
Apple Knox 53
Setelah mengurus masalah kuliahnya, Apple pun berjalan keluar bersama Knox. Mereka tak langsung pulang melainkan menuju ke cafe universitas.
Di sana tentu saja banyak mahasiswa yang menikmati waktu kosongnya sembari menunggu kuliah berikutnya.
Sekali lagi kedatangan Apple dan Knox kembali menjadi pusat perhatian.
Dua manusia yang sama sama cuek itu tampak terlalu peduli dengan hal itu.
Mereka duduk berdua di dekat jendela kaca.
"Hai, Apple," sapa Tom -- yang tak lain adalah mantan Apple.
Apple menengok ke samping dan melihat Tom.
"Hai, Tom," jawab Apple dan tersenyum pada pria muda itu.
"Di mana Melisa?" tanya Apple.
"Dia sedang memesan makanan," jawab Tom.
"Boleh aku bergabung di sini ?" tanya Tom.
"Kau tak melihat begitu banyak meja kosong di cafe ini?" kata Knox.
"Duduklah di meja lain, Tom," kata Apple.
"Dia pacar barumu, Apple?" tanya Tom.
"Aku tunangannya," jawab Knox.
Tom mengerutkan keningnya dan seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan Knox.
__ADS_1
"Ayo, Sayang," kata Melisa yang sudah ada di belakang Tom.
"Oh hai, Apple," sapa Melisa.
"Hai," jawab Apple tersenyum.
Melisa melihat ke arah pria tampan yang duduk bersama Apple.
"Dia kekasih barumu, Apple?" Tanya Melisa.
"Dia tunangannya," jawab Tom.
"Wooow ... sungguh pencapaian yang luar biasa kali ini. Kira kira bertahan sampai kapan, Apple?" tanya Melisa dengan sedikit menyindir.
"Terima kasih, dia memang pencapaianku yang luar biasa. Dan Tom adalah pacar pertama dan sekaligus kelinci percobaanku di kampus ini," jawab Apple.
Tom tertawa mendengar hal itu. Bukan karena marah tapi itu memang benar adanya dan dia tak marah dengan hal itu.
Tapi berbeda dengan Melisa yang tampak marah mendengarnya karean seperti sedang menghinanya.
"Bisakah kalian tak mengganggu kami? Aku sangat terganggu," kata Knox akhirnya.
"Maaf, permisi," kata Tom yang masih berhubungan baik dengan Apple.
Melisa melihat sinis ke arah Apple. Dan Apple ssngaja menunjukkan cincin berlian di jari manisnya pada Melisa agar wanita itu semakin meradang.
Lalu Tom dan Melisa pergi dari hadapan Apple.
"Huuuffttt ... Mengganggu saja," ucap Apple sambil menggelengkan kepalanya.
Knox melihat ke arah Apple yang kini mulai menyantap makanan yang dipesannya tadi.
"Pasti kita akan banyak bertemu mantanmu di sini," kata Knox.
__ADS_1
Apple hanya mengangguk sambil mengunyah.
"Mereka masih baik padaku, hanya saja pacar - pacar mereka yang sekarang tak suka padaku karena bagi mereka aku adalah sebuah ancaman," jawab Apple.
Knox tertawa pelan dan akhirnya ikut menyantap makanannya juga.
*
*
"Kita langsung ke perusahaan? tanya Apple.
"Ya, kau harus melanjutkan proses magangmu, bukan?" sahut Knox sambil menyetir mobilnya.
"Aku memakai baju seperti ini," sahut Apple.
"Di perusahaanku boleh memakai baju apa pun kecuali pakaiaan dalaam," jawab Knox.
Apple tertawa pelan.
Ponsel Apple bergetar dan dia melihat nomer tak dikenalnya di layar ponsel.
Apple tak mengangkatnya dan membiarkannya. Tapi ponselnya tak berhenti bergetar hingga membuat Apple mematikan panggilan itu.
Lalu ponselnya kembali bergetar dan akhirnya Apple mengangangkatnya.
"Halo," ucap Apple.
"Halo, Darling. Bagaimana kabarmu? Sepertinya kau hidup makmur seperti ibumu," sahut suara dari seberang teleponnya.
Apple melempar ponselnya hingga jatuh di bawah kakinya.
Wajahnya tampak panik dan Knox melihatnya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Knox.