Matahari Di Dunia Maya.

Matahari Di Dunia Maya.
bab 34


__ADS_3

Adikku itu belajar dengan baik dan cepat meracik obat sampai benar- benar baik dan sempurna, awalnya bentuk obatnya tidak sempurna dan kadang ada yang tidak terbentuk sama sekali dan kakeknya ikut mengajarinya juga sesuai petunjukku adikku itu semakin bisa saja dan dia sangat rajin sekali.


Hari ini ada seorang pangeran yang baik hati berkunjung ke rumah mereka . Pangeran itu terluka dan tidak tau kenapa kudanya membawanya ke rumah kakek ini dan aku juga belum pergi dari rumah kakek padahal dari kemarin aku pengen pergi tetapi di rumah kakek ini aku bahagia dan senang melihat keadaan mereka dan mereka menikmati apa yang diberikan Tuhan untuknya dan aku masih betah disini sampai aku akan merasa sudah bisa meninggalkan mereka dan aku tidak tau kenapa aku merasa janggal.


Pemuda itu di bawa ke dalam rumah oleh kakek dan kudanya pun di beri makan oleh kakek dengan rumput di kebun dan setelah kakek memeriksa dan kakek.mengatakan bahwa darah berwarna biru, bukankah yang berwarna biru darahnya adalah kerajaan peri pangeran dan kenapa ini pangeran peri bisa keluar jauh dari kerajaan peri kata si hitam kepadaku.


Aku saja kakek yang mengobatinya dan melihatnya bagaimana besar dan lebar lukanya dan sebahagian ini sepertinya terkena senjata cakra dan kenapa pemuda ini bertahan dengan racun dan luka yang cukup lebar begini kataku di dalam hati. Aku mulai membersihkan luka dan menghentikan pendarahannya karna darah masih mengalir terus dari dadanya juga sudah mulai menghitam dan aku langsung mengusapnya dan warna hitam itu menghilang.


Pendarahannya sudah berhenti dan aku tinggal membalutnya dengan perban kemudian memberikan pil penyembuh . Bangunlah pangeran peri, kenapa anda berada di dunia manusia dan apakah terjadi di dunia peri sehingga pangeran berada disini kataku kepadanya dan terjadi sesuatu disana sehingga pangeran Samapi terluka begini kataku kepadanya lagi.

__ADS_1


Pangeran langit memperbaiki tempat duduknya dan meminum air hidup lagi dan kemudian tidak terjadi apapun kepada kerajaan peri dan peri biru pangeran dan kami hanya di suruh untuk membantu kerajaaan lain dan disana ada putri Sia dan aku terkena sihir mereka mau pulang dan kerajaan itu kalah sudah kalah tetapi mereka masih mengunakan sihirnya untuk melukaiku ketika aku mau pulang dan ketika aku mau pulang aku sudah tidak tau jalan untuk pulang pangeran dan portalku sudah tertutup.


Lalu bagaimana dengan putri Sia dan ibundamu putri biru apakah mereka tau kalau mereka kehilangan dirimu dan kenapa bisa kalian bisa membantu orang - orang kerajaan lain dan kalian tidak akan bisa lagi berkembang pesat kalau kalian terkontaminasi dengan orang luar dan generasinya nanti akan tidak berkembang dan tidak bisa lagi menyesuaikan dengan alam dan kamu tau pangeran satu persatu ibundamu kemudian ayahandamu dan bibi - bibiku akan mati jika kalian terlalu lama di luar dan cepatlah kembali kataku dan sampaikan salamku kepada orang tuamu dan ku hembuskan napas ku kepadanya dan kepada kudanya dan kuberikan pil penyembuh kepada kudanya juga dan merekapun berangkat dan pergilah supaya mereka tidak terlalu mencintaimu sampai jauh pangeran.


Baiklah pangeran langit, terimakasih buat pertolonganmu dan pengobatan mu paduka pangeran dan aku akan selalu mengingatnya dan merekapun langsung pergi terbang ke kerajaan biru.


Setelah pangeran kerajaan peri pergi kemudian datang lagi seorang wanit apenyihir yang terluka sangat parah sekali dan kelihatannya darah yang mengalir di tubuhnya berwarna putih susu dan seluruh tulangnya retak dan kulitny membiru karna luka bekas tendangan benda tajam dan akunsabgat kasihan sekali melihat penyihir muda ini dan kenapa ada hubungan apa mereka dengan kerajaanoeri dan aku tidak bisa kembali lagi ke kerajaan peri karna aku sudah ke sana dan Sundah singgah di sana dan kini malah penyihir ini terluka dabnhanya orang baik saja yang bisa melihat rumah kakek ini kecuali dia penjahat tetapi berhati mulia.


Akupun menyuruh adikku menyembuhkan penyihir itu dan sudah sampai dimana aku mengajarkan ilmu pengobatan kepadanya dan adikku itu harus bisa menyembuhkan kannya dan obat penyembuh sudah banyak dia buat dan ilmu bela diri pun dia sudah pelajari dan tentu saja dengan cepat adikku sudah secepat angin menyembuhkan penyihir itu.

__ADS_1


Karna kakek dan nenek juga sudah bisa ilmu bela diri yang hebat dan akupun meninggalkan penyihir itu karna luka nya sangat dalam maka kami harus ke dalam hutan untuk mencari anggrek emas kunyuk mengeluarkan racun di tumbuhnya tetapi aku ingin sekalian mengajari adikku bertahan di hutan dan mempergunakan ilmunya dengan baik dan diansudah terbiasa dan sangat santai mengunakan tangan serta kakinya dan sekarang tenaga dalamnya pun sudah lebih dari cukup karna kuantitasnya juga sudah tinggi dan ilmu tenaga dalamnya juga semuanya sudah kubuka dan kini dia sudah menjadi gadis yang sangat kuat dan kembali dia masih bersemedi dan aku merasa kakak dalam masalah dan aku sebentar ke kakek dengan meninggalkan tubuhku di goa dan jiwaku menemui kakek.


Kakek bantu saja mereka kek dan baringkan di luar sana aku sudah membuat pondok yang lebar dan sebentar lagi akan datang lagi yang lainnya karna mereka memang orang yg orang baik dan pondok sebelah juga bisa jadi tempat mereka dan aku juga sudah membuatnya sebelah sana dan penyihir ini semuanya orang baik kakek.


Baik, pangeran dan cobalah kakek minum ini dan nenek juga minum ini supaya sihir mereka tidak menggangu kalian dan berikan pil penyembuh saja dulu supaya tulang - tulang tangan dan kakinya menyambung dan ikatlah dengan bambu dan berikan ramuan ini supaya mereka tertidur katanya ku sebentar sore kami akan kembali.


Kakek sudah kuberikan obat anti lelah dan pil penolak sihir dan ini bertahan selamanya siapa yang menyihir kakak dan nenek maka mereka yang akan terkena sihirnya dan penyihir ini orang yang baik tidak akan mungkin menyihir orang tua ini karna jiwa murni mereka baik.


Aku menuju goa yang kutinggalkan bersama adikku yang sedang bersemedi dan kulihat dia masih khusuk dengan semedinya sampai dia menaggis dan kemudian dia kembali lagi ke tapa dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2