarga besar dari kedua belah pihak, dinda pun kaget melihat saudara dari papih dan mamihnya yang sudah berada disana dengan formasi lengkap, begitupun dengan keluarga besar om toni dan tante lia.
Matanya tidak sengaja berpapasan dengan nanda yang dimana sudah memperhatikan dinda semenjak dia datang, mereka pun saling berpandangan mengagumi satu sama lain.
Nanda pun tertegun dengan penampilan dinda mengunakan kebaya dan polesan sedikit makeup, Cantik "Satu kata lolos dari bibir nanda membuat ayah dan bundanya yang berada disis kiri juga kanan melihat kearahnya.
Tersadar dengan apa yang dia ucapkan, ia pun beralihkan pandangannya dari dinda, karna kedua orang tuanya sudah tersenyum menggoda.
.
.
.
.
Suara MC mulai terdengar pertanda acara lamaran akan berlangsung, setelah kata sambutan yang disampaiakan MC untuk kedua belah pihak, sekarang giliran nanda untuk menyampaikan tujuannya kepada pihak wanita.
Nanda pun berdiri dan tak lupa mengucapkan salam terlebih dahulu dan dibalas oleh kudua belah pihak.
"Jadi hari ini saya Nanda Sriwijaya bermaksud untuk melamar Adinda Kirana Pradipta untuk saya jadikan istri dunia akhirat, akan melindungi dan menjaganya dengan sepenuh hati, apakah Adinda Kirana Pradipta berkenan menerima lamaran saya.?" Tanya nanda Dengan suara lantang menyampaikan tujuannya.
Dinda yang mendengar suara lantang nanda merasa deg deg'an atas apa yang diucapkannya. Ia sebenarnya mau menolak lamaran ini, tapi ia tidak mau membuat mamih dan papihnya kecewe.
Dengan ragu ragu dinda pun berdiri, perasaan yang deg deg'an membuatnya gugup untuk menjawab lamaran nanda.
Sa--saya terima "Ucapnya gugup dan membuat keluarga tertawa melihatya. Kegugupan dinda diartikan lain oleh keluarga besar yang beranggapan dinda menerima emang dari kemauannya sendiri.
Setelah mendengar jawaban dinda, lia pun berdiri dan memberikan seserahan kepada linda sebagai simbol keseriusan pihak laki laki melamar pihak perempuan.
Tiba saatnya dimana pihak laki laki dan perempuan melakukan tukar cincin, lia menyematkan cincin kejari manis dinda sambil berkata " Tante bahagia kamu yang akan menjadi mantu tante" ucap lia memasangkan cincin pada dinda. Yang hanya dibalas senyuman oleh dinda, karna dia nggak tau harus menjawab apa.
__ADS_1
kalian tau sendiri kan, dinda dan nanda kek gimana. andai saja dia akur sama nanda, mungkin dinda bakalan senang banget bisa menjadi minantu tante lia.
sekarang giliran linda menyematkan cincin dijari manis nanda "jaga dia sepenuh hati kamu nak" ucap linda pada nanda.
Pasti tante "jawab nanda mantap
.
.
.
.
Acara lamaran pun sudah selesai beberapa jam yang lalu, sekarang keluarga Reza dan keluarga Toni bersiap siap untuk kembali kejakarta. Karna besok mereka mempunyai rutinitas masing masing, yang dimana dinda dan nanda harus bersekolah, dan para orang tua kembali untuk bekerja.
"Sayaaang, jangan sampai ada yang ketinggalan yaaa " Ucap linda mengigatkan dinda
"Iyaaa mih, udah semua kok "jawab dinda memasukkan barangnya kedalam bagasi mobil.
"Adek baliknya sama nanda lagi ya " kata papih
"Nggak bisa gitu dong pih, kemaren kan udah sama abang, masa sama abang lagi "
Yaaa nggak papa dong, kan sama calon suami "Ucap papih menggoda dinda
Calon suami "goda mamih
Calon suaminya datang "goda lia lagi yang melihat nanda baru keluar dari vila
Ucapan lia sukses membuat dinda semakin salah tingkah dan membuat wajahnya semakin memerah, nanda yang barusan datang dan melihat wajah dinda memerah langsung mendekati dinda.
