
Fani tercengang melihat dandanan kami,apalgi teruntuk Dian,matanya sampai lupa berkedip.
Aku memutar ba malas melihat tingkahnya.
Dia terlihat kesal padaku,walaupun dia tidak menunjukkannya dengan jelas namun aku peka.
Jadi ini maksud Dian,dia ingin memanas manasi Fani rupanya.
Kamipun pergi entah kemana,janjinya Fani ikut hanya di depan gang.Nyatanya dia masih di belakang kami entah sampai kapan.
Aku begitu kesal padanya.
Kami tidak banya bicara,hanya musik menjadi pengisi suara di dalam mobil,rasanya bernafas saja sulit karna keberadaannya.Aku tak habis fikir mengapa Fani se berani ini.
Sampai di lampu merah,kami tetap diam,hanya Fani sesekali bernyanyi mengikuti nada musik.
Ku mainkan gawaiku,sesekali kulirik Fani di belakang melalui layar ponselku.Dia benar benar tak tau malu.Dia sering curi curi pandang pada Dian.
Hingga tiba tiba Dian angakat biacara.
"Fan,kamu jadinya turun dimana?"
"Mm..emang kalian mau kemana?" Seketika kami saling melirik,lalu kubuang muka dengan mendengus kesal.
"Kami ada urusan tentang keluarga,sepertinya agak lama"
Terlihat Fani sedikit berfikir,apa yang sedang ia fikirkan.Jangan bilang dia ikut juga,memang dasar wanita tak tau malu.
"Yaudah deh,aku turun depan sana"Ucapnya sedikit tak bersemangat seperti yang lalu.
Setelah Fani turun,akupun menghembuskan nafas lega.
"Kayak gak nafas dari tadi aja"
"Iya, semenjak dia ikut bersama kita bernafas aja sulit.Ngeselin bangat dia"Umpatku.
Dian mengusap pucuk kepala ku lalu tersenyum.
"Aku tak habis fikir Fani senekad ini,nanti kucari tahu ke dimas sekretarisku.Aku harus beri peringatan padanya.Jangan sampai ini terulang"
"Iya,aku juga gak mau Fani datang kerumah lagi"
"Oia...kita kemana nih?"
"Lah,kirain tadi ada tujuan"
"Itu alasan biar Fani pergi"
"Yahh...terus gimana dong?"
"Yaudah,mumpung kita udah diluar,bagaimana kalo kita nonton aja?"
"Boleh"
Setelah kami sampai di sebuah bioskop,Dian mulai memilih film yang akan kami tonton.
__ADS_1
"Kamu sukanya nonton apa?"Tanya Dian disela memilih film.
"Aku sukanya film romansa"
"Gimana kalo kita nonton film horor aja"
"Gak mau,gak suka"Bantahku spontan.
"Kenapa?"
"Takut"ucapku manja.
Dia tersenyum melihat ekspresiku yang menunukkan tak suka.
"Tapi Film romantis itu membosankan"
"Yaudah,gak jadi"
"Hmm..ceritanya ngambek nih?"Godanya
"Aku takut nonton film horor"
"Yaudah kita nonton apa?"
"Apa aja"
"Apa aja?"
Aku mengaggukkan kepala.
Aku tertawa mendengarnya.
"Ide bagus,ayo"Ajakku.
"Hah..serius?"
Lagi lagi ku anggukkan kepala untuk meyakinkan nya.Terlihat Dia berfikir sejenak,lalu iapun menyetujuinya.
Kami pun memesan tiket untuk menonton film karton yang berasal dari negri malaysa.
Awalnya penjual tiket terlihat bingung,matanya celingukan seolah olah mencari sesuatu.
"Kenapa mbak?".
Dian bertanya,karna mungkin menyadari kebingungan penjual tiket.
"Ng..gak mas, yakin memesan tiket ini? Tapi ko gak bawa anak?"
"Hehehe..iya mba,ini keinginan istri saya"
Mbak penjual tiket tersenyum seolah menahan tawa,lalu memberikan tiket pesanan kami.
Sepanjang film di putar,Dian juga sepertinya menikmati,sesekali ia tertawa melihat tingkah lucu si dua kembar tak seiras itu.
Selesai menonton,Dian pun membawaku ke sebuah toko bunga,ternyata ia membelikan aku sebuket bunga mawar dengan ukuran cukup besar,sampai aku kewalahan memangkunya.
__ADS_1
Tak kuat memangku bunganya,akupun meminta Dian untuk berhenti sebentar untuk memindahkan bunganya ke kursi belakang.
Sepanjang jalan kami masih tertawa mengingat kekonyolan kami menonton kartun,mengingat umur sudah tak anak kecil lagi.
Aku memang suka kartun,dari dulu sampai sekarang.Menonton kartun adalah penghilang lelahku,aku tak malu bila ketahuan klien di butik ketika sedang menonton kartun,bahkan sesekali mereka ikut menonton.
Sampai dirumah,aku menaruh buket bunga di ruang tamu.Tak lupa aku menyiraminya agar bunga tetap terlihat segar.
Saat asik mengamati bunga mawar merah dihadapan ku,tiba tiba Dian datang memeluk ku dari belakang,dan menyenderkan kepalanya di bahuku.
"Lapar"Ucapnya dengan nada manja.
Aku tersenyum melihat tingkah suamiku ini
"Yaudah..mau di masakin apa?"
"Maunya kamu"
Akupun menjewer telinga nya pelan.Ia tertawa gemas.
"Masak apa aja aku makan,masakan istriku semua enak"Pujinya membuat aku merasa sedikit berbangga.
siapa yang tidak bangga ketika suami memuji masakan istrinya.
"Yaudah..tunggu sebentar biar aku masak dulu"
Dia pun mengangguk lalu mengikutiku.
"Mau kemana?"
"Kedapur"
"Kamu ikut masak?"
"Gak,aku bosan dikamar sendirian.Aku duduk di beja makan saja sambil menunggu kamu siap masak"
Aku menggeleng kepala melihat tingkahnya.
Saat memasak,dia terus memperhatikan ku.Matanya terus mengawasiku kemana aku pergi.Hingga aku risih di buatnya.
"Kamu ko perhatiinnya gitu amat?"
"Ya..gak papa dong,ternyata istriku lihai dalam urusan dapur ya?"Lagi lagi aku tersenyum.
"Apalagi di kasur"Bisiknya,tepatnya sengaja.
Aku melototinya,mengancam nya dengan mengangkat spatula di tanganku ke udara.
Dia tertawa hingga deretan giginya yang rapi terlihat.
Bukan nya berhenti,namun ia masih mem fokuskan untuk melihatku,kali ini ia menumpu daguna dengan sebelah tangan lalu memasang muka serius.
Aku memutar bola malas lalu berbalik badan karna harus meneruskan pekerjaan memasak ku.
Mohon dukungannya man teman 😊
__ADS_1