Matahari Di Dunia Maya.

Matahari Di Dunia Maya.
Bab 4


__ADS_3

Malam ini aku berpetualang ke matahariku yang lain berpetualang dengan menjadi seorang pangeran yang ganteng dan tentu saja mempunyai banyak prajurit yang setia dan tangguh. Berjuang mendapatkan cinta seorang putri dari negri lain, putri yang kecantikannya sangat menawan dan sangat lembut sekali dan aku pernah bertemu dengannya dulu waktu kami kecil dan tentu saja si Puri adalah anak dari pamanku.


Tetapi karna kami jauh dan tidak tinggal di kota ibuku lagi maka kamipun otomatis tidak berada di tempatnya tepatnya kami mempunyai kerajaan kami sendiri.


Ibunda mengatakan bahwa kami harus mengambil salah satu anak dari paman kami yang sangat jauh tinggalnya dan tentunya jikapun kesana tidak harus membawa prajurit turut serta karna akan memperlambat perjalanan dan tentunya tidak sedikit bekal makanan yang di bawa.


" Ibunda bisakah ananda pangeran tidak usah mengambilnya sebagai permaisuri sedangkan hamba juga masih kecil ? "


" Anakku pangeran jika ananda tidak mampu menghadapi rintangan bagaiman nanti ketika ananda menjadi raja? "


" Bagaimana nanti jikalau ananda tidak bisa menghadapi rintangan itu ibunda ? " dan ananda gugur dan tidak bisa membahagiakan ibunda dan ayahanda, apakah ibunda tidak bersedih? "


" Jalan Tuhan akan membawamu kemana tujuan hidupmu nak dan jika memang bukan jodohmu maka Tuhanlah yang akan membawa kembali ke ayahanda dan ibunda, cukup paham bukan ? " kata ayahandaku tegas.

__ADS_1


Aku adalah anak satu - satunya di kerajaan ini dan akulah pangeran mahkota tetapi ayahanda dan ibundaku tak pernah sekalipun memanjakan ku dan betul kata mereka aku tidak boleh manja jika aku manja bagaimana kehidupan kerajaan ini nantinya dan bagaimana seorang raja yang kuat dan tegas jika terus bermanja - manja dengan kemewahan dan selalu dekat dengan raja.


Raja juga akan tua beserta ibunda dan tentunya ketika mereka tua maka akulah yang harus menjaga mereka hingga mereka menghadap yang maha kuasa tetapi aku ini kenapa bermental manja dan tidak sedikitpun aku merasa bahwa ini adalah tantangan yanga harus ku hadapi dan aku harus malu jika aku menolaknya padahal ini juga untuk diriku sendiri dan jika tidak jodoh ayahanda juga tidak mengharuskan mengambilnya menjadi permaisuri dan aku pun harus bersiap - siap untuk itu.


Baiklah ayahanda raja dan ibunda permaisuri hamba akan segera mempersiapkan diri dan hamba hanya akan membawa prajurit dua orang saja dan hamba akan memilihnya sendiri nanti, untuk sekarang hamba akan melakukan persiapan perjalanan dulu hamba mohon permisi ayahanda raja dan ibunda ratu.


Setelah menghadap raja dan ratu akupun pergi ke kandang kudaku yang biasanya kusebut namanya kelana. Kelana adalah mahluk yang di titipkan kepadaku waktu kecil dan waktu itu kelana juga masih belajar berjalan, kuda hitam yang sangat angker titipkan kakek induknya kelana mati karna bertarung melawan hewan spirit waktu menyelamatkan kakekku ketika di hutan kakek mencari obat untuk nenek yaitu teratai ungu supaya nenek bisa sembuh dari racun.


Pada saat kuda itu mulai lemah dia melahirkan seekor kuda putih yang di bawa oleh si ular naga itu entar kemana dan kakek pun rencana akan menguburkan kuda putih nan cantik itu tetapi kuda itu melahirkan kuda hitam dan kuda itu sangat hitam sekali dengan berjalan tertatih sepertinya masih sakit karna terkena ilmu ular naga itu.


Kuda putih itu mengatakan mohon agar kakek merawat anaknya dan jika bisa bersama dengan anak manusia yang baru lahir dan biar ada ikatan batin katanya supaya kuda hitam juga bisa hidup sampai besar dan setelah dewasa dia akan mengajari banyak hal kepada anak itu karna ikatan batin keduanya.


Kemudian kakek di tunjukkan dimana letak bunga itu di bawah air terjun pas di depan mata mereka sedangkan kakek mencarinya dari tadi tetapi tidak kelihatan bunga itu. Ambillah bunga itu untuk istrimu paman dan aku akan menjagamu dari sini cepatlah sebelum naga itu kembali kemari karna kita akan keluar dari hutan ini secepatnya katanya kepada kakek.

__ADS_1


Kakek Pun mengambil bunga itu dan kuda putih itupun menyuruh kakek menutup matanya dan bayangkan kita sampai di kerajan kakek yang tidak orang kalau bisa di gunakan kuda yang bersih dan rapi.Kakek membayangkan tempat yang kuda putih itu bayangkan dan benar saja kakek pun sampai disana dan kuda putih itu mengatakan jika anaknya nanti bukanlah manusia ataupun hewan tetapi kalau bisa buatlah tempatnya bersih dan nyaman untuknya dia akan berubah ketika masanya dan terimakasih paman tolong berikan ini kepada bayi yang akan melindunginya dan berikan ini juga di lehernya paman supaya anakku tidak nakal dan satukan darah mereka nanti setelah aku pergi dari sini.


Satu lagi kakek jangan pernah membawa anakku ketika belum dewasa ke hutan larangan itu pasti naga itu akan membawanya pergi dan hubungan mereka ini akan menghilangkan bau spiritnya jika nanti mereka dalam bahaya biarkan mereka meniup kalung yang di lehernya pasti ada bantuan yang datang


Ingatlah paman jangan membawanya ke hutan larangan karna setelah ini aku akan kembali ke wujudku dan aku bisa mengalahkan ular naga itu, tetapi aku lagi mau melahirkan anak - anak ini seluruh tubuhku kehilangan kekuatan karna harus berbagi tiga kekuatan dan tubuhku sekarang juga sudah mulai lemah paman. Jika mereka menyatu dan bisa berbagi maka anakku akan membawa anak ini kemakmuran dan ke suksesan ke depannya dan akan menjadikannya raja yang hebat yang pernah ada.


Sudah ya paman aku lelah dan aku akan pergi ke asalku berada paman. Aku bisa memperlihatkan diriku karna paman adalah raja yang baik dan adik selalu membela kebenaran dan penuh ke ikhlas dan setelah ini paman akan di berkati untuk setiap apapun yang paman lakukan dan tetaplah terus menjadi baik dan setia paman aku bisa melihat kebijaksanaan di dalam hatimu.


Cepatlah ke ke istrimu paman dan istrimu sudah mulai.membiru sampai ke pangkal paha aku takut sampai ke paru - paru cepatlah rebus bunga teratai ungu itu dan ini tambahkan serbuk bunga anggrek biru sebagai penangkal rasi dan muntah nanti supaya cepat sembuh paman.


' Tetapi bagaimana dengan anakmu ini nak, dia masih terlalu lemah untuk kutinggalkan ? "


" Tidak apa paman , aku akan menunggu paman dan tidak ada sisa obatnya tolong di bawakan kepada anakku juga paman dan berikan juga kepada bayi itu nanti ! "

__ADS_1


__ADS_2