MATREALISTIC GIRL

MATREALISTIC GIRL
Bab 36


__ADS_3

APPLE KNOX 36


Apple keluar dari kamarnya dan tak melihat Lea lagi.


"Di mana Lea, Knox?" tanya Apple.


"Dia pulang karena ada pekerjaan yang harus dikerjakannya dengan segera," jawab Knox.


"Mengapa di selalu sibuk dan gila kerja? Bisakah kau memasukkannya ke perusahaanmu saja, Knox? Dia jarang libur dan selalu bekerja meskipun hari libur," kata Apple.


"Tak masalah jika dia mau bekerja di perusahaanku," jawab Knox.


"Nanti aku akan mengatakannya. Terima kasih, My Honey," sahut Apple tersenyum manis.


"Ayo kita ke danau," kata Knox.


"Ayo," jawab Apple.


Knox menggandeng tangan Apple.


"Siapa wanita yang pernah kau ajak kemari?" tanya Apple sambil berjalan menyusuri jalan berumput rapi itu.


"Kau saja karena ini mansion baruku," jawab Knox.


"Benarkah?" Tanya Apple tak percaya.


"Ya. Tanya saja pada mommy jika tak percaya," jawab Knox.


Apple kemudian melihat pemandangan danau yang sangat indah di depannya.

__ADS_1


Wanita itu melepas tangan Knox dan berlari kecil ke arah danau.


"INI INDAH SEKALI, KNOX!!!" teriak Apple senang


Knox tersenyum melihat Apple yang berlari ke arah danau hingga membuat dress pendeknya berkibar.


Apple tampak berjalan ke sebuah dermaga yang ada di pinggir danau.


"Tak ada perahu di sini?" Tanya Apple.


"Belum ada. Besok aku akan membelinya," jawab Knox.


"Apakah di sini ada buaya selain dirimu, Knox?" tanya Apple lagi.


"Kau bilang aku buaya?" sahut Knox merengkuh pinggang Apple.


Apple tersenyum dan wajahnya terlihat sangat dekat dengan wajah Knox.


"Kapan aku bisa merasakan hal ini?" tanya Knox lirih sambil mengusap bibir merah Apple dengan tangannya.


"Kau benar benar ingin menciumku?" tanya Apple.


"Hmm," jawab Knox.


"Lalu apa yang kudapat jika aku menciummu?" tanya Apple.


"Bilang saja apa yang kau inginkan?" tanya Knox.


Apple tersenyum dan kemudian memeluk Knox. Tangannya melingkar di leher Knox dan kakinya berjinjit untuk bisa menyeimbangkan tinggi tubuhnya dengan tubuh jangkung Knox.

__ADS_1


Knox mengangkat tubuh Apple dan memutarnya pelan. Apple tertawa pelan dan angin semilir menyapu rambutnya serta melambaikan rambut panjangnya yang indah.


"Apa yang kau rasakan padaku saat ini? Berapa persen rasa sukamu padaku?" Tanya Apple.


Knox menghentikan putaran tubuhnya dan menurunkan Apple.


"70 persen?" sahut Knox.


"Thank you," jawab Apple dan kembali berjalan menuju ujung dermaga yang cukup lebar itu.


"Aku ingin mengubah dermaga ini agar berjalan memutar. Itu akan sangat indah," kata Knox


"Ide yang menarik," sahut Apple tersenyum.


Lalu Apple memegang pagar kayu itu dan melihat ke arah danau yang tenang itu.


Knox mendekati Apple dan memeluk tubuhnya dari belakang.


Pria itu mencium puncak kepalan Apple dan mengeratkan pelukannya di perut Apple.


Apple menyandarkan kepalanya ke dada Knox dan merasakan kenyamanan dalam pelukan Knox.


Kini tangan Apple mengusap punggung tangan Knox yang melingkar di perut Apple.


Berada di tempat itu bersama Knox seakan membuat dirinya seperti berada di dunia lain di mana tak akan ada yang bisa mengganggu hidupnya.


Baru kali ini Apple merasa aman bersama seorang pria yang notabene menjadi kekasihnya.


Dan yang terpenting tak ada drama di antara Knox dan Apple. Semua berjalan mengalir apa adanya.

__ADS_1


Knox yang sepertinya tak keberatan dengan sikap Apple yang apa adanya dan tak biasa.


Begitu juga dengan Apple yang tak pernah mengekang Knox hingga membuat Knox merasa nyaman berada di dekatnya.


__ADS_2