
Maaf dan beribu maaf ayahanda paduka raja, bukan hamba tidak mau untuk ke hutan menumpas perampok itu tetapi hamba harus menemani putri mahkota ke kerajaannya untuk pulang dan hamba akan mengantarkannya dan jika paduka mau bagaimana jika pangeran ke tiga saja paduka raja dan tidak mungkin adik pangeran ke dua karna dia sangat lemah sekali dan bagaimana menurut paduka raja kata kakakku putra mahkota yang nyalinya kecil.
Ananda pangeran Radit, apakah kamu bersedia nak, untuk menumpas gerombolan penyamun dan perampok itu karna yang ayahanda lihat kemarin kamu bisa menangkap hewan hutan yang banyak dan beberapa ada hewan the beast yang sangat langka, ada kadal bermata biru bersinar, ada burung Phoenix yang sangat langka dan ayahanda mau kamu yang menumpas sampai habis dan juga Karana kultivasi mu sudah tingkat tinggi anakku pangeran Radit.
Aku menjawab ayahanda dengan pelan dan mengiyakan apa katanya dan aku juga.mohon izin untuk mempersiapkan semuanya dan kami hanya berangkat beberapa orang prajurit saja karna akan menambah beban saja dan aku dengan pangeran langit menyusup ke dalam hutan dan para prajurit menunggu di luar dan kamipun melihat seberapa besar kekuatan mereka dan pangeran Radit sudah bisa cepat melompat dari dahan ke dahan lainnya dan sampailah kami di dalam hutan.
Desa tempat perampok itu sangat asri dan aku melihat tidak ada satupun yang ganjil mengenai desa di hutan ini dan yang paling mengesankan banyak anak kecil dan wanita hamil disini dan kakek dan nenek yang sudah tua sepertinya mereka merampok hanya untuk makan saja tetapi kelihatannya bukan mereka yang merampok dan aku menumbuhkan pohon buah - buahan untuk mencukupi makanan sehari - hari mereka dan akupun datang ke balai desa di mana pangeran Radit ada disana menjelaskan dengan bijaksana untuk apa Radit disini dan tiba - tiba panah beracun hampir mengenai dada Radit dan akaupun membalikan panah itu kepada yang punya dan orang itupun jatuh ke tanah dan benar saja ini adalah salah satu pengawal kerajaan yang pandai memanah dan kenapa pengawal kerajaan yang memanah ku , aku binggung dengan situasi ku dan lompat pangeran langit mengingatku lagi dan akupun lompat ke sana dan kesini setelahnya pangeran langit mengirim semua panahnya ke pengirim panah beracun itu matilah mereka sungguh ada ini tidak ada perampok disini tetapi aku di suruh ayahanda untuk menumpas gerombolan penjahat di hutan ini dan mungkin penjahat itu ada di tengah hutan sana dan mengunakan jasa tengkorak bayangan untuk menghancurkan kerajaan.
__ADS_1
Pangeran Radit semakin binggung, bagaimana mungkin kerajaan yang menginginkan kematiannya dan akupun menghilangkan desa ini dari mata bayangan manusia karna memang kasihan sekali mereka hanya anak - anak dan orang tua saja dan beberapa para suami yang bekerja di ladang dan setelah semuanya ku bereskan kamipun masuk lebih dalam lagi hutan dan benar saja ada banyak perampok di sana dan karna miskinlah mereka merampok dan sudah berapa lama tidak merampok karna prajurit kerajaan sekarang.mengincar mereka dan disinilah mereka di hutan yang gelap dan tidak ada makanan. dan minuman sama sekali , mereka jug makan dari sisa roti kering dan air hujan kemarin dan bisa saja mereka sakit perut.
Pangeran Radit mengajak mereka bekerja sama untuk menumpas kan kejahatan dan untuk makanan pangeran Radit memberikan emas untuk mereka membelikan makanan dengan penyamaran menjadi petani dan berdagang ke kota untuk menjual hasil pertanian dan merekapun bersama - sama kompak untuk memberantas penjahat dan mengambil jarahannya dan juga pemberontakan tengkorak bayangan pangeran Radit berhasil mengalahkan mereka semuanya dan kini pangeran Radit kembali ke puri untuk menjumpai ayahandanya.
Raja kembali mengumpulkan anak - anaknya dan pangeran Radit selalu membawaku kemanapun juga dan senjata sembunyi di lemparkan olah salah satu ninja dan aku membalikkan senjata itu dan mengenai pangeran ke tujuh dan rupanya senjata cakra kecil khusus di buat untuk menyerang musuh dan raja sangat terkejut pangeran ke tujuh yang terkena racunnya sendiri dan terjatuh pingsan.
Putri, maafkan aku yang telah meninggalkanmu dan aku berjanji jika aku pergi aku akan meminta izin padamu dan aku tersenyum mendengarkan apa yang di katakan pangeran Radit dan kulihat pangeran Radit sudah lebih banyak berubah lebih dewasa dan bijaksana.
__ADS_1
Putri mahkota Rani datanglah ke hutan bersama kami disana dan mandilah di air yang di hutan dan bersihkan dirimu disana maka kamu akan sembuh kataku dan nanti malam kamu harus berangkat dengan pangeran Radit dan berangkatlah sekarang aku akan mengikuti kalian dan lihatlah banyak sekali orang yang tidak suka kepada kalian di sini dan segera berangkat dan kamu pangeran Radit terimalah adikku sebagaimana mestinya.
Pangeran langit kenapa dia adikmu, bukankah kamu datang dari barat dan adikmu katamu darimana kamu mengatakan dia adikmu sedangkan sebelum kamu datang putri mahkota Rani sudah di sini. Pangeran Radit ketahuilah putri mahkota Rani adalah anak dari adik ibuku dan ibundaku lahir di sini di kerajaan ini yang sering di sebut kerajaan emas putih dan kamu harus mengasihinya sebelum kamu menyesal.
Pangeran langit tubuhnya bau sekali dan sepertinya banyak ulat kecil yang berjatuhan pangeran langit. Adikku itu cuma kamu yang bisa menyembuhkannya karna memang kalian sudah di jodohkan sejak kecil dan dia terkena santet kiriman dan kita harus membantunya dan sekarang masukkan dia ke dalam air kolam rempah itu biar semuanya penyakitnya hilang dan adik ber rendamlah sampai beberapa menit sampai seluruh tubuhmu terendam dengan air dan sampai seluruh badanmu tengelam dan apa yang kamu minta adikku kataku kepadanya.
Kakanda pangeran Aga bolehkah adinda minta agar hamba tau siap yang mengirimkan santet ini kepadaku kanda dan aku mau dia merasakan apa yang kurasakan dan untuk apa dia melakukannya begitu kanda kata putri mahkota Rani.
__ADS_1