
Hari ini pekerjaan dibutik tidak terlalu banyak,hanya mengawasi pelayan atau memeriksa barang yang datang.
Karna berasa bosan,kulihat jam di tangan ternyata sudah siang,akupun menelpon Dian untuk makan siang barang.Entah kenapa aku begitu rindu padanya.
Setelah ku sampai di sebuah restoran,akupun memesan makanan dan juga minuman.Hingga beberapa menit berlalu,Dian sampai.
"Dah lama?"
Aku hanya menggeleng,entah kenapa mengutarakan rindu sangat sulit.Padahal kami satu rumah bahkan satu kamar,entah mengapa tiba tiba rasanya ingin di peluk olehnya.
Dian menatapku dengan ekpresi bingung.
"Kenapa?"Tanya nya.
"Gak ada"Jawab ku sedikit cuek.
Bukan nya diam,dia malah bertanya lagi.
"Beneran? ada apa sih serius"
"Gak ada"jawab ku singkat lagi.
Dia menghela nafas lalu meraih tanganku.
"Kenapa sih sayang, hhm?"
Aku menunduk malu,mau mengatakan Rindu saja rasanya berat,terlalu gengsi.Entahlah kepada suami sendiri masih malu.
Dian terus menatapku hingga sedikit menunduk.
"A..aku..."
"Iya kenapa sayang?"
Dengan nada lembut nya.
"Aku rindu"
Ucapku lirih,Dian terkekeh,lalu bangkit dari hadapanku kemudian pindah kesampingku.
__ADS_1
"Sini aku peluk,lihat wajah kamu merah gitu"Godanya.
Aku masih menunduk,tak berani menatap wajahnya,rasanya cukup malu.
"Udah?"Tanya nya saat mengurai pelukannya.
setibanya pesanan datang,lalu pelayan menatanya di atas meja.
"Aku suapin ya?"
Dian pun menyuapiku dengan manis.Sungguh aku beruntung memiliknya.
"Kalo memang gak ada kerjaan di butik,ikut aku ke kantor yuk?"
"Memang nya gak papa,nanti malah mengganggu pekerjaan kamu"
"Kata siapa?,pekerjaan ku gak banyak.Katanya tadi kangen?"
Aku tetap menunduk masih malu.
"Hahaha"Hanya itu yang kudengar,selebihnya detingan sendok dan garpu yang beradu di atas piring.
Setelah acara makan siang selesai,Dian membawaku ke kantornya.Di sepanjang jalan semua karyawan menatap kami.Ada yang takjub,ada juga yang terlihat memasang muka judes,entahlah akupun gak tau maksudnya.
Bosan duduk,aku pun mengelilingi ruangannya.Aku menemukan buku teka teki silang.Ini kegemaran ku sewaktu SMA dulu.Akupun mengambil dan mulai mengisinya.
Hingga tak sadar,Dian sudah ada di sebelahku.Merangkul bahuku.
"Lagi ngapain sih asik bangat?"
"Ngisi TTS"Ucapku sambil melihatnya sebentar.
Dia mengelus kepalaku lalu berlalu keluar entah kemana.Ini yang aku buat aku selalu rindu dan makin cinta Dian.Dia bisa selalu memanjakan ku,menyayangi ku,dan aku suka ketika ia mengelus kepalaku lalu mengecupnya.Berasa di manja di lindungi.
Beberapa menit kemudian Dian datang membawa sebuah kotak lalu meletakkan nya di atas meja tepat di depan ku.
"Apa ini?"
"Buka aja"
__ADS_1
Berlahan kurain kotak tersebut dan membukanya.
Aku tertawa,malu melihat isinya.
"Kenapa? ambillah"
"Gak mau"
"Kenapa?"Ucapnya tepat di dekat telingaku.
"Iisshh...Dian geli"
"Hahaha..apa isinya?"
"Kamu beli? gak malu?"
"Kenapa harus malu,yang makai itu istriku bukan siapa siapa"
"Tapi...inikan milik wanita"
"Terus..?"
"Ya...apa kamu tidak malu atau gengsi?"
"Buat apa gengsi.Kamu suka gak?"
Aku tersipu,aku yakin wajahku pasti memerah bak kepiting rebus.
"Tapi aku gak biasa pakai ini"
"Ya...biar terbiasa lah"
Sekali lagi ku amati kotak tersebut.Sebuah lingrei warna napi.Sangat mencolok,dengan renda yang begitu menggoda.
"Warna terlalu mencolok"
"Ini cocok buat warna kulitmu"
"Kamu..."
__ADS_1
"Kenapa? nanti malam pake ya,pasti kamu cantik"Ucapnya nakal.Aku tetap mengamati baju kurang bahan itu,aku pasti akan merasa geli karna belum pernah memakainya,belum lagi bahannya yang tipis pasti aku mudah masuk angin.
Mohon dukungan nya man teman.Terima kasih.