Matahari Di Dunia Maya.

Matahari Di Dunia Maya.
Bab 15


__ADS_3

Setelah siluman ular itu pergi semuanya dan putri sava sudah bisa mendiri akupun mau melanjutkan perjalananku ke rumah pamanku dan aku yakin putri sava di jaga oleh ayahandanya. Pengaruh sihir di ayahandanya sudah hilang dan mungkin ayahandanya tidak bisa terkena sihir lagi karna aku sudah membuat ayahandanya kebal apalagi siluman yang mencoba merayunya dan tentunya juga manusia.


Setelah semuanya selesai aku melanjutkan perjalananku ke hutan larangan karna aku harus menyelesaikan semedi ku agar bisa lebih bijaksana dalam bertindak dan juga aku mau ber kultivasi agar badanku juga lebih ringan dan tentu saja untuk si hitam juga.


Menjelang malam kami masih di gerbang hutan larangan yang tumbuh banyak pohon - pohon di sekitar hutan yang sangat rimbun dan sangat sangat lebat sekali dan aku mencoba istirahat sejenak karna kami sungguh sangat lelah sekali.


Kami berhenti minum dan tidur sebentar di bawah pohon beringin dan udara kesejukan mulai terasa dan kamipun melanjutkan sampai ke dalam dan lebih dalam lagi hingga matahari sudah tidak kelihatan dan hanya gelap dan lembab saja yang terasa.


Didalam hutan banyak buah - buahan liar yang bisa di makan dan tentu banyak sekali Bu ga ataupun tumbuhan obat dan aku mengambilnya dan kemudian menanamnya di dalam kalung dan sengaja sinhiatm kumasukkan ke ke kalungku agar tidak kesusahan berjalan di saat gelap. Tumbuh - tumbuhan untuk obat sudah kudapatkan dan sudah sampai banyak di dalam kalung dimensi dan paling akupun melanjutkan perjalanan kami menuju goa yang ada di dalam hutan larangan dan akupun bersemedi di dalam dan tentu saja si hitam yang berjaga di luar dan fortal kami kami sembunyikan.


Setelah melalui semedi beberapa hari, aku sangat kelaparan dan di dalam goa ini ada berbagai macam buah - buahan liar yang bisa di makan dan tentu saja bisa menjadi obat juga dan aku meracik semuanya menjadi obat dan tentu saja kumasukkan ke cincin dimensi ku.

__ADS_1


Kamipun berjalan kembali menuju ke negeri Paman di seberang, banyak siluman yang ada di hutan larangan tetapi aku sudah menyembunyikan diriku supaya tidak kelihatan karna akan menambah waktu perjalanan saja dan tentu juga membuat perjalananku bertambah berat dan pastinya pasti berhenti dan berhenti lagi.


Seekor burung Phoenix yang kesakitan dan memekikkan telinga dengan suaranya yang tajam dan minta tolong tetapi tidak siapapun orang mendengar dan aku mengambil burung Phoenix itu dan memberikannya obat yang sudah kuramu sepanjang perjalanan menuju kemari dan tentu saja burung Phoenix itu sangat senang dan lagipula siapa yang akan mendengar tangisanmu di sini wahai burung. " Bagaimana kalau kamu menemani perjalananku ke rumah pamanku dan lihatlah situasi di atas apakah kita akan melanjutkan perjalanan. Sepertinya mau hujan dan di hutan ini tidak ada goa lagi dan aku harus cepat menuju pinggir hutan


Aku terbang dengan burung Phoenix itu di atasku dan yang tak kuduga waktu di dalam goa tadi begitu sangat gelap dan sampai di luar matahari begitu terik dan apakah perbedaan di antara hutan larangan di dalam sana dengan disini. Tetapi aku sudah berapa lama di dalam hingga kuncup - kuncup bunga kering padahal di dalam hutan buah serta bunga begitu indah.


Kita tidak bisa memprediksi di dalam hutan dan di luar hutan larangan. Aku mengeluarkan si hitam dari cincinku dan aku sudah lelah mengunakan ilmu meringankan tubuh dan berbadan di hutan dan segera aku meminum pil penyembuh badan dan seketika semua badanku sembuh dan berenergi lagi dan benar - benar sehat nanti setelah aku kembali aku akan membuat obat di dalam lagi. Terimakasih hutan larangan sudah menemaniku disana meracik obat dan bersemedi disini menghilangkan semua pikiran yang jahat dan kembali ke masa tenang.


Aku bertemu dengan seorang laki - laki yang sudah berumur kelihatannya bapak ini yang menjaga desa ini supaya aman dari pihak luar tetapi kenapa penglihatan ku tidak bisa melihat bapak ini manusia atau siluman dan aku sangat kecewa sekali. Pandanganku kabur mungkin karna aku baru keluar dari huta larangan dan tidak bisa melihat orang siluman apa manusia.


" Pulanglah anak muda, kita masih di berikan waktu jangan pernah masuk ke mari, ini adalah lukisan cinta yang pernah dengan kepalsuan dan jika kamu banyak dosa maka kamu tidak akan pernah bisa kembali, dan lukisan cinta ini akan membawamu ke alam kuburmu, apakah kamu mengerti? "

__ADS_1


" Bukankah alam ini bisa di nikmati oleh semua manusia ? " apakah cuma milik lukisan saja dan apakah paman adalah pemilik lukisan ini ! Dan bagaimana mungkin kita tidak bisa memecahkan apa yang terjadi di dalam lukisan ini dan aku sudah masuk ke dalam, bagaimanapun ini harus ku pecahkan misteri ini.


Kalau kamu bisa memecahkannya berarti kamulah yang di tunggu oleh kamu selama ini bahkan olah ribuan makhluk hidup disini, Karna kehidupan di sini sungguh sangat panas dan beda dengan alam sebenarnya dan kami tidak tau bagaimana mengatasinya sekarang.


Tetapi paman bagaimana mungkin di dalam panas sedang ini banyak padi yang menguning dan tentu saja desa kalian bisa di tempati oleh penduduk dan ' apakah kalian siluman ? " kenapa aku tidak bisa melihat siluman disini bahkan untuk melihat umurmu pun paman aku tidak bisa dan sangat sulit sekali paman untuk melihat duniamu paman.


Anak muda, pergilah jangan sampai kau mengusik kami dan aku sudah memperingatkan mu dan jangan menyalahkan kami nanti jika hidupku tidak pernah bisa kembali ke alam manusia.


Aku mengerti paman, tetapi aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi disini dan mengapa paman juga terjebak di sini dan tidak bisa kembali dan lukisan ini juga lebih baik di hancurkan daripada menyesatkan manusia.


Tidak anak muda, bukan lukisan ini yang menyesatkan tetapi orang - orang serakah di dalam dan manusia - manusia itu tidak mau bekerja dengan capek disini manusia cuma berkhayal dan tidak bekerja.

__ADS_1


" Apakah kamu akan masuk ke dalam anak muda dan kamu yakin ? "


__ADS_2