Matahari Di Dunia Maya.

Matahari Di Dunia Maya.
Bab 12


__ADS_3

Aku melihat putri mahkota sava sudah banyak perubahan dan kulitnya kini sudah bersih dan tidak nanah sekalipun di badannya, dua hewan spirit yang menemaninya memenuhi tugasnya padaku bahwa mereka akan menjaga dan mengajari berbagai macam ilmu yang bisa membuat putri mahkota bertahan paling tidak dari keganasan ibundanya.


Hari masuk hari ketiga pertandingan untuk memperebutkan dua orang putri mahkota yang cantik dan jelek, sepuluh hari akan di lakukan lomba itu dan akan mencari siapa sebenarnya ilmunya paling hebat dan ajang ini juga membantu mencari prajurit yang bertalenta untuk di jadikan pengawal kerajaan.


Pendekar yang kemarin unjuk gigi di kalahkan oleh seorang pangeran dari sungai mati dan kelihatan pangeran itu gesit tetapi pangeran itu di bantu oleh seseorang dari bangku belakang dan aku melihatnya dengan mulut komat - kamit. Mungkin orang lain tidak bisa melihatnya tetapi aku pantang melihat orang yang curang dan tidak tau diri begitu dan langsung saja api yang untuk membuatnya gagal fokos sehingga pangeran itupun terguling tanpa keseimbangan dan di nyatakan kalah.


Pendekar Cakra.


Ada pendekar yang mempunyai senjata Cakra bergerak dan lihai serta santai ketika memukul musuh dan santai pula musuh itu kalah dan anak muda akulah lawanmu, mereka masih rendah kultivasi ya tetapi kamu sudah lumayan dan kulihat binatang spirit beast mu sangat tangguh dan cobalah lawan aku.


Putri apa anda mau dengan kakek itu yang sudah tua dan tidak bisa produktif nanti putri kata seorang dayang kepadaku , " lagian kalau kakek buat apa putri ? " masih banyak pangeran yang jomblo, kasihan sih putri kalau dengan kakek itu, datang menggeleng kepalanya sampai lama.


Putri Sena


Aku adalah anak raja kerajaan pasir dan akulah yang sangat cantik di antara putri di kerajaan dan membuat aku sombong dan tidak pernah melihat ke bawah, kata ibundaku aku lahir di bawah sinar rembulan terang dan aku cukup kasih sayang di antara ayah dan bundaku dan tentu saj akulah yang paling di sayang mereka.


Dulu aku tidak pernah dilirik karna aku adalah lahir di antara klan siluman, dan taulah klan kami tidak diperhitungkan karna kami adalah klan yang paling kecil di antara semua klan yaitu klan ular dan Karan bisa ular ibulah yang membunuh ibu permaisuri dengan racunnya dan sejak saat itu ibu menjadi permaisuri dan sering sekali ibu melukai kakakku putri mahkota sava karna dia lah yang menjadi penghalang sekarang untuk supaya kami menang dan menaikkan derajat kami sebagai manusia siluman dan ayahanda tentu saja tidak tau itu.

__ADS_1


Hari ini akan di buat pertandingan untuk mendapatkan juara dan siapa yang menang akan di jadikan suami oleh ayahku dan tentu saja jika aku tidak menggigitnya sampai mati dengan bisa ular ku dan tentu ya sudah banyak yang jadi korban ku.


" Putri Sena , lihatlah dia menang kembali bukan ? "


" Benar datang, kita harus hati - hati, aku tidak mau dengan kakek itu ? "


Putri Sena, " dimana kakakmu putri sava ? '


" Belum datang ayahanda? " bukankah kakak sudah tau, nanti dia malu datang kemari karna penyakitnya ayahanda ! "


" Baik , baginda ! " kami akan segera membawa tuan putri mahkota sava baginda, para prajurit sudah mau melangkah tiba - tiba..


Hamba sudah daritadi di sini ayahanda dan sudah sampai dari tadi sebelum keluarga kerajaan sampai dan hamba sudah duduk di kursi yang baginda siapkan di belakang mungkin baginda dan semuanya keluarga kerajaan sudah lupa dengan saya karna hamba penyakitan dan tidak bisa apapun, mohon maaf prajurit tidak usah jemput hamba lagi.


" Kenapa tidak ada bau busuk, dan yang ada hanya bau harum bunga mawar dan putri mahkota apakah kamu masih berbau busuk ? " kata ibunda ratu kepadaku


Tentu saja bukan hamba ibunda ratu dan mohon maaf hamba sudah mandi sebelum ke mari dan mungkin ada orang lain yang sakit ibunda ratu yang terhormat kataku dengan menekan kata terhormat di belakang ibunda ratu agar sadar bahwa dirinya adalah manusia ular yang sangat licik.

__ADS_1


Kulihat adikku Sena dengan dandanan menor nya dan gaun pink yang sangat mewah dan seperti badut saja memperhatikan, tetapi karna sihir ibunya adikku itu seperti wanita sempurna saja dan karna kena sihir mata orang yang melihatnya dan aku disini menunggu pangeran Aga yang aku sendiri tidak mengenalmu dan entah dimana dirimu.


Tibalah seorang sahabat kecilku yang datang dan langsung memelukku tanpa perasaan mual sama sekali dan kelihatan dia menghirup harum ku sampai berulang - ulang dan aku juga sangat risih di buat begitu karna ku yakin matanya sudah di congkel dengan obeng , karna seluruh performaku hari ini sudah di sihir oleh si rubah yang baik hati, lalu kanapa sahabatku tidak menciumnya ya.


Paman rubah, " kenapa sahabatku tidak bisa mencium bau busuk di tubuhku paman dan lihatlah dia mencium ku terus aku jadi susah bernapas dan paman apa paman tidak salah membuat sihir.


Putri mahkota sava siapapun yang mempunyai hati tulus dan baik hati tidak akan menpan dengan sihir karna budi baiknya yang menolongnya dari sihir dan temanmu itu adalah orang baik putri, mungkin dia akan terus mengikuti mu putri sampai acara selesai.


Seluruh pendekar dan pangeran sudah berlomba dan kita sudah mendapatkan pemenangnya jadi besok pagi kita lanjutkan untuk acara selanjutnya untuk itu silahkan kalian menikmati hidangan yang ada di meja kalian masing - masing, tertib lah untuk makan dan tidak ada perkelahian lagi. Kata paman panglima.


Paman Kasim, kataku kepada paman Kasim yang selalu menjagaku.Paman apa ada yang ibu tinggalkan kepadaku ketika ibuku meninggal paman soalnya aku tidak sempat berbicara dengan ibundaku waktu paman. Dan apakah ada barang atau benda atau nasehat yang di berikan kepadaku soalnya aku sangat susah sekali untuk ber kultivasi paman.


Aku mencari seruling ku paman karna ini mau mau maju untuk.menampilkan bakat kami masing - masing paman dan seruling ku tidak kutemukan di manapun paman hadiah dari ibunda permaisuri paman,manatau.paman melihat dan mengetahuinya soalnya hamba tidak bisa yang lainnya.


" Apakah yang ini tuan putri ! "


Bukan paman, bukan dari bambu paman ini pasti punya paman kasim yang diberikan ibu kepada paman, seruling ku dan emas paman dan biarlah nanti ku panggil saja paman biar datang sendiri kepadaku dan terimakasih paman.

__ADS_1


__ADS_2