"Kenapa wajahnya kamu sakit.?" tanya nanda khawatir. Nanda pun meletakkan tangannya pada kening dinda
"Sejak kapan nih orang ngomong pakai kamu.? "Bathin dinda
"Cieeeee khawatir " Goda lia juga linda
"apaan sih" jawab dinda menepis tangan nanda
Nanda kaget sekaligus malu dengan apa yang barusan ia lakukan. Dengan bodohnya ia menunjukkan kekhawatirannya secara terang terangan didepan orang tua mereka juga didepan dinda.
"Adek baliknya sama papih mamih aja yaa "kata dinda kembali dengan rengekkannya.
"Oh, Nggak bisa gitu dong sayang. Kemaren kan kesini nya sama nanda, jadi baliknya juga harus sama nanda dong " Timpal toni yang baru datang membawa barang barangnya. Nanda dengan sigap membantu ayahnya memasukkan barang kebagasi mobilnya.
"lagian ya dek, papih satu mobil sama tante lia juga om toni, kalau nambah kamu nggak muat dimobil papih "kata papih menolak secara halus
"udah sana sama nanda aja " Usir mamih
"Miiiiiiiiiiiih "Rengek dinda.
__ADS_1
Toni dan lia memberikan kode pada nanda untuk mengajak dinda pulang bersama. Nanda yang mengerti akan kode dari sang ayah dan bunda langsung melaksanakan perintahnya.
"Din bareng gue aja " ajak nanda
"Ogah " Ucap dinda ketus
"Udah sono, udah di ajak calon suami juga " kata mamih
"mamih kok gitu sih "kata dinda kesal
"Udah gendong aja dinda nya nanda " kata mamih tanpa pedulikan kata dinda
"Mau aku gendong kemobil atau kamu yang jalan sendiri "tanya nanda.
Dan untuk kedua kalinya dinda mendengar nanda berbicara kepadanya dengan kata Kamu. Dinda merasa bingung, secepat itukah nanda berubahnya.? Apa karna status mereka.? tapi nggak mungkin, slah minum obat gue rasa ni. Bener, karna salah minum obat kata dinda dengan fikirannya.
Tidak mendapatkan respon dari dinda, tanpa aba aba nanda langsung mengendong dinda ala brige membuat para orang tua kaget dengan tinglah nanda. dinda pun langsung tersadar dan meronta ronta minta diturunkan, tanpa mendengarkan perkataan dinda, nanda tetap membawanya menuju mobil mendudukkannya di jok depan. Tak lupa menutup pintu dan menguncinya.
Sebelum ia berangkat, nanda pamit terlebih dahulu kepada ortunya dan ortu dinda.
"Yah bun, Nanda berangkat duluan ya " pamit nanda tak lupa mencium tangan orang tuanya.
"Iyaa. hati hati ya bang " ucap bunda
"Semakin didepan " kata ayah.
"jangan dikawinin dulu, harus sabar nunggu tiga bulan lagi "bisik ayah pada nanda yang membuat nanda teringat sekaligus malu akan kata katanya.
Nanda langsung beralih pada kedua prang tua dinda untuk berpamitan.
"Om, Tan nanda jalan duluan yaaa"
"Kamu hati hati, jagain anak tante "ucap linda
"Nanda bakalan jagain dinda tan" Ucap nanda menyalami tangan linda
" Valentino rosi kalah sama kamu "ucap Reza Menggoda nanda. Ia pun menjadi salah tingkah dengan ucapan calon mertuanya itu.
***
Maaf kalau ada TYPO ya guys....
Jangan Lupa Bantu VOTE yaaa 😊
Salam Sayang
Mrs.Kim 😘😘
(27/9/2020)
__ADS_1