
Apple Knox 46
"Aku pulang dulu karena ada pekerjaan yang harus kulakukan," jawab Lea.
"Kau selalu saja sibuk, Lea," ucap Apple.
"Aku sangat gila kerja. Kau tahu itu, kan?" ucap Lea dan beranjak dari sofa.
Apple mengantar Lea keluar dari mansion dan ketika akan keluar dari mansion mereka berdua berpapasan dengan seorang pria tampan yang juga masuk ke sana.
"Siapa kau?" tanya Apple pada pria itu.
"Aku Julian Kingsford," jawab pria itu.
"Kau saudara Davian?" tanya Apple.
"Ya, aku ingin bertemu dengan Knox. Dia tak ada di perusahaannya dan akhirnya aku kemari," jawab Julian.
"Dia sedang tidur. Tunggu, aku akan bangunkan dulu," jawab Apple.
Julian tampak membawa kopernya dan sepertinya akan tinggal di mansion Knox selama berada di Rusia.
"Apple, aku pulang dulu, tak perlu mengantarku ke depan," kata Lea yang membenarkan letak topinya.
"Ya, baiklah. Hati - hati, Lea," ucap Apple dan mencium kedua pipi Lea.
"Bisakah kau tak selalu memakai topi?" ucap Apple ketika sedikit kesulitan mencium pipi sahabatnya itu.
"Aku terlalu cantik jika tak memakai topi," sahut Lea.
__ADS_1
Mendengar hal itu, membuat Julian tertawa pelan.
"Dia Lea - sahabatku," ucap Apple memperkenalkan Lea pada Julian.
"Hai, senang berkenalan denganmu," kata Julian yang memang memiliki sifat supel.
Lea hanya tersenyum dan pergi dari sana.
"Bye, nanti malam jangan lupa kemari. Kita makan malam bersama," ucap Apple ketika Lea sudah ada di depan pintu.
"Aku tidak janji karena pekerjaanku sangat banyak hari ini," teriak Lea.
"I love you, Lea. Jangan lupa mengabariku jika sudah sampai di kantormu!!" teriak Apple.
"Oke, Darling!!" sahut Lea yang sudah ada di luar mansion.
Lalu Apple melihat ke arah Julian.
"Kau tunangan Knox, bukan?" tanya Julian.
"Ya, kemarin kami putus tapi sekarang kembali lagi," jawab Apple tersenyum cantik.
Julian kembali tertawa dan duduk di sofa ruang keluarga.
Lalu Apple menuju kamar Knox dan melihat pria itu masih tidur dengan pulas di atas ranjangnya.
Knox tak memakai bajunya dan hanya menggunakan celana yang dipakainya tadi.
Apple tak tahu bahwa Knox memiliki tato di punggungnya dan tubuhnya yang atletis membuat darahnya berdesir ketika melihatnya.
__ADS_1
Apple mendekati pria itu dan menggoyangkan kakinya.
"Honey, ada Julian mencarimu," ucap Apple pelan.
Knox tak kunjung bangun dan masih tidur.
"Hei, bangunlah," ucap Apple yang kini menggoyangkan bahu lebar itu.
Knox masih tak bergerak. Lalu Apple lebih mendekat lagi ke arah pria seksi itu.
Dia memegang hidung Knox dan membuat Knox bangun seketika.
Knox mengumpat karena tiba tiba tak bisa bernafas.
"Sorry," ucap Apple yang ada di sebelahnya.
Knox berbalik dan melihat Apple.
Lalu tangan Knox menarik tangan Apple hingga wanita itu jatuh di atas tubuh Knox.
"Kau mau bermain nakal denganku di atas ranjang ini?" tanya Knox dengan suara seraknya.
"Lepaskan aku. Ada Julian di luar. Dia mencarimu, maka dari itu aku membangunkanmu," jawab Apple dan masih berusaha beranjak dari tubuh Knox.
Knox melingkarkan tangannya di punggung Apple hingga membuat wanita cantik itu tak bisa bergerak dan masih berada di atas tubuh pria tengil itu.
"Knox ...," ucap Apple.
"My sweet Apple ...," sahut Knox dengan senyum smirknya.
__ADS_1