
Apple Knox 57
1 minggu kemudian ...
"Apakah aku harus mengundang semua temanku di perusahaan, Honey?" tanya Apple.
"Ya, kau bisa mengundang siapa pun yang kau mau di pesta kita nanti," jawab Knox yang kemudian duduk di sebelah Apple.
Apple menulis semua daftar orang orang yang akan diundangnya.
"Apakah aku boleh mengundang Tom? Dia baik padaku dan kami teman baik," kata Apple.
"Tak masalah," jawab Knox.
"Aku juga tak akan masalah jika kau ingin mengundang mantanmu," ucap Apple dengan mata yang masih fokus pada ponselnya.
"Tidak, itu akan memenuhi tempat pesta kita," sahut Knox dengan santainya.
Apple menoleh pada Knox dan menaruh ponselnya.
"Sebanyak itu? Kau bercinta dengan mereka semua?? Iyyuuhh ..." sahut Apple.
"No, aku tak semurah itu," sahut Knox.
"Benarkah? Aku tak percaya," jawab Apple dan naik ke atas pangkuan Knox.
Apple memegang kerah kemeja Knox dan menariknya mendekat.
Knox tersenyum dan menekan pinggang Apple hingga tubuh mereka menempel.
Lalu Apple mendekatkan wajahnya dan Knox mencium bibir merah yang manis seperti buah apel itu.
"Aku selalu ingin menciummu," ucap Knox lirih.
Apple tersenyum.
__ADS_1
"Hmm, aku tahu itu," jawab Apple dan kembali mencium bibir Knox.
"Aku tak ke mana pun hari ini, kita bisa melakukan sesuatu yang menyenangkan," ucap Knox berbisik.
"Contohnya?" tanya Apple.
"Sesuatu yang membuat kita hangat misalnya," sahut Knox.
Apple tertawa kecil.
"Aku tahu isi otak kotormu," ucap Apple.
"Tolong jelaskan apa isi otak kotorku," sahut Knox.
Apple kembali tertawa lalu mengecup bibir Knox.
"Antar aku ke apartemen. Lea sedang menungguku di sana," kata Apple.
Knox tak langsung menjawab dan hanya memandangi wajah Apple.
"I love you," ucapnya.
Knox berdiri dan memeluk pinggang Apple.
"Pernikahan kita masih satu bulan lagi," ucap Knox.
"And then?" Tanya Apple.
"Can we ...??" Ucap Knox.
"No," jawab Apple singkat dan tersenyum lalu mengecupi bibir Knox.
"Bersabarlah. Satu bulan bukanlah waktu yang lama," kata Apple.
"Ayo, Lea sudah menungguku," kata Apple.
__ADS_1
"Huuufftty ... Oke ..." jawab Knox.
Lalu mereka berdua pergi ke apartemen yang kini ditempati oleh Lea sendiri.
Setibanya di sana, Apple langsung menuju ke unit apartemennya.
Knox berhenti di pintu lobby dan melihat ke arah mobil yang dikenalinya.
"Ada apa?" Tanya Apple.
"Itu mobil Julian," jawab Knox.
"Ya, dia memang tinggal di sini. Dia tak bilang padamu?" Ucap Apple.
"Tidak, kami tak bertemu beberapa hari. Apakah dia membeli apartemen di sini juga?" tanya Knox yang kembali berjalan bersama Apple menuju pintu lift.
"Dia tinggal bersama Lea," jawab Apple.
"What??? Apakah mereka berpacaran?" sahut Knox kaget.
"Entahlah. Lea hanya bilang mereka berteman dan Julian tinggal di sana sampai Lea menemukan teman kamar yang baru," jawab Apple.
Mereka masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai unit apartemen Lea.
Apple menekan nomer sandi di pintu apartemen.
CEKLEK ...
Mereka masuk dan melihat Lea serta Julian memakai celemek berwarna pink.
"Oh my ... Apa yang kau lakukan, Julian?" tanya Knox menahan tawanya.
"Membantu Lea memasak," jawab Julian tersenyum.
"Kalian hanya roomate atau melebihi itu?" tanya Knox.
__ADS_1
Julian dan Lea tertawa mendengarnya.
"Kami hanya berteman," jawab Lea dan Julian mengangguk lalu tersenyum.