Matahari Di Dunia Maya.

Matahari Di Dunia Maya.
bab 26


__ADS_3

Aku melanjutkan perjalananku tetapi kali ini aku tidak memasuki hutan kembali karna terlalu banyak siluman disana dan juga hewan - hewan buas disana dan aku sangat lelah untuk sekedar ber basa - basi dengan siluman itu dan hal itu juga sangat melelahkan padahal mereka adalah makhluk yang seharusnya tidak usah mengganggu manusia karna manusia dengan siluman itu sudah berbeda tetapi siluman sering kali menggangu kami sebagai manusia


Aku berjalan menuju sebuah rumah makan yang menyediakan berbagai olahan daging sapi dan tentu saja aku ingin memakan daging sapi sekarang karna aku pengen makanan rumahan seperti yang ibuku masak dan akupun memesan berbagai makanan berbahan daging sapi itu, tentu saja zaman dulu ada berbagai olahan daging sapi yang sangat enak sekali karna mengunakan bahan - bahan alami. Hari masih sangat siang tentu saja karna masih jam 12.00 siang hari dan orang - orang sangat menikmati makan siang mereka dan tidak ada Senda gurau dan hanya makan siang saja setelahnya mereka pergi dan membayar makan siang mereka.


Aku masih saja duduk disana di kedai makan siang ini akan sedang hendak membayar tetapi yang punya kedai mengatakan kepadaku bahwa kedai akan segera tutup karna di sini matahari sebentar lagi akan terbenam padahal masih pukul 14.00 sore hari dan kenapa toko ini sudah tutup dan kalau tuan mau cari penginapan kami menyediakan ya dan tuan tidak usah bayar karna keluar juga tuan akan mati terkena sinar merah itu kecuali tinggal di rumah dan rumah.


Akupun menyetujui usul dari pemilik kedai bukan masalah bagiku karna aku juga masih bisa membayar untuk penginapan itu dan aku melihat penginapan disini sudah di buat atap dari berbagai batu dan juga di buat sangat banyak lapisan batu - batu alam yang sangat indah dan atap serta dindingnya di dominasi warna merah dan aku heran kenapa masih sore semua rumah sudah tutup dan akupun segera menuju kamarku setelah membayar kamar yang disewakan oleh pemilik kedai itu dan tentu saja aku juga akan melihat apa.yang sebenarnya terjadi disini dan kenapa warga disini sini ketakutan akan sinar merah itu. " Apakah ini ulah siluman lagi mencari mangsa manusia dan membuatnya menjadi kekuatan mereka sehingga mereka menjadi abadi ! "


Akupun beranjak ke laut tanpa ada yang mengetahui karna aku memakai ilmu yang biasa di sebut orang menghilangkan diri dan benar saja ini matahari merah dan kenapa matahari ini lagi - lagi mengambil kekuatan manusia untuk menjadi tumbalnya.

__ADS_1


Aku berjalan mengikuti arahnya mulai meredup dan mungkin sudah mendapatkan mangsanya tetapi siapa yang di mangsanya, " kenapa aku tidak melihatnya kemana dia membawa mangsanya?" dan cepat sekali si matahari ini redup cuma setenggah jam dia sudah tengelam dan sudah malam saja, akupun kembali ke dalam penginapanku.


Di dalam penginapan, tuan pemilik penginapan kehilangan seorang anak muda yang sudah membayar mahal untuk penginapannya dan sudah di ambil oleh sinar merah katanya dan kasihan bangsawan itu harus menjadi tumbal si merah lagi dan kini singer lebih mencari orang - orang yang datang dari luar daerah kata pemilik penginapan.


Aku masih perlu beberapa informasi tentang sinar merah itu dan tentang api yang sering datang serta membakar rumah penduduk setempat dan tentu aku harus lebih teliti lagi dan mengikuti jalan ke arah timur dan sinar itu sudah tidak ada dan mungkin besok akan muncul kembali.


Sebaiknya pangeran coba untuk bersemedi sepertinya pangeran terkena sihir yang menyebabkan kantuk dan pageran terkena racun buah yang akan menyebabkan pegeran mengantuk terus dan di penginapan itu lah yang memberikannya kepada pageran karna mereka ingin pangeran yang menjadi persembahan buat sinar merah itu tetapi yang di ambil malah anak bangsawan itu pageran kata si hitam.


Aku tau hitam, justru merekalah yang ingin menyembah si merah dan mereka juga rela memberikan korban dengan mengadakan ritual aneh di kamar dengan mewarnai kamar dengan warna merah dan aku akan membuat bapak pemilik kedai itu berbicara dan akan mencariku hitam, karna kamar itu sudah ku ubah agar sinar itu memantulkan cahayanya kembali dan si siluman itu akan terkena racunnya sendiri dan racun yang sudah ku buat dan kita lihat saja nanti mereka pasti mencariku hitam.

__ADS_1


Si hitam menungguku mandi dan saudaraku perempuan itu sudah menyediakan makanan ku disana dan rumah kami ini lebih baik daripada penginapan itu dan aku berencana untuk melumpuhkan sinar matahari merah yang menyombongkan dirinya karna sudah meminta korban dan tentu saja mungkin dirinya merasa bahwa dia itu Tuhan.


Sementara itu di penginapan sang pemilik sudah menemukan buruannya seorang perempuan bangsawan yang kabur dari rumah dan kehilangan uangnya sehingga uangnya habis dan meminta untuk sementara tinggal di penginapannya sampai di jemput keluarganya.


Pemilik penginapan menyetujuinya dan memberikan makan dan minum serta penginapan yang gratis dan tanpa dua tau bahwa pemilik penginapan sengaja membuatnya gratis agar bisa menjadikannya tumbal dan tentu saja gadis itu sudah tau dan memang akan melakukan pengorbanan dirinya karna sudah tidak sanggup hidup lagi dan gadis sudah pasrah akan nasib dan garis hidupnya.


Akupun mulai mencari matahari dunia lain itu ketika matahari sudah meredup di tutupi oleh sinar merah dan aku mulai menyusup ke kamar yang kemarin ku tinggali kamar yang mulai sudah kelihatan sinar merahnya dan gadis itupun hilang dan akupun mengikuti arah hilangnya gadis itu ke dalam hutan dan tentu saja aku tau bagaimana mereka mengambil gadis itu dengan kekuatan dewa matahari.


Aku melihat sang dewa matahari sudah disan dengan pelayannya dan pelayannya itu sungguh sangat keterlaluan membuka seluruh pakaian gadis itu dan akan membakar gadis itu dengan sinar merahnya dewa matahari dan dewa itu tidak bisa melanjutkan nya karna gadis itu sudah tidak perawan dan dan mengambil kambing yang sudah di ikat di pohon dan memakan kambing itu hingga habis dan gadis tadi di pakaikan kembali pakaiannya dan aku berhasil mengelabui dewa matahari itu hingga membuatnya marah dan meninggalkan korbannya begitu saja disana dan aku membius semua pelayannya dan membawa gadis itu kembali ke desa lain dan menyerahkan beberapa lembar uang koin.

__ADS_1


__ADS_2