Matahari Di Dunia Maya.

Matahari Di Dunia Maya.
Bab 31


__ADS_3

Aku mempunyai pasukan di dalam hutan sihir putri Sia dan tentu saja penyihir-- penyihir yang hebat dan bisa di andalkan tentunya. Aku sudah ada di sini beberapa hari tetapi mereka tidak dapat menemukanku dan aku sangat yakin sekali sihir mereka itu sangat kuat dan bisa mengalahkan siapapun kata raja itu.


Paduka salah disini sihir tidak bisa di gunakan yang jelek tetap jelek dan ganteng tetap ganteng karna kerajaaan peri sudah di mantra dan tidak ada yang bisa melihatnya kecuali kami sendiri yang melihatnya dan tidak seorangpun yang bisa masuk ke dalam kalau bukan kami sendiri yang memintanya datang atas dasar menolong dan kami adalah peri penolong manusia dan kamu paduka sudah ku jadikan sebagai saudaraku makanya paduka bisa masuk kemari dan itu sudah menjadi perjanjian kakak dulu dengan pangeran langit dan siapa saja yang melanggarnya maka akan mati dan klan kami akan menjadi yang tak terlihat di manapun kecuali kami yang memang mau memperlihatkan diri.


Mungkin jika paduka raja terlambat saja di tolong maka paduka akan mati di makan oleh harimau dan yang kuasa sudah menakdirkan kita bertemu sebagai saudara jadi aku menolongku paduka.


Putri Sia, " apakah aku bisa menikahi mu dan aku sangat tertarik denganmu dan dengan kebaikanmu yang tulus dan ikhlas dan jika putri Sia mau maka akunakan membawamu ke kerajaanku? " menjadikanmu ratu yang terindah di hatiku dan aku juga belum mempunyai permaisuri putri Sia, " maukah putri Sia menjadi istriku ? " permaisuri kerajaanku ? " di sana di kerajaan atas angin kata paduka raja kembali.


Maafkan aku paduka raja seandainya aku secantik bidadari seperti dulu, aku tidak bisa menikah denganmu karna kami harus menikah klan kami saja dan jika kami menikah dengan berbeda klan maka kami akan mati dan paduka bisa memilih klan paduka saja dan hamba bukankah seorang putri yang cantik kataku kepadanya.

__ADS_1


Baiklah putri Sia , aku sudah sehat dan aku akan kembali ke kerajaan angin dan datanglah ke sana berkunjung dengan yang lainnya Aku akan menjamu kalian dan tentu raja ayahanda dan ibundaku juga sangat senang sekali. Aku sangat berharap sekali adikku untuk melihat wajahmu supaya aku tidak pernah menyesal meninggalkanmu disini di tanah kelahiranmu ini dan itu adalah permintaan terakhirku.


Aku adalah putri Sia yang dikutuk kanda yang hanya langit yang bisa menyembuhkan kami dan jika langit menyembuhkan kami berarti semua kutukan sudah di hapuskan di sini tetapi aku janji aku akan selalu membantumu jika kanda membutuhkanku dan sekarang kanda tidak boleh kembali ke kerajaan karna adikmu dari anak selir yang menguasai kerajaan kalian dengan ilmu hitam dan pulanglah ke hutan dulu dan minumlah madu dari pohon supaya tidak mabuk ketika menghadapi sihir gelap itu.


Berikan bekal ilmu kepada para prajurit mu kanda karna yang kamu hadapi itu malaikat maut dunia gelap dan ratu iblis dan kalian akan kalah kataku kepadanya.


Adik, " Kenapa Dinda mengatakan begitu ? " para prajurit ku sangat tangguh dan kuat serta setia dan tidak akan akan meninggalkanku adik dan dimanakah letak kesalahanku hingga membuat aku resah adik. " "Apa yang harus kami lakukan? " kamu membuat aku takut saja.


Baiklah adik, kanda akan berangkat, bagaimana dengan wajahmu adik, " apakah kamu tidak mau memperlihatkan nya untuk ku ? " katanya kembali. Aku akan menunjukannya tetapi kamu berjanji paduka tidak akan pernah mengingatku lagi dan wajahku dan jika kamu mengingatku maka kamu bisa gila nanti dan sekarang berjanjilah dulu dan berdoalah dulu dengan janjimu baru aku akan membukanya kataku kapadanya.

__ADS_1


Akupun membuka cadar putih yang selalu kubawa kemanapun karna aku takut orang mual dan bisa mati jika mereka menghinaku dan kejadian itu pernah terjadi dan aku tidak mau lagi begitu karna bagaimanapun manusia pasti bisa berubah dan bertobat dan menyadari akan kesalahannya bukan menjadikan mereka manusia sombong. Setelah membuka wajahku diapun tersenyum dan tidak terkejut dan mengatakan kepadaku karna aku sudah berjanji aku tidak akan mengingatnya adik dan aku akan tenang sampai di hutan dan jagalah dirimu adik dan tetaplah menjadi wanita yang baik dan selalu lembut serta wajahmu adalah wanita yang tercantik yang pernah kutemui karna mamang kamu berhati mulia seperti wajah bidadari katanya. Aku hanya tersenyum kepadanya dan melihatnya pergi ke hutan tempat pasukannya berada dan mengucapakan selamat tinggal dan semoga selalu bahagia dan berhasil.


Aku menutup kembali cadar putihku walaupun paduka raja angin memujiku begitu aku tidak mau sombong karna aku sudah melatih diriku menjadi sederhana dan tidak seperti dulu lagi dan apa yang kakek sesalkan aku tidak ingin mengulangi lagi dan aku hanya ingin berjumpa kembali dengan pangeran langit yang sudah ku anggap ayah tetapi pangeran langit sudah entah dimana sekarang dan entah kapan akan kembali lagi ke kerajaan peri kami.


Hari ini ada perayaan di istana peri dan kami harus berkumpul dan membicarakan masalah yang terjadi di kerajaan selama sepekan dan tentu semuanya harus hadir.Tidak ada yang boleh memakai cadar dan seperti biasanya akupun membuka cadar jika di dalam istana saja dan adik - adikku juga tentu kakak juga ada hadir disana walau hanya sebagai penasehat saja.


" Bibi, kamu sangat hari ini ? bibi benar - benar cantik katanya seperti bidadari dan aku menyukainya kata keponakanku dan semua mata memandangku dan mereka hanya diam saja dan tidak ada ekspresi sedikitpun dan adik - adik ku juga sepertinya kutukannya juga sudah hilang dan wajah mereka kembali seperti dulu.


Putri Sia , budi baikmu membawa kutukan itu sudah hilang dan membawa kebaikan kepada kerajaan kita juga putri Sia kata kakek. Aku hanya tersenyum dan tersenyum saja dan tidak ingin melukai hati siapapun, aku ingin belajar banyak dari putri biru tentang arti hidup dan menikmati keindahan bukan kesombongan.

__ADS_1


Akhirnya kulihat adik - adikku tersenyum dan mereka bahagia dan mungkin mereka mengira aku menyihir mereka juga supaya cantik dan aku tidak pernah melakukannya yang melakukan itu selama ini adalah kakek bukan aku atau yang lainnya.


Semuanya menangis di acara pertemuan keluarga itu dan aku hanya diam saja melihat adikku menaggis dan sebisanya tersenyum.


__ADS_2