Masa Mudaku

Masa Mudaku
Ada bibit pelakor


__ADS_3

Fikiran ku tak pernah luput dari Fani,tingkah dan perhatiannya membuat aku tak tenang.Apa sikapku ini wajar,saya rasa ia karna Dian suamiku.


Cukup lama aku termenung di balkon kamar,hingga tak sadar sebuah mobil telah masuk kedalam pekarangan halaman rumah.


Aku turun menemui tamu tersebut,lalu membukakan pintu.Ternyata yang bertamu adalah Fani,kuperhatikan dia membawa sesuatu.


"Fani? silahkan masuk"


Fani mengangguk lalu masuk.Akupun mempersilahkan Fani untuk duduk sembari menungguku membuatkan minuman.


"Kamu sendirian dirumah?"


"Iya,awalnya aku kerja di butik.Tapi Dian memintaku untuk risain sementara waktu"


"Apa kamu tidak bosan?"


"Tidak,karna siang hari aku akan kekantor Dian me gantarkan makanan.Jadi ada waktu bersama alaupun hanya sebentar"


Fani lagi lagi mengagguk.


"Apa kamu akan pergi juga?"Setelah ia melihat jam di pergelangan tangannya.


"Tidak,hari ini Dian pulang lebih awal jadi bisa makan dirumah katanya"


"Yaudah aku tunggu Dian gak papa?"


Aku cukup terkejut,untuk apa dia menunggu suamiku? aku harap dia tidak macam macam.


Tiba tiba seseorang datang di balik pintu utama.Ternyata Dian sudah pulang.


"Fani?"


"Hai Dian,akhirnya yang di tunggu datang juga"Ucap Fani semangat Sedangkan aku sudah mulai kesal karna tingkahnya.


Akupun menyalam tangan suami ku lalu mengambil tas kerjanya.


"Aku ke kamar dulu"Ucapku.


"Gak papa"Ucap Fani berseri seri.


"Gak usah sayang,kamu disini aja.Nanti aja naro tasnya"Cegah Dian Aku lega mendengar ia mencegahku.Rasanya tak rela juga meninggalkan mereka beruda.

__ADS_1


"Oia..kata Hilda kamu belum makan,aku bawa makana nih,kita makan berasama yu?"Ajaknya seperti tak ada rasa sungkan sungguh membuat aku tambah kesal.


"aa...ayo kebetulan sekali ya"Dian menyetujui.


"Kamu sudah lama disini?"


"Belum,baru beberapa menit yang lalu"


"Ya sudah ke dapur yuk biar aku siapkan makanan nya"Ajakku.


"Ayo aku juga dah lapar bangat ini"Fani begitu bersemangat.


Saat ingin menyiapkan makanan,aku di datangi Fani kedapur tempat makanan berada,sedangkan Dian sedang duduk di meja makan.


"Aku bantuin ya"


Belum sempat aku menjawab dia sudah membawa mangkok sop yang kumasak tadi,lalu kembali membawa tumis dan sambal.Aku jadi bingung ada apa dengannya,mengapa dia begitu antusias.


Aku pun menuang nasi dan lauk untuk Dian,tiba tiba Fani membuka suara.


"Dian kamu coba ayam gorengnya ya,aku yang masak"Dengan tidak malunya dia mengambil hati Dian di hadapanku.


Dian mentapaku heran,namun aku telah menunjukkan wajah tak suka,sehingga Dian mengerti.


Kalo tau niatnya akan begini aku pasti tak bukakan pintu untuknya,namun untuk mengusir takut kesan tak sopan pada tamu.


Setelah selesai makan,lagi lagi Fani bertanya.


"Uumm...Habis ini kalian gak ada acara kan? maksudnya aku masih betah lo disini,jarang jarang aku kesini"


Mataku membulat tak menyangka dengan ucapan Fani,aku langsung melirik Dian dengan wajah geram yang sudah tak bisa di sembunyikan lagi.


Dian yang mengerti pun langsung menjawab.


"Nggak Fan,sori ya aku sudah terlanjur janji sama Hilda ngajak dia keluar.Ini bentar lagi kita mau siap siap"


Bukannya mengerti,Fani memafaatkan situasi.


"Waah..kebetulan sekali,aku nebeng sampe depan ya?"


Aku begitu terkejut tak bisa menahan lagi.Akupun pamit ke kamar.

__ADS_1


Di dalam kamar aku dan Dian berdebat tentang Fani.


"Apa apaan si Fani,dia itu maunya apa sih,aku sudah muak dengan dia"


Dian terdiam.


"Kamu ko diam?"


"Aku akan menyusun rencana,kamu dandan yang cantik.Jangan lupa setiap nanti aku beri kode kamu harus cepat cepat mengerti"


"Aa..apa maksud nya?"


"Istriku cukup menuruti saja,jangan banyak tanya oke?"


Intruksinya sambil menoel daguku.


Akupun mengangguk mengerti.


Seperti saran suami,aku harus dandan yang cantik dan bagus,entah apa rencananya akupub tak tau.


Tapi semoga dengan ini Fani menyerah dan hilang dari kehidupan kami.


Rasanya muak melihat tingkah nya yang tak tau malu itu.


Setelah selesai,kamipun menghampiri Fani,kali ini Dian berpakaian santai.Dengan celana levis warna navi dan hoodie warna hitam,sangat terlihat lebih muda.


Sejenak fikiranku menjadi agresif.


"Apa kamu berniat menggodanya?"


"Apa?"Tanya nya bingung, sambil memindai penampilannya dari atas sampai bawah.


"Di luar kantor aku memang berpenampilan seperti ini sayang"


"Kirain mau tebar pesona padanya"


Lagi lagi Dian terkekeh.


"Ayo sayang,nanti dia menunggu,aku sudah tak sabar membawanya keluar dari rumah ini"


"Tapi dari mana dia tau rumah kita?"

__ADS_1


"Entahlah nanti ku tanyakan pada skretarisku"


Mohon dukungannya man teman 😊


__ADS_2