
Apple Knox 49
Apple masuk dengan membawa boneka teddy bear nya yang sangat besar itu.
Knox yang melihat hal itu langsung beranjak dari kursinya dan mendekati Apple.
"Kau membawa boneka?" tanya Knox.
"Hmm, aku sangat menyukai boneka ini," jawab Apple.
"Apakah itu hadiah dari salah satu mantanmu?" tanya Knox.
Apple mengangguk.
Lalu Knox mengambil boneka itu dan membuangnya di beranda depan.
"Hei!!" teriak Apple ketika melihat bonekanya di buang.
"Aku akan membelikanmu yang baru," jawab Knox.
Lea dan Julian hanya melihat pertunjukan lucu dengan sama sama tersenyum.
""Kemarilah," ucap Julian pada Lea di saat dirinya sudah duduk di ruang makan.
Lea tersenyum dan mengangguk lalu pergi ke area ruang makan di saat Apple dan Knox masih tampak berdebat.
"Aku bahkan lupa yang memberikannya. Jangan membuang barangku sembarangan, Knox," ucap Apple yang akan mengambil bonekanya lagi.
Knox menahan perut Apple dan menyeretnya hanya dengan satu tangannya seperti sedang membawa sebuah boneka.
"Knox!!" teriak Apple.
Knox menutup pintu depan dan membawa Apple ke dalam.
__ADS_1
Lalu Knox melepaskan Apple ketika sudah berjalan sampai ruang tengah.
"Ayo kita makan malam," ucap Knox seakan tak ada yang terjadi.
"Kau membuatku kesal," kata Apple.
CUP
Knox dengan beraninya mengecup bibir Apple yang semanis apel itu.
"Knox ..." ucap Apple.
"Di mana panggilan sayangmu, Baby?" sahut Knox tersenyum.
"Bisakah kita makan malam dulu, Knox??" panggil Julian.
Knox kemudian menarik tangan Apple dan membawanya ke ruang makan.
"Knox akan membelikanmu boneka yang baru, Apple. Tenang saja. Mintalah yang lebih mahal dan lebih besar," kata Lea.
Julian tampak tertawa.
"Oh ya, Julian. Kau mencari apartemen, bukan? Carilah apartemen di dekat Lea. Aku sedikit khawatir meninggalkannya sendirian di sana. Jadi carilah kamar apartemen yang bersebelahan dengan Lea. Bagaimana?" tanya Apple.
"Apple, kau pikir aku anak kecil?" sahut Lea sembari menikmati makan malamnya.
"OOohh , gadis ini tetap saja memakai topi di saat makan sekalipun," ucap Apple gemas dan berdiri lalu membuka topi usang itu.
"Ck, Apple!!" sahut Lea sambil mengunyah.
"Honey, buang topi ini," kata Apple pada Knox.
"Aku sedang makan. Lempar saja ke sana," jawab Knox.
__ADS_1
"Ya, kau benar juga," sahut Apple dan melempar topi usang itu.
Rambut Lea akhirnya terurai.
"Lihatlah, kau lebih cantik seperti itu," ucap Apple.
"Menjijikkan. Aku tak suka terlihat feminim," sahut Lea.
"Kau menyindirku?" ucap Apple.
"Kau berbeda, Darling," jawab Lea.
"Ya, kau terlihat cantik jika seperti itu," kata Julian.
"Stop, jangan mengatakan kata kata menjijikkan itu," sahut Lea.
"Kau mengingatkanku pada Sarah," ucap Julian.
"Istri Davian?" tanya Apple.
"Ya, dia sedikit tomboy," jawab Julian.
"Aku tidak tomboy, hanya saja aku tak suka dipuji. Entahlah, aku merasa geli mendengar pujian semacam itu," sahut Lea.
"Kau aneh, Lea," ucap Apple.
"Ah ya, Knox. Apakah Apple masih berjalan jalan tak memakai bajunya di mansionmu?" tanya Lea.
"Lea!! Apa apaan kau ini!!" sahut Apple yang disambut tawa oleh Knox.
"Aku menunggu hal itu terjadi, Lea. Dan aku sangat tak sabar melihatnya," jawab Knox.
"Julian, kau tidur di apartemen Lea besok karena aku tak ingin kau melihat Apple memperlihatkan kebiasaan anehnya itu di saat ada dirimu di sini," kata Knox.
__ADS_1
Apple menginjak kaki Knox dan membuat pria itu berteriak pelan.