MATREALISTIC GIRL

MATREALISTIC GIRL
Bab 40


__ADS_3

Apple Knox 40


Semalaman, Knox menelepon Apple tapi dia wanita itu sama sekali tak mengangkatnya.


Ingin rasanya Knox terbang ke Dubai dan menyusulnya karena dia begitu kesal ketika Apple sama sekali tak mengabarinya.


Keesokan paginya, ponsel Knox berbunyi dan pria itu meraba raba ponselnya yang ada di bawah bantalnya.


"Halo," ucap Knox ketika mengangkat panggilan teleponnya.


"Knox," sahut Apple.


Suara Apple langsung membuat Knox terjaga dan bangun.


"Kau di mana dan mengapa tak megatakan padaku tentang kepegianmu?" tanya Knox sedikit membentak.


"Ibuku menyuruhku datang karena aku tak akan mendapat warisan jika aku tak menurutinya," sahut Apple.


"Ck, kau bisa bilang padaku, bukan?" kata Knox.


"Kau sibuk dan aku tak ingin mengganggumu," jawab Apple.


"Waktuku selalu ada untukmu," kata Knox.


"Oh ya?" sahut Apple.


"Hmm. Kapan kau pulang?" tanya Knox.


"Aku belum tahu," jawab Apple.


"Kau masih magang di perusahaanku," sahut Knox.


"Aku mengambil cuti kuliah," jawab Apple.


Knox terdiam.

__ADS_1


"Ada apa? Ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya Knox.


Apple tak langsung menjawab dan terdiam sejenak.


"Kita putus saja," ucap Apple yang tentu saja membuat Knox kaget.


"Aku memiliki salah? Katakan padaku," kata Knox.


"Tidak, kurasa aku yang tak baik untukmu," ucap Apple.


"Hei, ada apa? Ini bukan Apple yang kukenal," kata Knox.


"Aku lelah dan aku ingin pergi sejenak," jawab Apple pelan.


"Kita sudah bertunangan. Kau ingat hal itu, bukan?" sahut Knox.


"Cincinnya sudah aku taruh di laci kamarmu. Maaf," ucap Apple.


"Why? Kau meninggalkan aku begitu saja, Apple? Apa kau memiliki pria lain?" tanya Knox.


"Aku sedang bosan saja dan ibuku akan membiayai hidupku lagi," jawab Apple.


"Kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja?" sahut Knox.


"Berapa banyak rasa sukamu padaku?" tanya Apple.


Knox tak menjawab.


"70 persen, bukan? Jika sudah sampai 100 persen mungkin aku akan berpikir kembali," kata Apple.


"Apa karena hal itu?" tanya Knox.


Apple terdiam.


"Di sini sudah menjelang malam. Aku akan makan malam dengan ibuku. Bye," ucap Apple dan menutup sambungan teleponnya.

__ADS_1


"Tunggu!!" sahut Knox dan semakin kesal ketika Apple mematikan ponselnya secara sepihak.


Knox kemudian mengumpat dan duduk di tepi ranjangnya.


Lalu Knox membuka laci meja nakasnya dan melihat cincin berlian yang diberikannya pada Apple kemarin.


Knox mengambil cincin itu dan menggenggamnya.


"Kau sedang mempermainkanku, Apple?" gumam Knox.


"Kau meninggalkanku begitu saja? Kau pikir bisa meninggalkanku seenak hatimu? Tak ada di dalam sejarahku hal seperti itu," gumam Knox lagi.


*


*


"Selamat malam," sapa Apple pada ayah tirinya yang berkebangsaan Perancis.


"Selamat malam, Sayang. Aku sangat bahagia akhirnya kau bisa kemari mengunjungi kami," ucap Achille.


"Aku juga bahagia," jawab Apple.


Solandis tersenyum melihat kesopanan Apple pada Achille.


"Aku berharap kau bisa tinggal seterusnya dengan kami di sini. Nanti kau bisa melanjutkan kuliahmu di sini," ucap Achile ramah.


Pria dengan rambut putih itu memang sangat ramah pada Apple dan terlihat sangat mencintai Solandis.


Apple berharap semoga Achille adalah suami terakhir ibunya dan sang ibu tak bercerai darinya.


"Aku hampir lulus dan akan melanjutkannya sebentar karena tinggal skripsi saja," jawab Apple.


"Ah begitu ya. Kalau begitu selesaikan kuliahmu. Nanti kau bisa bekerja di perusahaanku," ucap Achille.


"Terima kasih, Paman," sahut Apple tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2