
Apple Knox 62
Apple dan Knox masuk ke rumah kayu yang terasa hangat.
Ada perapian yang sudah menyala di ruang tengah.
"Apakah tadi ada orang di sini?" tanya Apple.
"Ya, pelayan membersihkannya tadi," jawab Knox dan mecium tengkuk leher Apple.
"Ini rumah yang nyaman dan aku suka," ucap Apple.
"Ya, aku tahu kau tak terlalu rumah besar," jawab Knox.
Apple membalik tubuhnya dan melihat ke arah Knox.
"i'm yours," lirih Apple dan melingkarkan tangannya ke leher Knox.
Knox tersenyum dan mulai mencium bibir Apple.
Tangan Knox membuka resleting gaun putih Apple hingga akhirnya gaun itu jatuh ke bawah.
Apple tak menggunakan bra di dalam gaunnya dan kini hanya memakai G- string saja.
Lalu Knox memeluk tubuh halus Apple dan mengusap punggungnya.
Kini ciumannya beralih ke leher dan dada Apple.
Lalu Knox mengangkat Apple dan membawanya ke dalam kamar.
Bibir mereka masih saling bertautan dan kini Knox membuka pintu kamarnya lalu merebahkannya di atas ranjang.
Apple membuka gelungan rambutnya dan Knox membuka pakaiannya sendiri.
Knox membuka pakaiannya dengan cepat dan kemudian kembali mencium Apple.
Tangan Knox mengangkat tangan Apple dan menautkannya di atas kepala Apple.
"Aaahh ..." Lenguhan seksi Apple membauat Knox semakin bergairah.
"I love you," bisik Knox dan menatap netra indah sang istri.
"I love you too," sahut Apple.
__ADS_1
Knox kembali mencium leher dan dada bulat Apple hingga membuat wanita itu menggeliaat di bawah tubuhnya.
Tangan Knox mulai menyusuri area pangkal paha Apple yang membuat Apple mendesah keras.
Knox melihat wajah Apple yang kini di penuhi gairah.
"You're so beautiful," ucap Knox pelan dan memaguut bibir Apple.
"Hmmmppphh ..." desah Apple.
Knox mulai memulai adegan inti malam pertama itu.
"Aaahh ..." desah Knox.
Apple menggigit bibirnya ketika milik Knox sudah memasukinya.
Apple memeluk Knox dan merasa sedikit tak nyaman pada awalnya.
"I love you," bisik Apple di telinga Knox.
Knox mulai bergerak perlahan di atas tubuh Apple.
Kaki Apple melingkar di pinggang Knox dan mengikuti irama permainan Knox.
"Faster," bisik Apple.
"Are you sure?" tanya Knox.
"Hmm," sahut Apple.
Knox melihat mata Apple dan tersenyum lalu menambah kecepatan gerakan tubuhnya hingga terdengar sahutan dari lenguhan keduanya.
Mereka bergulat cukup lama hinga akhirnya merasakan puncaknya bersama.
*
*
"Makan pagi sudah siap. Bangunlah, pemalas," bisik Knox di telinga Apple.
Apple tersenyum dan mulai mengerjapkan matanya.
"Morning," ucap Apple dengan suara seraknya.
__ADS_1
"Morning, My love. Bangunlah, aku sudah membuatkan sandwich untukmu," sahut Knox.
"Sandwich? Hanya sandwich? Oh God. But thank you. I still love you, Honey," ucap Apple tertawa kecil.
"Hei, sandwich is not bad," sahut Knox.
"Ya ya ya," jawab Apple dan mengecup bibir Knox.
Lalu Knox menarik tangan Apple dan wanita itu menggulung rambutnya.
"Apakah aku harus memakai bajuku?" tanya Apple ketika melihat dadanya terbuka dan hanya menggunakan celanaa daalamnya saja.
"Aku lebih suka melihatmu seperti itu," jawab Knox mencium leher Apple.
Apple tertawa kecil dan kemudian berdiri dari ranjang lalu mengambil kaos dari dalam lemari.
"Ayo kita makan sandwich spesial itu," ucap Apple tersenyum.
Knox tersenyum dan mereka keluar dari kamar.
Mereka menuju ke ruang makan dan Apple melihat sandwich yang cukup sedap dipandang mata.
"Not bad," ucap Apple dan mulai memakan sandwich-nya.
"Hmm, ini enak," kata Apple.
"Of course. Aku membuatnya dengan penuh cinta," sahut Knox mengecup bibir Apple yang mulutnya masih mengunyah.
Apple tertawa dan mencium pipi Knox.
"I love you, Baby," ucap Apple.
"I love you, My matrealistic girl," sahut Knox tersenyum.
THE END
(Jangan sedih yaaa... Karena ada novel baru yang baru tayang hari ini)
__ADS_1