MATREALISTIC GIRL

MATREALISTIC GIRL
Bab 45


__ADS_3

Bab 45


Kini mereka berdua sudah berada di pesawat pribadi milik keluarga Romanov.


Apple mulai mengirim pesan untuk sang mommy dan mengatakan bahwa dirinya pergi ke Rusia.


Lalu Apple memblokir nomer sang mommy dan mematikan ponselnya karena dia tak ingin berhubungan dengan sang mommy untuk sementara.


Apple menyenderkan kepalanya di bahu lebar Knox yang ada di sebelahnya.


Wanita itu menutup matanya karena semalam dia tak tidur sama sekali dan kini dia sudah bisa tidur nyenyak di bahu Knox.


Knox merengkuh bahunya dan ketika Apple tertidur dengan sangat pulas, Knox merebahkan kepala Apple di atas pahanya lalu memeluknya.


Tak ada obrolan dan ucapan apa pun di antara mereka saat ini.


Hanya ada keheningan saja dan suara halus mesin pesawat.


Knox mengamati wajah cantik yang tidur di pangkuannya itu.


Dia ingin tahu apa yang sebenarnya dirasakannya pada wanita yang baru saja kemarin memutuskannya dan sekarang sudah kembali lagi padanya.


Apple benar benar tertidur lelap hingga ketika Knox mengecup bibirnya, Apple masih tak sadar dan tetap tertidur.


"Sorry, aku menyentuh bibirmu tanpa ijinmu," bisik Knox tersenyum miring.


*


*


Lima jam perjalanan di lewatkan oleh Knox dan Apple. Selama itu juga Apple tidur seakan dia sedang tidur malam saat ini.


"Bangunlah, kita sudah sampai," ucap Knox di atas bibir Apple.

__ADS_1


Apple membuka matanya dan otomatis mendorong wajah Knox yang terlalu dekat dengan wajahnya.


"Apa yang kau lakukan selama aku tidur?" tanya Apple.


"Tak ada. Aku hanya melihat wajah cantikmu saja," jawab Knox.


"Aku tak percaya," sahut Apple dan memegang bibirnya.


"Aku mencicipinya sedikit. Hanya sedikit saja," kata Knox.


"Kau ..." sahut Apple dengan suara seraknya dan memukul bahu Knox.


Knox tertawa pelan dan mengangkat kepala Apple yang ada di atas tangannya.


"Kau membuat tanganku kaku. Lihatlah," ucap Knox.


"Berapa lama aku tidur?" tanya Apple yang beranjak bangun.


"Benarkah?" sahut Apple.


Lalu Knox mengusap pipi Apple dan merapikan rambutnya.


"Kau seperti penata rambut saja," ucap Apple.


Knox tertawa pelan.


"Kau pulang ke apartemen atau ke mansionku?" tanya Knox.


"Aku ingin tinggal bersamamu," jawab Apple.


Knox kembali tertawa.


"Sepertinya kemarin ada yang memutuskanku. Apakah itu hanya mimpiku saja?" ucap Knox.

__ADS_1


Apple hanya diam tak menjawab dan beranjak berdiri dari tempat duduknya.


Knox pun ikut berdiri dan mereka menuju pintu pesawat bersama.


*


Setibanya di mansion, Apple tak langsung masuk ke kamar karena dia tak lagi mengantuk dan justru matanya terasa segar.


Berbeda dengan Knox yang langsung masuk ke dalam kamarnya karena dia sangat lelah dan mengantuk.


"Aku akan tidur dulu," ucap Knox pada Apple sebelum masuk ke kamarnya.


"Ya, tidurlah," sahut Apple tersenyum.


*


Apple tak ada pekerjaan hari ini dan memilih menelepon Lea dan menyuruhnya datang ke mansion Knox untuk mengantarkan pakaiannya.


Setengah jam kemudian, Lea datang dengan membawa satu tas besar pakaian Apple.


"Ini terlalu banyak, Lea," ucap Apple.


"Aku menebak kau akan tinggal sangat lama di sini atau bisa saja setelah ini kau akan menikah dengan Knox," sahut Lea.


"Itu tak mungkin," sahut Apple.


"Why not?" ucap Lea.


"Dia tak serius denganku dan hubungan kami hanya ..." ucapan Apple menggantung.


"Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti," jawab Lea tersenyum.


Apple hanya mengangguk saja.

__ADS_1


__ADS_2