Matahari Di Dunia Maya.

Matahari Di Dunia Maya.
Bab 2


__ADS_3

Di bulan Ramadan ini aku sering bermain game Jan 03.00 pagi karna temanku putra mau sahur jadi setelah selesai sahur kamipun lanjut mabar dan tentu saja mamakku tidur nyenyak di saat pagi seperti itu


Ternyata aku salah mamakku bangun di pagi itu dan melotot melihatku padahal aku sudah membuat suara sekecil mungkin agar mamakku tidak terbangun di pagi ini dan benar saja akupun kena tegur lagi sama mamakku..


Jam enam pagi hari aku hari aku harus berangkat ke sekolah Karna jam 07.00 Wib mobil sudah datang dan akupun harus menyiapkan semuanya. Mamakku sering mengatakan aku harus mandiri di dalam menyiapkan semuanya peralatan sekolahku.


Kalau ke sekolah aku semangat sekali karna di sekolah itu bertemu dengan sesama teman - teman gamer dan kalau terlambat ke sekolah bus yang ke sekolah akan meninggalkanku dan kalau bapak yang mengantarkan maka akan selalu cepat - cepat dan sering kali bapak itu sesukanya meninggalkanku kalau kami naik motor bersama.


Kalau mamakku aku sangat menyayanginya karna kalau bawa motor ke sekolah mamakku kurang bisa dan sering sekali mamakku jatuh dari motor dan sering cedera dan jika aku minta aku yang membawa motor itu maka kata mamakku, " jangan dulu nanti kita jatuh !" jadinya aku selalu tidak mau merepotkan mamakku tentunya.


Duka di sekolahku yang lama aku punya teman yang baik hati, kami selalu bermain bersama dan saat bapakku pindah ke kota lain maka aku meninggalkan teman - temanku disana, sedih dan kecewa tetapi mau gimana lagi kamipun harus mengikuti bapak dan kembali harus pindah sekolah dan mamak sudah berjanji akan membelikan ku hand phone.


Ketika sampai di kota ini aku sedih kenapa tidak ada anak kecil untuk bermain, tidak ada anak - anak bermain bola kataku kepada mamakku dan mamak berkata nanti pasti ada dan Aga tunggu saja di sekolah pasti ada kok kata mamakku.


Kalau bapak selalu mengatakan jadi anak - anak laki - laki jangan di rumah saja main game pergi main sana dan lihat itu pohon - pohon yang hijau di luar sana dari tadi main hp saja , " Apa kamu gak bisa main di rumah saja ? '


Bapakku orangnya tegas dan berwibawa dan sering kali mamakku di marahi bapakku kalau bapak tidak suka atau mamak melakukan kesalahan.


Seperti hari ini bapak marah karna melihatku main game saja dan mengatakan emangnya ada matahari di dunia lain di sana.

__ADS_1


Tapi mau gimana lagi aku begitu menyukai permainan ini sedari kecil dan seperti sudah ketergantungan. Matahari yang bapak katakan yang tidak bisa memberikanku makan dan minum cuma kesenangan hatiku.


Sore hari bapakku mengajakku ke alun - alun untuk olahraga sore disana banyak orang yang lari sore , ada juga main basket serta voly dan biasanya aku bergabung dengan mereka padahal aku itu jarang bermain bola basket dan buku tangkis juga kadang dengan bapakku saja.


Entah kenapa juga aku agak malu bertemu dengan teman perempuan apalagi bermain dengan mereka, aku malu dan sering kali menjauh dengan cewek - cewek itu.


Kamipun bermain volly dan awalnya aku malu dengan temanku, maklumlah aku itu termaksud badan nya besar dan mereka mengira aku sudah sekolah menengah atas karena badanku yang bongsor dan besar sehingga jika aku gabung dengan anak seusiaku mereka biasanya menjauh karna aku memang tinggi dan gemuk.


Aku berlari mengejar bola dan kesana kesini dan melemparkan bola itu kembali dan pukul dan begitu seterusnya sampai kamipun pulang ke rumah.


Sengaja kami tinggalkan mamakku di rumah dan kami tadi hanya dengan bapak saja jalan ke alun - akan. Mamak tidak pernah kami bawa karna sering sakit dan hanya di rumah saja.


Kadang mamakku suka sesak napas kalau olahraga kami berharap mamakku sehat - sehat saja ke depannya.


Setelah sampai di rumah sudah banyak panggilan Mabar dengan dengan teman - temanku padahal aku hanya pergi sebentar.


Aga mandi dulu nak, sudah mau makan nanti dingin kata mamakku.


" Tunggu Mak tanggung ini , kataku ! "

__ADS_1


" Aga, mandi ! " suara mamakku kembali melengking.


Aku masih bertempur dan bermain dengan putra padahal hari sudah malam dan akupun sudah tidak ingat untuk mandi karna asyik bermain game di dunia Maya ku.


Sehingga mamakku berteriak apa disana ada matahari mu dan matahari masih panas Aga kata ibuku kembali dan sudah di siapkan makan dan minum kamu dari sana Aga kata mamakku kembali.


Enggak mak, ini sudah mau selesai mak dan masih tanggung sebentar Aga mau makan kataku kembali ke mamak ku.


Kalau terus menerus Aga kamu seperti ini maka maka Aga akan sakit dan selamanya ini mamak terus menerus mengingatkan Aga untuk makan dan jangan lupa untuk belajar supaya nanti ketika besar Aga tidak kekurangan ilmu pengetahuan dan jadi orang ketika besar nanti dan bisa membanggakan bapak sama ibu nanti ya nak.


" Iya Mak kataku sebentar lagi selesai dengan putranya Mak " kataku kembali kepada mamakku.


Selesai dengan Putra aku makan yang sudah di siapkan mamak di atas meja dengan lauk ayam goreng dan seketika habis dan segera mau main game kembali dengan putra lagi dan aku tau pasti mamak ku kembali marah nanti.


Tapi mungkin karna mamak ku sudah terbiasa aku bagaimana aku biasanya maka mamakku maka mamak diam saja karna aku sudah besar katanya.


Untuk ke depannya Aga yang harus disiplin untuk ke depannya belajar dan boleh main game kalau sudah siap.belajar dulu karna ketika besar nanti Aga yang membiayai semuanya termaksud istri dan anak - anakmu nanti jadi dari sekarang Aga belajar tanggung jawab sama kerjaan Aga ya nak.


" Iya mak, kataku kembali sama mamak seolah bosan akan akan apa yang di katakan mamak karna sudah setiap hari mamakku mengomel dan mamak melanjutkan pekerjaannya kembali dan seolah - olah capek berbicara dengan ku kembali dan entahlah kata mamakku kembali dan entah apa yang terjadi kepadamu nanti nak.

__ADS_1


Aku bermain dengan dunia mataku kembali dan bertemu dengan teman baru di gamer itu sangat menyenangkan dan jika bermain ramai - ramai maka akan main game itu sangat menyenangkan bisa menambah teman baru kembali .


Suaraku sampai keras dan kuat berteriak, ayo putra kamu begitulah kok gak bisa kataku kembali kepada Putra dan putra pun menyambut apa yang seperti yang ku ucapkan dan Taulah mamakku berteriak lagi. Aga jangan ribut.


__ADS_2