Mati Rasa (Lidya)

Mati Rasa (Lidya)
Bab 8 Silsilah Keluarga Lidya


__ADS_3

Happy Reading...


Dewi adalah sepupu Litha. Sedangkan Dewi se usia Lidya. Bagaimana bisa???


Jadi nenek buyut Lidya (Mbah Rah) memiliki 3 anak yaitu Mbah Inem yg sudah menikah dgn Mbah Miskun sehingga memiliki Litha dan menikah dengan Ali.


Ibu Siti yang sudah menikah dgn Pak Maman sehingga memiliki bang Jo dan Dewi dan Pak Misman yang sudah menikah dgn Ibu Sri sehingga memiliki Rietha.


***


Tempat tinggal Mbah Rah bersama Mbah Inem dan Mbah Miskun. Sedangkan Ibu Siti dan Pak Maman tinggal di depan rumah Mbah Rah. Rumah mereka berjarak 200 meter saja. Sehingga Lidya dan Dewi sering bermain dan belajar bersama.


Sedangkan Pak Misman tinggal di rumah asal istrinya. Di daerah pegunungan. Bisa ditempuh 45 menit perjalanan dari rumah Mbah Rah. Seminggu dua kali Pak Misman dan Ibu Sri beserta anaknya sering turun ke desa Lidya untuk menjenguk Sang Ibu, Mbah Rah.


Mbah Rah sudah sepuh. Kulitnya keriput, pandangan matanya kabur untuk melihat jarak jauh, giginya masih kuat dan utuh mungkin efek dari menginang.


Itulah kenapa anak menantunya selalu lebih memantau keadaannya.


Namun beliau sangat hebat. Sudah sesepuh itu, masih bisa memasak walaupun sudah ada masakan yang di masak Mbah Inem.

__ADS_1


Beliau memang rajin memasak, apalagi saat Pak Misman sedang mengunjunginya. Dan satu lagi, sawah Pak Misman ada di desa Mbah Rah. Jadi selain mengunjungi ibunya, Pak Misman juga mengunjungi sawahnya.


***


Kenapa Lidya tinggal bersama kakek nenek dari ibunya bukan dari ayahnya?


Karena Lidya di lahirkan di kota ibunya. Dan orang tua Lidya sudah sepakat Lidya tinggal bersama kakek nenek dari Litha.


Lidya kecil di didik Mbah Inem tentang pekerjaan rumah, agar ia nanti bisa menjadi menantu yang tahu pekerjaan rumah ketika di rumah suaminya. Didikan itu membuat Lidya merasa harus bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarganya kelak. Agar ia bisa bagaimana mengajarkan anaknya melakukan pekerjaan rumah. Bukan menjadikannya anak adalah raja atau ratu, namun lebih ke disiplin dan kemandirian anak. Begitulah kata author.


***


Jarak kelahiran Bang Jo dan Dewi memang agak lama. Jadi jenjang sekolahnya juga berbeda.


Namun mereka selalu saling menyayangi. Setiap hari bang Jo bertemu Lidya dan Dewi. Sesekali bang Jo iseng, suka menggoda Lidya dan Dewi.


Baginya membuat Lidya dan Dewi menangis sangat lucu. Namun tak seterusnya ia melakukan itu.


Bang Jo akan merasa bersalah jika terus membuat dua anak itu menangis.

__ADS_1


***


Hubungan keluarga besar Mbah Rah sangat harmonis. Lidya merasa sangat beruntung. Banyak saudara dan paman bibi di sekitarnya. Mereka saling mendukung satu sama lain. Sehingga Lidya tidak begitu sedih ketika jauh dari ayah dan ibunya.


Saat ayah dan ibu Lidya kembali, mereka selalu memanjakan Lidya, selalu membahagiakan Lidya, sikap hangat ayah dan ibunya membuatnya yakin bahwa keluarganya akan baik baik saja sampai nanti.


Dan berita tentang kehamilan Litha membuat Lidya merasa lebih bahagia lagi.


Lidya tidak pernah meminta adik, namun jika ia di beri ia tak akan menolak. Ia akan memiliki saudara. Bayangkan bagaimana bisa ia tak bahagia???


Membayangkan punya adik bayi yang mungil sangat menggemaskan bukan?


Keluarga besar Mbah Rah pasti juga akan menerima kehadiran adik Lidya nantinya.


Akan tambah personil. Pasti akan sangat ramai nanti.


🌸🌸🌸


Thanks For Reading...

__ADS_1


__ADS_2