
Happy Reading...
Bang Joe merasa lelah selama perjalanan. Akhirnya ia sampai di kostan kakak sepupunya jam 16.00.
"Hai mas Ali. Baru pulang kerja ya" sapa bang Joe tiba tiba.
"Baru nyampe tuh ucapin salam. Jangan gitu."
"Assalamualaikum mas Ali"
"Waalaikumsalam. Iya Joe, mas baru pulang".
"Rajin amat pulang kerja, nyuci motor" ucap bang Joe sambil melepas sepatunya.
"Lu menghina apa memuji?"
"NgeGas amat mas. Mbak Litha mana?"
"Lagi nyuapain Amad. Masuk aja. Mandi dulu, jangan cium cium anak gue"
"Iya iya mas. Tenang aja. Paling cuma nyubit...hehe"
"Awas aja ya kalo berani nyubit anak gue" mas Ali mengangkat gayung yang di isi air.
"Ampun mas. Jangan galak galak" bang Joe berlari ke dalam.
"Dasar bocah".
***
Waktu sudah menunjukkan jam 19.30. Setelah semua malaksanakan sholat Isya, mereka berkumpul di teras depan kostannya. Menggelar tikar, menyeduh kopi dan gorengan. Oleh oleh dari desa masih di simpan untuk ngemil hari berikutnya.
"Gimana Joe rencana kamu melamar di bengkel?" tanya Litha.
"Sudah siap semua mbak. Rencananya besok mau ngelamar disana. Anterin ya mbak?"
"Gak bisa Joe".
"Mbak berangkat kerja pagi pagi sekali diantar masmu. Terus kita mau menitipkan ke baby sister-nya. Dia iuga segera berangkat kerja setelah mengantar mbak dan Amad. Kamu mau nunggu mbak dan mas pulang kerja ya keburu tutup bengkelnya. Lagian nggak mungkin bengkel nerima lamaran kerja pada sore hari kan?"
"Katanya kemarin aku di antar mas Ali mbak?"
__ADS_1
"Waktu itu mbak ngasal Joe".
"Ahhh...mbak ini. Nggak asyik".
"Kamu itu laki laki Joe, masa nggak berani ngelamar kerja?. Dulu kan waktu sekolah kamu ada percobaan kerja kan, apa namanya lupa?" Ali tiba tiba ikut menimbrug.
"Iya mas waktu itu".
"Ya udah besok ngelamar di sana aja. Mas udah tau tempatnya. Bengkelnya di depan gang, sebelah ind*mart".
"Ya deh mas".
"Udah habisin kopi mu dan gorengannya. Terus istirahat. Mbak mau nidurin Amad dulu" Litha pamit ke kamarnya.
***
Keesokan harinya, bang Joe melamar sendiri ke bengkel yang sudah di beritahukan Ali.
Sebelum bekerja, Litha dan Ali mengantar Amad ke rumah bu Ipah dan Litha yang menjemput Amad sepulang kerja.
Begitu lah keseharian mereka.
Saat malam pun juga tidak langsung tidur, walaupun semua merasa lelah.
"Bagaimana lamaran kerjamu tadi Joe?" tanya Litha
"Alhamdulillah, sudah di terima mbak. Mulai besok aku sudah bisa kerja disana?"
"Dapet apa aja Joe fasilitasnya atau uang makan kamu? Beli sendiri atau di jatah?" tanya Ali.
"Dapet mess/tempat tinggal mas. Makannya di jatah saat makan siang saja" jawab bang Joe.
"Itu bagus lhoh Joe. Lalu gimana gajian kamu?" Litha bertanya lagi.
"Gajinya mingguan mbak. Tiap hari sabtu".
"Berapapun kamu dapat, kamu harus mensyukurinya Joe. Kamu beruntung lho sudah dapet mess jadi menghemat pengeluaran mu. Kamu bisa nabung untuk masa depanmu nanti. Seperti menikah misalnya". Litha menyenggol pundak bang Joe sambil tersenyum.
"Apa sih mbak, masih bocil nih. Baru lulus. Pacar aja belum punya apa lagi mau nikah mbak? Jangan ngadi ngadi deh".
"Halah Joe... kamu nih di kasih saran sama mbak mu kok gitu. Sarannya bener itu, kamu harus nabung. Buat biaya nikah misalnya. Masa mempelai wanita semua yg nanggung semua biayanya nanti" kata Ali dengan bijak.
__ADS_1
"Oya iya deh. Bocil nurut nih sama kakak sepupu".
"Udah sunat masih bilang bocil? Dasar kau" Ali menoyor kepala bang Joe.
Mereka terlarut dalam canda tawa. Amad juga mulai akrab dengan bang Joe. Sesekali bang Joe menggoda Amad hingga Amad menangis.
"Huuuaaa...hikks...hiks...hiks..." Amad menangis.
"Kamu apain anakku Joe?" Litha yg keluar dari kamar mendadak menjadi singa betina. Ia menunjukkan amarahnya ketika mendengar anak kedua nya menangis.
"Cuma dipegang pipinya aja nangis mbak. Gemes aku, jadi pengin punya bayi...hihi".
"Makanya nikah"
"Kerja dulu lah mbak. Mau dikasih apa istri dan anakku nanti?" sungut bang Joe.
"Lagian mas, kamu itu. Anak kita di godain Joe kok kamu malah asyik makan. Doyan, lapar apa gak peduli anak sih?" Litha memarahi Ali.
"Joe kan cuma becanda Dek. Lagian ya dek, oleh oleh dari desa ini mantul banget. Aku aja nikmatin banget. Buruan kamu juga ikut makan, keburu habis lho. Aku doyan soalnya..hahah" kata Ali.
"Sini...mana semuanya biar aku simpan lagi. Ini untukku semua. Mas kan udah makan banyak." Litha mengemasi oleh oleh dari Joe untuk disimpan di toples. Ia lama tak makan keripik khas desanya, jadi harus di amankan dulu.
***
Di pagi yang cerah, ketika semua bersiap berangkat kerja tiba tiba Joe mengangkat bicara.
"Mas, mbak... seperti yang aku bicarakan tadi malam. Aku sudah dapat mess. Jadi nanti setelah pulang kerja, aku ambil barang barang ku ya. Aku pindah ke mess. Aku nggak enak lama lama disini. Pasti akan merepotkan kalian. Setiap malam minggu aku Inshaa Allah kesini deh. Amad pasti kangen sama aku..hehe"
"Iya Joe. Hati hati ya".
Kemudian Joe pergi menuju tempat kerjanya meninggalkan Amad, Ali dan Litha.
"Kita juga harus berangkat kerja mas. Yuk berangkat. Ke rumah bu Ipah dulu ya"
"Baik dek. Ayo berangkat".
Ali dan Litha juga meninggalkan kostan nya, meluncur ke rumah bu Ipah dan ke tempat kerjanya.
🌷🌷🌷
Thanks for reading
__ADS_1
Jangan lupa VOTE dan KOMENT yaa.
Ikuti saja alurnya... oke👌