
APPLE KNOX 42
"Jadi Apple pergi?" tanya Seven.
"Ya, dia memutuskanku dan meninggalkanku begitu saja," jawab knox sembari meminum wine nya.
Reno tertawa mendengar hal itu.
Knox dan kedua temannya itu sedang menghabiskan malamnya di sebuah Lounge.
"Kupikir kau akan lama berpacaran dengannya tapi kau sama saja dengan para barisan mantannya," ucap Reno.
"Aku tak akan melepaskannya," kata Knox.
"Kau mau apa?" tanya Seven.
"Menyusulnya ke Dubai," jawab Knox.
"Wooo ... Sepertinya ada yang mulai jatuh cinta," ledek Reno.
"Aku hanya tak terima dengan sikapnya yang seakan membuangku begitu saja tanpa alasan yang jelas," jawab Knox.
"Apakah itu melukai harga dirimu?" tanya Seven.
"Tentu saja. Tak ada wanita yang berani padaku seperti itu. Aku memberikan semua yang dia minta dan kini dia meninggalkanku seenaknya?" sahut Knox.
"Biasanya kau jarang memakai perasaanmu, Knox. Tapi mengapa dengan Apple kau berbeda?" tanya Reno.
"Aku tak tahu. Aku akui aku menyukainya dan menikmati hubungan kami yang menarik ini. Dia mengatakan padaku jika perasaanku padanya sudah 100 persen, maka dia akan berpikir lagi untuk kembali padaku," jawab Knox.
"Itu artinya dia menyukaimu, Knox. Dia sudah mulai memakai perasaannya dan dia meninggalkanmu untuk mengujimu," kata Reno.
__ADS_1
"Menurutmu seperti itu?" tanya Knox.
Seven tertawa melihat ekspresi wajah Knox karena baru kali ini seorang playboy kelas kakap meminta saran tentang percintaannya.
Knox melihat Seven.
"Ini bukan waktunya untuk menertawakanku," ucap Knox.
"Oke oke," sahut Seven.
"Jadi kau tetap akan menyusulnya ke Dubai?" tanya Knox.
"Aku menunggu seminggu lagi. Mungkin perasaanku akan berubah seiring berjalannya waktu dan bisa melupakannya," jawab Knox.
"Aku tak yakin dengan hal itu. Pengaruh Apple sudah terlalu kuat padamu dan kurasa kau akan luluh jika Apple sedikit saja merayumu," sahut Seven tertawa pelan.
"Kita lihat saja nanti," kata Knox sambil mengedikkan bahunya.
Tapi karena tak kunjung berhenti, akhirnya Knox pun mengangkat sambungan teleponnya.
Knox melihat layar ponselnya dan ada nama 'Sweet Apple' di sana.
Knox segera mengangkat sambungan telpon itu.
"Halo," ucap Knox dan beranjak dari tempat duduknya lalu pergi dari sana karena tak ingin pembicaraannya dengan Apple terganggu.
"Hei, bagaimana kabarmu?" tanya Apple pelan.
"Aku baik baik saja," jawab Knox.
Apple diam dan tak bicara.
__ADS_1
"Kau?" tanya Knox.
Apple masih diam dan tak menjawab.
"Bisakah kau menjemputku?" tanya Apple akhirnya memberanikan dirinya untuk meminta bantuan pada Knox.
"Hei, ada apa? Apakah ada masalah?" tanya Knox.
"Hmm. Aku ingin pulang," jawab Apple lirih dan bahkan hampir tak terdengar.
"Ibumu menyakitimu?" tanya Knox.
"Aku hanya ingin pulang," jawab Apple.
"Kirim alamatmu di sana dan aku akan menjemputmu secepatnya," ucap Knox.
"Kau serius?" tanya Apple pelan dan suara itu seperti sangat jauh.
"Ya, tentu saja," jawab Knox.
Apple kembali diam.
"Katakan ada apa? Apakah terjadi masalah di sana? Dan ceritakan padaku ada masalah apa?" tanya Knox sedikit khawatir.
"Aku hanya ingin pulang dan pergi dari sini," jawab Apple yang seakan mengulang kembali jawabannya tadi.
"Jangan menutup teleponnya," kata Knox ketika Apple tak bicara lagi dan hanya ada keheningan saja.
"Aku akan ke sana dan akan menjemputmu. Kita akan kembali ke Rusia bersama sama," kata Knox.
"Thank you," sahut Apple dengan suaranya yang sangat pelan.
__ADS_1