Mati Rasa (Lidya)

Mati Rasa (Lidya)
Bab 2 Masa Kecil Lidya


__ADS_3

Author POV


Lidya sangat bahagia tinggal di desa bersama nenek dan kakeknya. Sejak kecil ia ditinggal ibunya yg bernama Litha dan ayahnya yg bernama Ali merantau di kota, sehingga ibunya menitipkan kepada orangtuanya. Bukan tanpa alasan, tetapi alasan ekonomi lah yang mengharuskan merantau.


Lidya ditinggal merantau sejak usia 1 tahun. Ia terbiasa dgn kasih sayang kakek neneknya, namun tak melupakan ayah dan ibunya yg bekerja di kota.


Setiap waktu libur bekerja, orang tua Lidya selalu menjenguknya di desa. Setiap libur menjelang hari raya yg biasanya libur panjang juga setiap akhir tahun menjelang pergantian tahun.


Seperti beberapa tahun silam, saat usia Lidya 5 tahun. Lidya kecil yg biasanya tidur satu ranjang dgn kakek dan neneknya, kini tidur bersama ayah dan ibunya. Bisa dibayangkan betapa bahagianya ia. Meluruhkan seluruh rindunya kepada orang tua yg di sayangi nya.


***


Waktu menunjukkan jam 3 dini hari di tanggal 27 bulan Ramadhan. Seluruh orang muslim menjalankan kewajiban berpuasa. Pagi itu, kedua orang tua Lidya sedang makan sahur. Sedangkan Lidya masih tidur. Detik demi detik, menit demi menit hingga berganti jam. Hingga adzan subuh berkumandang, saatnya melakukan ibadah sholat subuh.


Keluarga Lidya menjalankan sholat subuh berjama'ah. Setelah selesai sholat berjama'ah, mereka bertiga jalan jalan. Karena sangat ramai di jalanan itu. Sudah kebiasaan turun temurun di desa Lidya memang begitu. Kalau usai sholat subuh, jalanan pasti ramai oleh orang yg ingin jalan jalan. Ada yg sekedar jalan jalan, ada yg ingin menakut nakuti orang dengan mercon juga ada yg sekedar menghirup udara pagi yg jernih.

__ADS_1


Saat itu, Lidya jalan diapit kedua orangtuanya. Tangan kiri di genggam Litha dan tangan kanan di genggam Ali. Sungguh manis bukan???


Sesekali orang tua Lidya iseng. Saat saling bergenggaman tangan, tiba tiba Ali berlari hingga Lidya dan Litha mengejarnya. Seperti film india ya pemirsa???


"Ayah, jangan lari gitu dong. Aku dan ibu capek tau ngejarnya". Kata Lidya sambil ngos-ngosan karena lari.


"Iya Yah. Kita capek". Kata Litha yang sama ngos-ngosannya


"Iya deh. Maafin ayah karena bikin kalian berdua capek...heheee". Balas Ali sambil menunjukkan giginya.


"Ya udah, pulang yuk". Ajak Litha


Mereka pun pulang ke rumah.


***

__ADS_1


Sesampai di rumah, mereka bertiga istirahat. Selonjoran kaki dan sesekali berbaring di lantai yg masih terbuat dari batu bata (bahan dasar untuk mendirikan tembok). Rumah kakek dan nenek Lidya masih terbilang rumah adat yg bangunannya sudah lama berdiri, yaitu sejak mbah buyut Lidya masih muda hingga sekarang. Mbah buyut Lidya bernama Mbah Irah. Kini usianya sudah sepuh. Kisaran 75 tahun ke atas.


Setelah di rasa cukup untuk memulihkan tenaga. Mereka bergantian mandi. Ya di rumah itu memang hanya memiliki satu kamar mandi. Jadi harus gantian.


Kini mereka sudah bersih dan wangi. Di suasana bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya Mbah Inem membuat makanan tradisional, yaitu madumongso. Madumongso adalah makanan yg terbuat dari ketan. Ketan di kukus, lalu diberi ragi dan di fermentasi hingga menjadi tape. Bahan tambahan lainnya yaitu santan dan gula merah. Santan direbus bersama gula merah. Setelah mendidih, masukkan tape dan aduk teksturnya menjadi agak luket. Diamkan beberapa saat, setelah dingin, bungkus menggunakan plastik bening yg biasanya ada gambar gambar yg bermotif lucu.


Hari itu Lidya dan Litha membantu Mbah Inem membungkusi madumongso nya. Sedangkan Ali, ayah Lidya sedang membantu mbah Miskun membersihkan rumah.


Bukan tanpa alasan, Mbah Inem telaten membuat madumongso karena akan dijadikan sebagai suguhan di meja untuk tamu juga sebagai gawan untuk tetangga dan saudara saudaranya.


Gawan adalah bingkisan utk tamu yg akan kita kunjungi di hari raya.


Setelah selesai, Lidya dan Litha merebahkan tubuhnya di kursi panjang. Hingga ketiduran.


***

__ADS_1


Kini waktu telah berganti menjelang magrib. Segala menu buka puasa sudah disajikan, jajanan untuk suguhan di meja sebagian sudah di buat. Istilah sekarang disebut makanan homemade.


Adzan magrib telah berkumandang. Keluarga Lidya buka bersama di dapur. Alhamdulillah untuk nikmat puasa di tanggal 27 Ramadhan ini. Tak terasa 3 hari lagi menjelang lebaran.


__ADS_2