
Aku selalu mengingat putri Luna adikku itu dan entah mengapa dari sekian banyak orang yang ku tolong cuma dia yang kelihatan tulus dan hanya dia yang selalu berdoa untuk perjalananku sedangkan yang lainnya tidak ada kudengar mendoakan ku , bahkan setiap hari dalam setiap napasnya aku mendengarkan walau aku jauh sekalipun sekarang aku mendengar adikku dan adikku kamu pasti akan mendapat kebahagian tentunya ke depannya.
Kami masuk ke dalam dan kerajaan ini tetapi kerajaan siluman ini sungguh bau sekali dan baunya seperti manusia mati dan ulat mayat itu sebesar ibu jari dan sungguh bau ini membuat kepalaku pusing dan lihatlah darah dimana - mana dan tidak ada kesejukan dan damai disini dan sesungguhnya ini adalah perang dan aku tidak tau perang apa ini.
Ada iblis yang bertanduk dua dan mengeluarkan lidah dan apinya keluar dari mulutnya yang besar dan aku mengatakan ke si hitam kudaku bahwa kami memasuki tempat setan yang amat kuat. Aku menghempaskan tanganku ke atas dan iblis itu mati dan terjatuh ke tanah dan dimana siluman yang lainnya bukankah si iblis sudah kembali ke neraka tetapi tidak siapapun disini dan apakah ini tempat pembuangan jin yang memang tidak untuk di lewati dan mengapa kami melewatinya, sungguh membuatku kwatir saja dan di sana banyak sekali siluman di kurung di kurungan besi yang banyak apinya dan apakah mereka berbuat dosa dan kepada siapa mereka berbuat kesalahan dan akupun langsung mengirim mereka ke tempat semestinya hanya dengan sekali hempasan tanganku yang ku yakin mereka sudah bisa berjalan bersama Tuhannya masing - masing, kami melanjutkan lagi perjalanan. di desa terkutuk itu dari hari sudah mulai malam tatapi udara masih terlalu panas dan mengingatkanku seperti udara di kerajaan peri dan aku harus melanjutkan perjalanan kembali dan sampailah kami di tepi danau yang biru dan tampak asri para nelayan baru saja kembali membawa ikan untuk di jadikan lauk makan malam.
Akupun membuat tenda disini karna sudah capek berjalan dan pengen menikmati danau yang biru sambil makan ikan serta air kelapa yang sejuk didalam. rumahku dan menyalakan kipas angin yang membuatku tertidur sejenak dari suara - suara iblis yang membuatku sakit kepala dan pengen istirahat yang sangat menyenangkan tentunya dan akupun sudah tertidur dan mimpi yang sangat indah di tepi danau ini.
Setelah bangun akupun langsung mandi di danau itu dan banyak sekali ternyata ikannya dan aku juga melihat banyak orang yang memancing disini sama seperti di desaku banyak orang yang memancing di kolam pancing tentunya. Selesai mandi di danau dan berenang akupun segera membakar ikan di atas danau dan segera memanggil bapak - bapak yang memancing ikut makan ikan bersamaku dan sambil bertanya ini desa apa namanya dan apakah yang terjadi di desa ini sehingga sangat teratur dan tenang sekali kataku kepada bapak - bapak itu
__ADS_1
Desa mengatur segala keuangan berbagi bersama jika ada keuntungan maka akan di bagikan semaunya bersama - sama dan akan makan dan minum bersama - sama kata bapak .
Akupun melanjutkan perjalananku kembali, kami sudah jauh berjalan tetapi pohon ini semuanya berwarna orange dan tidak ada sedikitpun berwarna hijau yang berwarna merah dan warna orange itu membuat tanahnya.
Aku berjalan perlahan dan perlahan melewati rumah dan rumah dan tidak seperti tadi ada danau dan juga banyak pemandangan yang sebelumnya dan disini banyak boneka besar seperti manusia besar dan memenuhi lahan dan pekarangan di setiap rumah orang.
Tetapi ini bukan Jepang, aku heran ini boneka banyak sekali dan aku merasa boneka ini ritual penyembahan buat iblis dan setiap malam pasti boneka ini bergerak dan akan mencari korbannya dan akan di kendalikan oleh satu orang dan aku akan menyelidiki apa.yang sebenarnya terjadi dengan kampung ini.
Malam pun tiba , aku tidak berada di kampung itu dan sengaja menunggu mereka disini dan apa yang akan mereka lakukan di tengah malam nanti, apakah orang yang mengendalikan mereka adalah manusia atau tidak dan tiba - tiba perutku sakit dan aduh aku harus mencari kamar mandi ku dan perutku sakit sekali karna makan ikan di kolam itu yang seharusnya tidak ku makan.
__ADS_1
Untung aku mempunyai rumah sendiri dan airnya mengalir terus dan tidak siapapun yang melihat dan aku sudah memakan obat anti diare dan si hitam jug sakit perut dan tidak bisa melihat boneka - boneka itu yang sudah di hidupkan dan kemana mereka akan berjalan dan mereka menuju ke arah danau mati yang di desa itu dan ternyata ada desa disana dan kenapa aku tidak melihat tadi siang setelah dari danau dan ini danaunya berwarna hitam pekat seolah - olah mereka mau mandi disana dan benar saja mereka mandi disana dan apa yang mereka lakukan lagi sungguh tidak masuk akal ku ini.
Aku melihat seorang nenek yang mengkordinir bonekan- boneka itu hingga masuk ke dalam.air yang berwarna hitam dan setenggah jam kemudian boneka - boneka itu kembali keluar dan menjadi manusia dan ini sangat aneh sekali dan aku tidak bisa mengatakan apapun dan manusia - manusia itu kembali ke desa dengan antrian seperti bebek dan ada anak kecilnya dan ibu dan ayah serta kakek nenek hingga hampir 300 ratusan orang dan aku tidak mengerti dan setelah itu mereka ke rumah masingb- masing dan hidup seperti zombi saja.
Hitam aku tidak mengerti ada pula manusia zombie di sini yang di hidupkan melalui boneka - boneka dan masuk ke danau hitam itu dan apakah di danau itu ada juga air hidupnya kataku kepada si hitam dan akupun memegang air di danau itu dan aku merasakan dunia halu ku semakin sempit dan aku merasa semakin bodoh.
kemudian kami masuk ke desa yang di penuhi oleh boneka - boneka itu dan aku berbicara dengan mereka dan mereka berbicara seperti manusia kayaknya dan aku melihat iblis di dalam dirinya yang menari - nari seperti di hutan.
Anak kecil itu menaggis dan tidak seperti manusia pada umunya dia menangis karna ada yang mau dia makan dan kemudian dia menangkap kucing liar dan segera memakannya dan aku terkejut sekali dan anak itu segera masuk ke dalam dalam pikiranku mereka mungkin akan mengincar ku untuk menjadi makan malam mereka.
__ADS_1