
Apple Knox 54
"Ada apa?" tanya Knox lagi.
Apple masih terpaku dan menunduk melihat ponselnya yang masih menyala.
Dia mengambil ponselnya yang jatuh dan mematikan sambungan telepon itu.
"B-bagaimana dia bisa tahu nomer teleponku? Ini tak mungkin!!" gumam Apple menggelengkan kepalanya.
Tangannya masih bergetar dan Knox meminggirkan mobilnya dan menghentikannya di pinggir jalan.
"Ada apa?" tanya Knox.
Apple meneguk ludahnya dan Knox menangkup wajahnya agar melihat ke arahnya.
"Ada apa? Siapa yang meneleponmu dan mengapa kau begitu takut?" tanya Knox.
"Pria itu," jawab Apple terbata.
"Siapa pria itu? Katakan padaku," ucap Knox.
Apple tak menjawab dan masih melihat mata Knox.
"Apple, katakan siapa pria itu? Kau akan selalu aman bersamaku, oke?" kata Knox lagi.
"Tenanglah, hmm? Sekarang bicarakan padaku ada apa dengan pria itu?" tanya Knox pelan agar Apple sedikit tenang.
__ADS_1
Apple melihat ke arah sekitar mobil seakan mereasa ada yang mengikutinya.
"Hei, lihat aku! Tak ada yang mengikutimu dan kau aman bersamaku," ucap Knox menangkup kembali rahang Apple.
"Pria itu adalah mantan suami ibuku. Dia baru keluar dari penjara dan mencari ibuku melalui aku. Itulah sebabnya aku ke Dubai karena ibuku tak ingin dia menemukanku," jawab Apple akhirnya.
"Lalu apa yang membuatmu takut? Apakah dia pernah menyakitimu?" tanya Knox pelan.
Apple mengangguk cepat.
"Apa yang dia lakukan sampai dia dipenjara?" tanya Knox.
Apple tak langsung menjawab.
"Katakanlah agar aku tahu situasi yang kau hadapi," ucap Knox.
Lalu Knox memeluk Apple dan mengusap punggungnya.
"Ibuku menyetujuinya, tapi tak benar benar melakukannya karena setelah itu dia merencanakan sesuatu hingga membuat pria itu dipenjara," lanjut Apple.
"Pria itu baru bebas dan dia mencariku dan juga ibuku," ucap Apple dengan suara yang bergetar.
"Ibuku memanfaatkanku agar pria itu dipenjara," lanjut Apple.
"Apa yang dilakukannya padamu?" tanya Knox.
"D-dia mengurungku di sebuah rumah besar dan ..." ucapan Apple terhenti karena dia tak bisa melanjutkannya.
__ADS_1
"Ssshhh ... Tak perlu mengatakannya," sahut Knox pelan dan masih memeluk Apple.
"Aku akan mengurusnya dan kau tak perlu khawatir lagi," kata Knox.
"Dia tahu keberadaanku. Dia mengikutiku saat ini," ucap Apple yang melepaskan pelukan Knox dan melihat lagi ke arah luar mobil.
"Hei, kau bersamaku. Tak akan ada yang bisa menyentuhmu bahkan menyakitimu," ucap Knox.
Terlihat dari mata Apple bahwa dia sangat panik dan berusaha menahan tangisnya.
"Look at me!! Tak akan ada yang terjadi padamu. Selama kau bersamaku, maka kau akan selalu aman, oke?" ucap Knox menangkup pipi Apple dan menatap lekat mata yang sudah berkaca kaca.
Apple akhirnya mengangguk meskipun masih ada rasa takut di matanya.
"Siapa nama pria itu? Aku akan membereskannya," kata Knox.
"J-Jorge Marine," jawab Apple dengan masih terbata.
"Baiklah, kau tak akan pernah bertemu atau pun bicara dengannya lagi di telepon," ucap Knox.
Apple mengangguk cepat.
Setelah Apple sedikit tenang, Knox memutuskan untuk pulang ke mansion karena kondisi mental Apple yang belum stabil akibat telepon dari Jorge itu.
Sesampainya di mansion, Apple turun dari mobil dan masih melihat ke arah belakang mobil untuk memastikan tak ada yang mengikutinya.
"Tak ada yang bisa mengikutiku dan mansion ini adalah tempat paling aman untukmu," ucap Knox yang mengulurkan tangannya pada Apple untuk menggandengnya turun dari mobil.
__ADS_1