
Apple Knox 48
"Lepaskan aku!!" teriak Apple ketika Knox membawa ke kamarnya.
"Tidak, aku ingin bersamamau sehari ini di kamar," jawab Knox.
"Kau akan melecehkanku?" tanya Apple yang disambut tawa oleh Knox lalu menurunkan wanita itu.
Knox menangkup wajah Apple dan menatap lekat matanya.
"Kapan kau akan melanjutkan magangmu?" tanya Knox.
"Berapa lama kau memberiku libur?" Apple balik bertanya.
"Besok masuklah. Kita akan selalu berangkat bersama," jawab Knox.
Apple tersenyum dan mengangguk.
Lalu Apple memeluk Knox.
"Hei, kau memancingku?" tanya Knox.
"Tidak, aku hanya ingin memelukmu. Aku merasa aman jika bersamamu," jawab Apple jujur.
Knox tersenyum dan memeluk Apple lebih erat.
"Kau tak ingin menciumku dalam suasana romantis ini?" tanya Knox.
"Otak semua pria sama saja," jawab Apple tapi tak melepaskan pelukannya dari tubuh atletis Knox.
"Ya, kami lebih mengutamakan nafsu dari pada hati," sahut Knox jujur.
"Lalu setelah itu kalian akan bosan dan mencari wanita baru. Kemudian siklus itu berputar putar di situ saja," jawab Apple.
Knox tertawa.
__ADS_1
"Tidak, kami tak sejahat itu, Baby," sahut Knox dan melepaskan pelukannya.
"Jangan melepaskannya, aku masih ingin memelukmu. Parfum apa yang kau pakai? Aku suka harumnya," ucap Apple.
Knox tertawa pelan dan mencium puncak kepala Apple.
"Tom Ford Tobacco," jawab Knox.
"Aku suka harumnya," ucap Apple dan mendongakkan wajahnya melihat ke arah wajah tampan Knox lalu mengecup leher pria itu.
"Oh God, kau membuat tubuhku seperti tersengat listrik karena ciumanmu itu," sahut Knox.
Apple tertawa dan justru kembali mengecup leher Knox bertubi tubi.
"Jangan salahkan aku jika aku bertindak brutal nanti. Kita ada di kamarku dan itu sangat menguntungkanku, Sweety," ucap Knox.
Apple menghentikan tindakan berbahayanya itu dan mendongak kembali ke arah wajah Knox lalu mengecup bibirnya.
CUP CUP ..
Hal itu membuat Knox terpaku.
Apple melepaskan pelukannya dan keluar dengan cepat dari kamar Knox sebelum Knox tersadar dari lamunannya itu.
"Hei, kita belum selesai," ucap Knox ketika Apple keluar dari kamarnya.
"Kita sudah selesai dan aku banyak pekerjaan hari ini," sahut Apple dan tersenyum miring pada pria itu.
"Oke, selanjutnya kau tak akan bisa lepas dariku," gumam Knox ketika Apple sudah keluar dari kamarnya.
*
*
Tak terasa malam menjelang. Knox dan Julian baru keluar dari ruangan kerja Knox.
__ADS_1
Knox melihat Apple sedang berjalan menuju pintu depan.
"Kau mau ke mana?" tanya Knox.
"Lea datang," jawab Apple.
"Dia bisa masuk sendiri," ucap Knox.
"Dia membawa sesuatu untukku dan aku akan membantunya membawanya," jawab Apple.
"Perlu bantuan?" tanya Julian.
"Tidak perlu," jawab Apple.
"Aku menunggumu di ruang makan, Sayang," ucap Knox.
"Oke, Honey," sahut Apple dan kembali berjalan menuju pintu depan.
"Ayo kita ke ruang makan lebih dulu," kata Knox pada Julian.
"Oke," sahut Julian.
*
*
"Aaaah ... Aku merindukan boneka ini," ucap Apple memeluk boneka beruang coklatnya yang besar.
"Sepertinya kau akan benar benar tak kembali lagi ke apartemen," kata Lea.
"Aku akan mencarikanmu teman baru," jawab Apple.
"Tak perlu, aku lebih suka sendirian," sahut Lea.
"Aku akan tetap membayar setengahnya karena apartemen itu akan tetap menjadi rumah keduaku jika aku bertengkar dengan Knox nanti," jawab Apple.
__ADS_1
Lea tertawa dan mereka masuk bersama sama ke dalam mansion.