
Kami tidak mau emas pangeran dan saat ini ratu kami sedang terkena sakit yang sangat parah dan kami tau pangeran pasti datang membantu dan menyembuhkan ratu kami akibat siluman ular putih yang menyerang kolam duyung dan mengakibatkan ratu kami mengalami sakit, pangeran boleh mengambil teratai hitam dan apapun jika bisa menyembuhkan ratu kami dan sampai kapanpun jika pangeran mau obat atau apapun pangeran boleh kemari tanpa harus membuat perjanjian dengan kami dan jika pangeran bisa menyembuhkannya ratu tentunya. Bawalah ratu duyung ke atas dan aku akan melihatnya kataku kepada mereka.
Ratu duyung pun di bawa ke atas dengan tenda dan racun sudah menyebar ke seluruh kulitnya dan tentu sudah sangat parah sekali dan benar saja ini adalah ular putih. Aku mulai mengobati ratu duyung itu dan menganti seluruh kulit sisiknya dengan mulus dan dan seluruh kolam ikan dan aku merasa kasihan.melihat mereka dan jangan ganggu manusia bantulah mereka dan jika mereka serakah silahkan kalian memakannya kataku.
Ratu duyung sangat berterimakasih sekali dan memberikan semuanya teratai yang berumur ribuan tahun dan memasukkannya ke cincinku sebab besok teratai itu pasti akan tumbuh lagi dan membawa warna yang lebih cerah lagi dan di tambah warna baru yaitu teratai batik kata ratu yang sudah cantik itu.
__ADS_1
Akupun kembali ke hutan dan membuat api di samping pohon beringin dan kemana si kucing - kucing itu , tidak ada yang menungguku disini padahal aku sudah meninggalkan mereka lama dan aku menyuruh si hitam mencarinya kemudian aku membuat tenda lagi dan masuk untuk meracik obat yang akan dipersiapkan tetapi ginseng tidak ada jadi aku harus keluar dengan diam dan tak berapa lama aku melihat si hitam marah kepada harimau Karana tidak mau pulang dan ke singa juga katanya mereka masih mau bermain dan akupun memasukan mereka bertiga ke cincin dimensi tanpa ada yang tau di antara mereka bertiga dan akupun mencari ginseng lebih jauh masuk dan ini dia ginseng obatnya dan kenapa banyak prajurit di sini dan apa yang mereka lakukan dan aku kembali ke tempatku awak di mana sudah kusiapkan obat tinggal ginseng saja dan selesai akupun meminumnya dan membuat obat itu ke dalam kapsul kemudian aku makan malam dan tertidur Karana sungguh aku sangat ngantuk dan badanku lelah sekali dan kulepaskan singa dan harimau itu dan mengapa kalian tidak mau pulang dan apa yang kalian ributkan disana kataku, maaf pangeran kami hanya rindu untuk di layani dan di kusuk badannya kata singa dan aku merasa di duakan pangeran oleh singa dan kamipun bertengkar, kalian tidak boleh bertengkar jadilah menjadi saudara saja dan jangan suka untuk di layani karna aku juga tidak begitu kataku kepada mereka berdua hewan kesayanganku dan sekarang kita berangkat.
Kami tidak melewati ke prajurit yang berlatih kemarin karna itu jalan ke Utara dan kami harus ke timur dan jalan yang harus lewati sesuai rute agar kami selalu di lindungi dan di berkati dan mulai menunggang di hitam lagi yang sudah mulai keliatan kuat dan kokoh dan kami menuju jalan setapak yang di lewati oleh pemburu dan tiba - tiba di hitam berhenti dan mengatakan ada pemburu yang terluka pangeran dan sepertinya tertusuk benda tajam sepertinya temannya menusuknya dari belakang dan sepertinya masih hidup kata kudaku si hitam.
Sebentar hitam aku lihat dulu dan menaburkan bubuk mengeluarkan racun dan pemburu sadar dan mengatakan bahwa dia adalah pangeran yang ada di sebelah timur dan untuk apa pangeran di hutan sendirian kataku kepadanya dan dia menjawab bahwa mereka awalnya sangat ramai karna akan mengikuti sayembara putri kerajaaan dan siapa yang paling banyak mendapatkan hewan buas hutan dan hewan spirit lainnya maka boleh membawa putri itu menjadi istrinya tetapi aku di tikam.dari belakang dan aku tidak tau siapa yang menikam ku katanya lagi.
__ADS_1
Kenalkan aku pangeran Haga dan biasanya aku di panggil pangeran langit dan kamu pangeran sifat mu jahat makanya kamu mau dibunuh ayahmu karna pangeran mahkota tidak suka padamu dan jika.kamu tidak berubah maka kamu bukan siapa - siapa kataku kepadanya dan diapun terdiam dan aku sudah membuang roh yang jahat di dalamnya dan sekarang mari kita beristirahat dulu dan besok kita mencari hewan - hewan itu di hutan kataku kepadanya.
kamipun mencari hewan untuk di berikan kepada lomba yang sudah di lakukan dan Kamilah pemenangnya tetapi pangeran itu nampak sedih karna gadis yang dia cintai bukan gadis yang di berikan oleh raja dan gadis diperlombakan itu di berikan kepada putra mahkota dan dia sangat sedih sekali dan menangis pada saat itu dia merasa tertipu dan aku mengatakan kepadanya bahwa gadis itu sangat cantik tetapi di kutuk oleh ibundanya sehingga menjadi jelek.
Pangeran Radit namanya tetapi hatinya keras dan tidak pernah menikmati hidup dan sifatnya pendendam dan aku sudah mengatakan kepadanya untuk mengikhlaskan semuanya. Pangeran Radit mengatakan bahwa ayahnya selalu saja tidak menganggapnya dan selalu membuatnya yang terakhir . Aku melihat pangeran Radit dan membuka danti nya agar bisa melakukan kultivasi dan akupun mengajaknya ke goa di hutan dan menyuruhnya ber kultivasi dari tingkat rendah ke tingkat tinggi dan pangeran Radit bisa menyerap semuanya dengan baik dan aku juga mengajari main pedang dan memanah di dalam hutan dan membuka ilmu batin dan auranya intinya supaya bisa melihatku dan hewan - hewan spirit ku dan pangeran Radit pun terkejut bahwa aku bisa tidak di lihat oleh orang lain.
__ADS_1
Pagi ini kami pergi ke ruangan paduka raja karna ada masalah yang terjadi dengan kerajaan pasir dan kerajaan pasir adalah kerajaan pamanku dan aku sudah dekat dengan kerajaaan pamanku dan calon istri pangeran Radit adalah sepupu dari adikku tentunya anak pamanku yang dikerjakan pasir dan aku menemani pangeran Radit dan pangeran mahkota memang kulihat pintar tetapi licik dan suka menjatuhkan orang di belakang tetapi di depan orangnya pura - pura baik, padahal sebenarnya pangeran ini takut perang dan raja mengatakan ada sekelompok perampok yang di hutan sudah membuat koloni dan akan menyerang dan siapa di antara kalian yang menumpas perampok itu dan ayahanda sangat menghargainya dan sebelum berangkat kalian tunangan dulu dan kamu putra mahkota yang menumpasnya kata baginda raja.