
Aku meninggalkan acara itu dan kembali ke kamarku untuk beristirahat karna nanti malam aku akan berangkat bersama.si hitam dan untuk semuanya yang disini aku tidak memikirkannya lagi karna aku bukanlah yang utama dan namaku saja putra mahkota tetapi aku seperti anak tiri saja di buat oleh ayahandaku.
Tok...tok....tok..
Pintu di ketuk berulang kali tapi aku malas untuk membukanya. Ibu masuk saja kataku kepadanya aku lelah masih tertidur ibunda.
Ibunda masuk ke kamarku dan memberikan sebuah kalung yang tak terlihat, di dalamnya ada beberapa buah senjata tangguh dan buah - buahan yang bisa meningkatkan energimu nak, jika kalian kurang dari cincin dimensi boleh ke kalung dimensi itu dan nanti jangan lupa belajar kultivasi di hutan larangan karna jika kultivasi u tidak naik maka kamu kalah di dalam peperangan dan kita ada di dunia ini untuk menolong yang lemah dan yang tertindas ananda dan kamu lihat sendiri di depan kita saja banyak manusia yang tidak berguna seperti itu
Dan jika ananda terdesak panggil ibunda saja jangan terpengaruh dengan wanita cantik karna mereka bukan seperti kita. Wanita di hutan larangan dan di luar sana banyak siluman yang mencari garis keturunan dewa dan manusia.
Ibunda mengingatkan saja ananda , jika.kamu terjatuh di dalam pelukan iblis atau setan ataupun siluman maka kita akan hangus dan tidak bisa kembali, tugas kita hanya membantu mereka dan membawa mereka ke jalan yang lebih baik.
Kalau begitu ibu kembali dulu nanti jangan lupa semua apa yang ibu katakan, ibu akan membimbingku dari jauh, tetap semangat, waspada dan kasih sayang ibunda selalu menyertaimu.
Setelah ibunda pergi aku tidak bisa tidur dengan apa yang ibunda katakan, boleh bergaul dengan siluman tetapi jangan bernikah dengannya maka kamu akan hilang kata ibuku.
__ADS_1
Tengah malam akupun berangkat dengan si hitam dengan perlahan tanpa ada prajurit dan pergi tanpa ada sambutan kepergian seperti putra mahkota lainnya.
Ayo hitam kita harus sampai di hutan larangan besok malam dan malam ini kita akan melewati rawa lebur biar tidak ada yang tau kita siapa kita nanti biar kita istirahat di rawa lebur saja di sana banyak rumput dan tentu saja banyak ayam yang sudah besar.
Sampailah kami di rawa lebur dengan pakaian menyamar dan kadipaten rawa lebur masih di bawah kekuasaan ayahanda dan rumah yang kami singgahi ini rumah singgah ayahanda kalau kami ke kerajaan lain dan kerajaan ayahanda sudah termaksud besar dan buktinya masih bertahan sampai sekarang dan banyak kerajaan kecil di bawah yang meminta perlindungan di bawah ayahandaku.
Sengaja kami tidak masuk pendopo melainkan ke hutan yang di sebelah pendopo disana ada sebuah gubuk yang biasa kami tinggal jika berburu, bukan aku tidak mau dilayani atau mandi dengan enak disana tetapi aku tidak mau ada campur tangan ayahandaku disana dan karna ini adalah jalan satu - satunya jika mau keluar dari kerajaan ini dan tentu saj pikiran ayahanda kami pasti melewati atau menginap disana.
Setelah sampai di gubuk tempat ku menginap aku langsung mencarikan si hitam makanan dari cincinku saja karna aku sudah letih sekali dan aku hanya memakan makanan bekal yang di berikan ibu dari kerajaan dengan hanya mengunakan daun pisang.
Hitam kamu menunggu disini dulu ya, makananmu ini dan aku rasa ini lebih nikmat dan enak dan mari kita sama - sama makan. Karna hari sudah mulai gelap, setelah selesai makan akupun mengambil kelapa muda yang tumbuh pendek di dekat gubuk bambu dan menutup mata orang - orang akan gubuk bambu ini dengan ilmu yang kuoelahari dari ibu.
Kakeknya pingsan hitam kataku pada kudaku si hitam. Kita sudah mau tidur tetapi ada saja.kita awas saja hitam manatau kakek ini siluman kelelawar yang lagi bertarung dengan sejenisnya.
Kuoerhatikan kakek itu dan ajaib luka kakek yang begitu parah hilang dan darah merah yang bercecer di lantai juga sudah hilang dan seperti kakek ini bukan orang biasa atau setenggah siluman sepertiku.
__ADS_1
Kuberikan minum yang tinggal sedikit kepada kakek dan aku kasihan kepadanya dan jika memang kakek orang baik maka kakek akan segera sembuh karna air minum bisa menyembuhkan segala jenis macam penyakit mau luka yang baru ataupun lama.
Kumasukkan perlahan - lahan dan seteguk demi seteguk ke mulut kakek dan obatnya sudah mulai bekerja jika niat kita menolong dan jika bukan orang jahat ataupun siluman baik maka mereka akan sembuh tetapi kalau niatnya jahat maka juga akan segera mati.
Kakeknya perlahan sembuh dan mulai membuka matanya dan sudah bisa duduk bersila dengan baik dan tersenyum kepadaku " Siapakah kamunanak muda ? " Saya belum.pernah melihatmu disini dan sepertinya kamunorang baru disini dan perkenalkan saya adalah busima.
Saya adalah Panglima kerajaan Galuh dan kemarin malam ada peperangan mau meyerang kerajaan Galuh dengan memakai baju hitam dan topeng hitam. Saya dan pasukan saya mengejarnya sampai ke rawa ini dan saya terkena sabetan pisau mereka jadi kekuatan saya habis darah sudah banyak keluar.
Kenapa kakek yang melawan pemberontak itu, bukankah ada panglima - panglima muda yang lebih tangguh dan seharusnya paman sudah pensiun tidak usah ikut perang lagi dan sekarang kemana kakek akan pergi setelah sembuh, ' apakah kembali ke kerajaan ? " atau mau ke keluarga kerajaan.
Saya juga binggung anakmuda dan menurut berita pangeran mahkotalh yang memberontak bukan siapa - siapa dan katanya pangeran tidak bersedia di usir dari istana dan akhirnya memberontak.
Tidak sia - dia aku menginap di gubuk ini kalau kemarin aku menginap di atas maka tenagaku akan habis berperang dengan mereka dan tentu saja yang ingin mengambil alih adalah keluarga ibunda ratu dan bupati - bupati kecil yang di bawah naungannya.
Kasihan ibunda disana bertahan karna supaya kerajaan tetap ada dan masih bertahan untuk menjaga orang - orang berbuat curang kepada kerajaan.
__ADS_1
Kakek tidurlah kek sampai kakek sembuh benar dan aku akan menjaga kakek sampai besok soalnya besok aku akan melanjutkan perjalanan kalau tidak kita akan di serang besok malam.
Kakek nanti di istana lihat waktu yang tepat berikan biji jagung ini kepada ibu atau tamanlah biji jagung ini di depan rumah kakek nanti ibu akan datang ke rumah kakek dan akan membantu kakek jika kakek dalam kesulitan.