MATREALISTIC GIRL

MATREALISTIC GIRL
Bab 61


__ADS_3

Apple Knox 61


"Hei, bicaralah. Ini hari bahagia kita dan aku tak ingin kau kesal padaku," kata Knox.


Apple masih bertahan dengan diamnya.


TOK TOK TOK TOK ...


Terdengar suara ketukan dari arah pintu.


CEKLEK ...


"Acaranya sudah akan dimulai. Bersiaplah, Knox," ucap Julian.


"Ya," jawab Knox.


Knox mengecup bibir Apple dan kemudian beranjak berdiri.


Dia berjalan perlahan ke arah pintu dan melihat lagi pada Apple sebelum menutup pintunya.


Hingga akhirnya Knox menutup pintu itu.


"Kalian sedang bermasalah?" tanya Julian yang merasakan suasana tak enak di antara mereka berdua.


"Ya, dan ini salahku," sahut Knox.


"Kau berselingkuh?" tanya Julian.


BUG


Knox memukul punggung Julian.


"Kau gila? Aku tak segila itu," sahut Knox.

__ADS_1


Julian hanya tertawa dan berjalan bersama Knox ke arah tempat berlangsungnya acara.


Semua tamu tampak menyambut Knox dan pernikahan itu dihadiri oleh banyak kerabat serta teman dari Apple dan Knox.


Acara pernikahan itu akan berlanjut dengan pesta sampai malam karena Knox dan Apple ingin sepakat untuk merayakannya dalam satu hari saja.


*


Apple memasang senyum palsunya di pesta pernikahannya yang seharusnya membuatnya bahagia itu.


Apple masih kesal dan marah dengan yang Knox lakukan semalam.


Dia tak suka Knox mengambil keputusan tanpa melibatkannya apalagi ini berhubungan dengan ibunya.


Prosesi pernikahan berlangsung lancar dan Knox pun mencium bibir Apple di akhir acara.


"I love you," ucap Knox.


"I love you. Dan ini hari bahagia kita tersenyum lah," kata Knox yang masih memeluk Apple.


Lalu Apple akhirnya membalas pelukan itu.


"I love you," ucap Apple akhirnya


Knox melepaskan pelukannya dan kembali mencium bibir Apple.


"Aku tak akan melakukan hal seperti itu lagi. Aku janji," ucap Knox pelan.


Apple hanya mengangguk dan mengusap air matanya yang hampir menetes.


"Apakah ini air mata kebahagiaan atau kemarahan?" tanya Knox.


Apple tersenyum dan melingkarkan tangannya di leher Knox. Apple tak bisa terlalu lama marah pada Knox.

__ADS_1


Dan menurutnya hal ini tak perlu dibesar besar kan. Apple cuma butuh waktu untuk mencernanya.


Meskipun begitu, dia tetap tak ingin bertemu sang ibu dalam waktu dekat. Apple masih belum bisa memaafkan wanita itu sepenuhnya.


*


*


Acara pesta berlangsung meriah dan semua tampak bersenang senang menikmati pesta mewah ini.


Knox dan Apple mengadakan pesta ini di halaman belakang mansion yang sangat luas hingga bisa menampung banyak orang.


Semua dipersiapkan dengan sangat matang sehingga pesta ini berlangsung dengan meriah dan semua tamu pun menikmatinya.


*


Pesta berakhir dan kini pasangan yang baru saja menikah itu menaiki helikopter milik Knox ke sebuah tempat di mana mereka akan melewati malam pengantin tanpa gangguan.


"Kau tak mengatakan tentang hal ini," kata Apple yang tak menyangka akan naik helikoper bersama sang suami setelah pesta pernikahan mereka.


"Kejutan," sahut Knox tersenyum.


"Apakah aman terbang di waktu malam seperti ini?" tanya Apple.


"Ya, aman," jawab Knox.


Hanya dalam waktu lima belas menit, mereka pun tiba di sebuah rumah yang ada di daerah perbukitan.


"Apakah ini villa?" tanya Apple melihat ke arah bawah.


"Ya, bisa dibilang begitu tapi tak terlalu besar. Aku tak ingin villa yang terlalu besar karena hanya ada kita berdua di sana," jawab Knox.


Apple hanya mengangguk dan masih melihat ke arah rumah kayu yang terlihat vintage itu.

__ADS_1


__ADS_2