
AppleKnox 47
"Julian menunggumu," ucap Apple.
"Dia bisa menunggu lebih lama," sahut Knox.
Apple berdecak dan mencubit lengan Knox hingga pria itu melepaskan pelukannya.
Lalu Apple memukul wajah Knox dengan bantal kemudian beranjak pergi dari kamar Knox.
Knox hanya tertawa saja melihat reaksi Apple.
Knox beranjak duduk dan menyigar rambutnya dengan jari jemarinya.
Lalu pria itu masuk ke dalam kamar mandi sebelum menemui Julian.
*
*
Apple keluar dari kamar Knox dan menemui Julian lagi.
"Tunggu sebentar. Dia masih mandi," ucap Apple pada Julian dan menemani Julian duduk di sana juga.
"Kau akan tinggal di sini?" tanya Apple to the point.
"Ya, sembari aku mencari apartemen di sini," jawab Julian.
"Kau akan pindah ke Moskow?" tanya Apple.
"Hanya sementara untuk mengurus bisnis daddy," jawab Julian.
"Apakah kau adik Davian?" tanya Apple lagi.
__ADS_1
"Ya, aku adiknya. Aku anak kelima," jawab Julian.
"Berapa saudaramu?" tanya Apple.
"Kami tujuh bersaudara dan semua laki laki," jawab Julian.
"Benarkah? Ya Tuhan, itu benar benar amazing. Ibumu pasti senang jika para putranya menikah dan membuat mereka memiliki anak menantu perempuan," ucap Apple yang tampak tertarik dengan pembahasan ini.
"Yang menikah baru empat dan masih ada tiga pria lagi yang masih single termasuk aku," jawab Julian.
Setelah cukup lama mengobrol akhirnya Knox keluar dari kamarnya dan Apple beranjak dari sofa karena tak mau mengganggu pembicaraan mereka
"Kau mau ke mana?" tanya Knox.
"Membereskan bajuku ke lemari," jawab Apple lalu berjalan menuju kamarnya yang ada di sebelah kamar Knox.
Knox duduk di sofa bersama Julian.
"Baru saja," jawab Julian.
"Aku akan tinggal di sini sembari mencari apartemen," lanjut Julian.
"Jadi akhirnya kau setuju mengurus perusahaan Uncle River yang ada di sini? Kemarin Davian mengatakan padaku bahwa kau menolak kemari," kata Knox.
"Aku berubah pikiran," jawab Julian.
Knox tertawa mendengar hal itu seolah tahu apa alasannya.
"Kau baru patah hati, ya kan?" ucap Knox yang masih tertawa.
"Menurutmu ini lucu? Ini sangat tak lucu," jawab Julian.
"Itu artinya dia bukan jodohmu, Dude. Masih banyak wanita cantik di Rusia. Jangan khawatir," ucap Knox.
__ADS_1
"Seperti Apple?" tanya Julian.
"Tak ada yang seperti Apple. Dia milikku," jawab Knox.
"Seorang playboy sudah pensiun sepertinya," ucap Julian tersenyum smirk.
Knox hanya mengedikkan bahunya.
"Kapan kalian menikah?" tanya Julian.
Knox tak bisa menjawab pertanyaan itu dan hanya diam saja.
"Aku tak tahu," kata Knox akhirnya ketika Julian menunggu jawabannya.
"Hati - hati. Kau akan sepertiku jika tak segera mengikatnya," ucap Julian.
"Aku tak akan melepaskan mataku darinya," jawab Knox dengan percaya dirinya.
"Kutebak, dia pasti memiliki banyak penggemar pria," ucap Julian.
"Kalian membicarakanku?" tanya Apple yang tiba - tiba muncul karena dirinya ingin mengambil makanan di kulkas.
"Dia ingin merebutmu dariku, Sweety," ucap Knox tersenyum.
"Aku tak akan menolak jika kau mau merebutku, Julian," sahut Apple dan membuat Julian tertawa melihat perubahan ekspresi wajah Knox.
"Apa yang kau katakan?" ucap Knox beranjak dari sofa dan menghampiri Apple.
Apple segera berlari dan menuju kamarnya.
Tapi Knox berhasil menangkap pinggang Apple dan membawanya ke kamarnya. Apple berteriak dan memohon pada Knox untuk melepaskannya.
"Sebentar, Julian. Aku ada urusan dengannya. Kau pilihlah kamar yang kau suka," kata Knox pada Julian yang seperti mendapat hiburan dari aksi Knox dan Apple itu.
__ADS_1