
Baiklah adikku, keluarlah kamu sudah sembuh dan segera salin bajumu yang basah di rumah itu yang sudah kanda persiapkan dan pangeran Radit sedang mencari makan untuk kita dan pakailah baju yang sudah kanda siapkan, dan setelah Radit melihatmu tutuplah kembali wajahmu adikku dan jangan buka kembali sampai kamu selesai pernikahan itu untuk suamimu juga dan bagaimanakah khabarnya bibi dan paman, aku rindu mereka dan itu santet dan kutukan mu dinda sudah dikembalikan kepada sepupumu yang memintanya ke penyihir hitam dan sebentar lagi penyihir itu pasti datang sekarang aku sudah menutup ruangnya untuk datang dan itu pangeran Radit dinda, apakah dinda menyukainya dan usahakan untuk mencintainya dan cukuplah dinda di hati pangeran Radit.
Siapa wanita yang cantik dan baunya harum sekali pangeran langit, apakah dia putri mahkota Rani dan kenapa dia sangat cantik sekali dan aku sungguh terpesona dengan kecantikannya dan aku makununtuk menjilat ludahku kembali kata oengeran Radit kepada kami.
Benar, dia adalah adikku putri mahkota Rani dan kanda mau tanya adik kepadamu, kanda disuruh ibunda permaisuri datang ke kerajaan emas putih untuk meminang putri mahkota, apakah kamu sudah tau adik dan kanda jugabbelum begitu mengenal kakakmu itu. Kanda pangeran sebenarnya hamba memanggilnya adik dia sanga yg lembut sekali dan tentu saja bijaksana tetapi waktu penentuan jodoh di kerajaan pasir adik tidak mau ikut katanya hanya melihat saja dan mencari saudara dan pada saat itu ibunda ratu menyuruh hamba untuk segera ikut lomba seruling kanda dan hamba tidak pernah bertemu dinda lagi dan kemungkinan di sana juga di lakukan lomba untuk memperebutkan putri mahkota juga kanda dan apakah kanda akan ikut dengan pangeran Radit kata adikku putri Rani.
__ADS_1
Bagaimana pangeran Radit, apakah kita ikut saja atau tidak usah ikut kompetisi ini, aku juga malas mengikuti kompetisi dan jika memang putri mahkota jodohku maka dia akan menjadi jodohku dan aku akan membawanya untuk ibundaku.Kanda pengerna langit paman mempunyai banyak putri hampir seratusan dan karna selirnya juga banyak maka putrinya dan pangeran juga banyak kanda kata adikku lagi, Kamu tau adik jika aku menikah nanti aku tidak mau banyak selir cukup satu saja istriku karna ibuku menderita karna ayahandaku punya banyak selir dan sehingga membuat istana jadi tidak benar saja dan kamu pangeran Radit apakah kamu ingin banyak selir juga kataku pada pangeran Radit kembali.
Aku tidak ingin apa yang ku hadapi dan aku terima dari kecil di terima oleh keturunanku dan tidak ingin anak - anakku di bedakan di belakangku tanpa ada kasih sayang dan anak selir jadi kasihan harus selalu di singkirkan dan bahkan jika anak selir itu labuh pintar juga tidak akan di anggap dan selamanya akan di anggap sampah oleh ayahandanya dan aku tidak ingin anak - anakku merasakannya dan aku hanya ingin satu wanita saja yang menemaniku sampai aku tua bukan karna ibuku juga adalah seorang selir tetapi ibuku selalu mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan kami dan aku melihat ibuku adalah seorang putri mahkota yang sangat cerdas dan tidak ingin dan tak pernah ingin mengambil hak orang lain.
Aku sangat menghormati keputusanmu tetapi jika kamu tidak mengambil istri dari kerajaan lain maka kerajaan kalian tidak akan berkembang kataku pada pangeran Radit. pangeran langit aku tidak mau menjadi raja setelah kami menikah akunakan membangun rumahku sendiri di tengah hutan ini yang sudah kamu sembunyikan dengan tentara banyangkan dan aku tidak ingin ikut campur masalah kerajaan lagi dan aku lelah sekali aku ingin membawa ibuku ikut denganku juga disini tenang dan damai sekali dan aku tidak mau perebutan kekuasaan di istana oleh anak - anak raja.
__ADS_1
Kita kembali ke istana Karana besok pernikahanmu akan di tentukan adikku dan kita akan kembali pulang dan pakailah cadarmu agar mereka tidak bis mengenalmu dan kalian harus selalu bersama dan kita juga akan berangkat ke kerajaan emas putih bukan ? Ayo kita pulang sudah malam dan kita sudah di tunggu di sana untuk pesta perkawinan mu dan putra mahkota adikku.
Sesampainya di istana mereka berdebat masalah pesta serta hadiah yang akan di berikan untuk calon permainsuri, pangeran mahkota di berikan puri kencana sebagai hadiah sedangkan pangeran kedua di berikan hutan yang belum pernah di jamah manusia dan entah apa maksud raja mengatakan demikian dan raja menjelaskan hutan itu sampai ujung ke ujungnya adalah milik putri mahkota Rani dan sampai ke batas kerajaan emas putih dan putri mahkota Rani diam saja dan mengucapkan terimakasih kepada paduka raja serta paduka raja memberikan surat serta di materai kan dan itu sudah menjadi milik putri mahkota Rani dan pangeran mahkota tertawa dan mengejek putri mahkota Rani dan mengatakan kalau yang jelek tentu yang di dapat jelek juga katanya.
Pangeran kedua juga diam saja dan tidak banyak bicara karna putri Rani sudah menerima surat hutan yang terbentang luas sampai ke ujung kerajaan emas putih tempat dia bermain dan bermanja dengan pamannya dan akupun tersenyum
__ADS_1
Sekarang untuk hantaran pihak perempuan, paduka raja lebih mengutamakan putri mahkota Rani karna dia adalah putri mahkota dan tentunya hantarannya adalah semua emas putih dan emas asli serta kuda yang gagah berani dan untuk istri putra mahkota karna anak selir maka seadanya saja dan pesta pun dilakukan besar - besar dan adikku itu tentu saj mendapatkan apa yang di inginkan dan setelah pesta selesai kamipun akan pergi ke kerajaan emas putih dan kami minta izin ke pada paduka raja untuk berkunjung ke sana karna ibundaku dan ibunda putri mahkota Rani bersaudara dan rajanya adalah paman kami berdua dan raja sangat terkejut tentang hal itu seolah ada penyesalan di wajahnya yang tua karna kami mau ikut sayembara juga kataku kepadanya dan kami akan mengaku pangeran dari kerajaan pasir dan raja pun menyetujuinya
Kami bermalam di hutan tempat peristirahatan pangeran ke dua dan sungguh sudah sangat indah sekali dan akaupun membangunkan gedung istana untuk mereka berdua dan beserta prajurit yang kuat dan tangguh, membuatkan air terjun yang sangat indah sekali dan menambahkan taman bunganya yang sangat indah.